<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553</id><updated>2012-02-18T22:59:36.929+07:00</updated><category term='http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIhttp://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51JX17nI/AAAAAAAAAFk/qX9UWWfpEHY/s1600-h/DSC07406.JPGRPSo3w-EI/AAAAAAAAAFU/wqvWhSLh9-s/s1600-h/DSC07418.JPG'/><title type='text'>welcome</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7736734710431967878</id><published>2011-07-18T18:03:00.004+07:00</published><updated>2011-07-22T10:28:02.011+07:00</updated><title type='text'>Escort You</title><content type='html'>piiiiiii.....&lt;br /&gt;iket rambut rieke dimana?&lt;br /&gt;kacamata rieke ditaro dimana?&lt;br /&gt;bla..bla..bla...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teriakan-teriakan khas saya ketika bangun pagi. aneh sekaligus menggelikan kalau dipikir-pikir. ya... itulah kehidupan saya sekarang. Banyak hal yang sudah saya lalui tanpa sempat saya tuangkan dalam tulisan. Dimulai dari perasaan senang ketika dilamar oleh pangeranku, kesal sedih dicampur perasaan tidak menentu dikala menjelang detik-detik pernikahan, sampai akhirnya kegembiraan itu datang. dan tak terasa perjalanan itu sudah berjalan satu tahun dua bulan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu banyak hal yang sudah saya dan suami lewati, dikala pertama kali saya terkaget saat bangun dipagi hari dan melihat ada seseorang disampingku, lalu ketika aku ingin sekali menyuguhkan masakan bagi suamiku namun bingung harus masak apa karena aku sendiri tidak pernah bisa dan paham akan masak-memasak, kemudian egois yang masih sering muncul dikala salah paham, akunya yang egois dan masih sering merasa ingin bermain bersama teman-teman begitu pula dia, lalu masalah keuangan yang karena baru pertama kali kami harus memanagenya sehingga sering terjadi over budget diujung bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik semua lika liku itu kami terutama aku sangat bahagia bersamanya. Teriakan-teriakan gooolll dikala menonton world cup bersama di kontrakan kecil kami, lalu dia yang dengan terpaksa memakan masakanku yang entah rasanya apa namun ia sangat menghargai jerih payahku, hingga pijat memijat secara gantian lantaran kami berdua sama-sama capai telah bekerja seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan tetapi kebahagian kami terlengkapi kembali ketika suatu pagi aku coba tespack dan hasilnya dua garis. buah hati yang telah kami tunggu-tunggu selama 10 bulan akhirnya datang juga. mudah-mudahan si calon anggota kami ini akan sehat-sehat selamanya hingga kelahirannya nanti. aamiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaa...semua itu kami lalui dengan ikhlas dan ibadah. Tak ada kata yang dapat mewakili selain terimakasih Ya Allah atas limpahan kebahagian, kesedihan, kesenangan, kekurangan, kelebihan yang telah Kau berikan kepada kami. Jangan pernah kau mengabaikan kami ya Allah, berikanlah kami jalanMu dikala kami bingung menentukan arah. Thanks Allah for everything.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedicated for me, my self, my luvly husband, and your self. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7736734710431967878?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7736734710431967878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7736734710431967878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7736734710431967878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7736734710431967878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2011/07/escort-you.html' title='Escort You'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-1885799843248951092</id><published>2011-07-05T17:13:00.001+07:00</published><updated>2011-07-05T17:43:57.197+07:00</updated><title type='text'>kebijakan dengan tanda kutip</title><content type='html'>Pernah mendengar kata ‘kebijakan?’&lt;br /&gt;Menurut wikipedia bahasa Indonesia ‘kebijakan’ adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak [1]. Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya diberikan pengalaman akan arti baru dari kata ’kebijakan’. Kemarin saya menerima pesan dari seorang konstituen di daerah, yang bilang begini: ”mbak tolong ingetin bpk buat transfer utk karangan bunga dan yg lainnya bpk sdh tahu. Tks” . belum sempat pesan ini saya balas, kemudian menyusul pesan selanjutnya ”maksud yang lainnya itu karena sifatnya kebijakan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mari kita bahas satu persatu. Menurut pemikiran saya ada dua maksud yang ada di isi pesan ini. Pertama ’meminta uang untuk karangan bunga’, oke kalau itu saya paham. Lalu yang kedua, ’dan lainnya bk sdh tahu’. Emm..ada kata ’dan yang lainnya bpk sdh tahu’ dan ’sifatnya kebijakan’. Pesan yang kedua ini yang saya kurang paham. ’kebijakan?’ maksudnya? Sebuah keputusan? Atau tindakan? Atau apa? Dan apakah sy harus tahu jg?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pesan itu adalah amanah lalu hari ini saya meminta uang Rp700rb untuk karangan bunga yang diminta si pengirim pesan kemarin. Tak lama kemudian sy jg diperintahkan untuk mentransfer uang Rp2,2 juta untuk kondangan ke si pengirim pesan kemarin. Berarti Rp700rb untuk bunga papan dan sisanya untuk kondangan. Betul begitu? Atau ada yang mempunyai pemikiran lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hari ini saya dibilang telah melakukan kesalahan karena tidak berkonsentrasi dan lalai dalam bertugas. Karena saya seharusnya mentransfer uang ke si pengirim pesan kemarin Rp700rb untuk karangan bunga dan sisanya untuk si pengirim tersebut. Lalu tak lama kemudian si pengirim pesan itu mengirim pesan lagi ke saya, dan berkata kalau saya seharusnya mentransfer uang ke dia sisa dari karangan bunga itu untuk membantu membetulkan dapur rumahnya. Jadi disini saya memperoleh kesimpulan, ’kebijakan’ yang ia maksud di dalam pesan tersebut adalah ’meminta uang untuk membetulkan dapurnya’. Oooooo....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang mengerti tata krama, saya akui saya salah disini karena tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Tapi sebagai manusia yang mempunyai pemikiran, saya lalu berfikir, bila si pengirim pesan itu to the point untuk meminta uang dalam rangka membetulkan dapurnya, saya tidak perlu berspekulasi akan arti ’kebijakan’ yang ia maksud toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, manusia memang gudangnya makhluk berbuat salah. Terus terang saya bukan tipe orang yang suka berbasa basi, tapi lebih kepada hal yang jujur dan berterus terang. Jadi saya kurang paham akan kata-kata yang jadinya memiliki makna ‘absurd’. Kalau YA bilang YA, kalau TIDAK bilang TIDAK, kalau MINTA bilang MINTA. Sesuatu yang jelas dan transparan tidak akan membuat orang menjadi berspekulasi, seperti negara ini! Ups, maaf untuk hari ini saya sedang tidak mau membicarakan carut marut bangsa ini dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God Bless Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We Needs Changes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-1885799843248951092?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/1885799843248951092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=1885799843248951092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/1885799843248951092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/1885799843248951092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2011/07/kebijakan-dengan-tanda-kutip.html' title='kebijakan dengan tanda kutip'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-6478025334847206134</id><published>2011-07-04T08:58:00.001+07:00</published><updated>2011-07-04T09:00:24.612+07:00</updated><title type='text'>Banten ‘berpesta’</title><content type='html'>Ting…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi group BB berbunyi, saya lihat pesan dari seorang kawan bernama amy. Kira-kira begini isinya: innailahiwainnalihahi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Bpk TB H Khasan di Rumah sakit Sari Asih Serang. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membaca tapi saya tidak mengomentari apapun, tidak membalas turut berduka cita, atau innailahi… atau yang seperti biasa saya komentar ketika mendengar seseorang meninggal. Disini saya Cuma membaca namun dalam hati seperti berkata “akhirnya”, ups… astagfirullah, lanjut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya kembali bunyi group BB, kali ini dari kawan saya dhe, dia berkata innailahi wainnailahi rojiun, semoga diterima di Sisinya Allah SWT. Lalu member yang lainnya pun berdatangan mengucapkan belasungkawa, kecuali saya, saya belum mengucapkan apa-apa. Akhirnya saya pikir apa untung dan ruginya toh? Ya sudah saya ikut berkomentar, namun hanya sebatas “RIP” dengan symbol tangan yang artinya ‘yes’. &lt;br /&gt;Tiba-tiba kawan saya vicenso berkomentar “akhirnya” kemudian kawan lainnya Matin berkata “god bless me” . nah ini dia yang saya tunggu dari tadi, ada seseorang yang ‘beda’ dengan yang lainnya atau minimal sama dengan apa yang saya pikirkan :-D. &lt;br /&gt;Saya pun berkomentar “…Bless Banten”, yang lainnya pun ikut nimbrung. Bukan menyampaikan belansungkawa lagi, namun ucapan seperti kesenangan, kekesalan, atau bisa saya katakan seperti luapan hati yang sudah lama dipendam. Kembali saya berkomentar “+1000 reformasi for banten dinasti”. Dan selanjutnya isi perbincangan group berisi ejekan dan bahkan sindirian, seperti ada yang mengusungkan nama balon gubernur banten terbaru, yakni Bek-Ap singkatan dari Benyek – Apid. Hahaha… kocak sekali, dalam hatiku. Tidak hanya lewat group BB, saya pun berkomentar lewat jejaring social twitter. Tapi disini sedikit yang bekomentar, hanya Matin yang berkata saya keliatan sentiment sekali namun ia melanjutkan dengan berkata “hajar bleh”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, luapan-luapan saya di jejaring twitter atau di group BB itu seperti mewakili sebagai isi hati rakyat yang sudah ‘jengah’ dengan tingkah polah pejabat kita yang duduk di atas singgasana pajak rakyat. Jijik sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang banten, mari kita urut mana pejabat teras banten yang bukan berasal dari keluarga Khasan.? Sepertinya tidak ada. Seperti pesan yang pernah saya terima dari seorang kawan, begini isinya:&lt;br /&gt;Telah meninggal Prof H Khasan Sochib:&lt;br /&gt;Ayahanda dari gubernur banten : atut chosiyah&lt;br /&gt;Ayahanda dari walkota serang : Jaman&lt;br /&gt;Ayahanda dari wakil bupati serang : Tatu Hasanah&lt;br /&gt;Mertua dari walikota tangsel: airin rahmi diani&lt;br /&gt;Suami dari wakil bupati pandeglang: heryani&lt;br /&gt;Mertua dari ketua golkar banten dan anggota DPR RI: hikmat tomet&lt;br /&gt;Mertua dari Anggota DPRD banten: aden &lt;br /&gt;Kakek dari anggota DPD banten: andika hazrumi&lt;br /&gt;Kakek mertua dari wakil DPRD kab serang: ade rosy&lt;br /&gt;Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Nya. Dengan emotion :NGAKAK&lt;br /&gt;Begitu isi pesannya, ketika saya membacanya langsung mengakak sinis. Lalu Saya tambahkan di bawahnya, “masih kurang tuh, saya tambahin ya” suami dari anggota DPR RI fraksi demokrat: ratu siti romlah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum mengenal dan mengetahui banten, ya itulah isinya. Dengan kita membaca isi pesan kawan saya saja dapat kita bayangkan bagaimana banten ini dibangun? Inilah yang membuat kota kelahiran saya ini tidak pernah maju. Isi banten semuanya dikeruk masuk ke kas keluarga dinasti khasan. Segala proyek pembangunan infrastruktur banten yang bermain dan mengikuti tender pun asalnya tak jauh-jauh, kembali ke keluarga agar hasilnya masuk ke kas keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang paling saya sayangkan dari semua ini adalah warga banten itu sendiri. Mereka semua mengetahui ‘pembangunan dinasti’ keluarga khasan ini, tapi mengapa mereka masih memilihnya? Cuma dengan diiming-imingi amplop berisi duit 20ribuan dan kerudung suara mereka sudah bisa dipegang. Miris rasanya melihat dan mendengarnya. Beginilah bangsaku, bermental amplop! Dari yang kecil hingga pejabat yang sudah memiliki gaji puluhan juta pun kalau melihat amplop langsung tunduk! Susah jika suatu system sudah mendarah daging bahkan hingga masuk ke urat nadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan bangsa ini mau terpuruk terus? Yang di bawah memikirkan isi perut yang di atas memikirkan isi brangkas.  Poor Indonesia!&lt;br /&gt;Negara ku kaya Negara ku miskin. Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin melarat. Poor Indonesia!&lt;br /&gt;Negara maju tidak akan menjadi maju tanpa mengalami menjadi Negara berkembang seperti Indonesia, namun coba kita hitung, sudah berapa lama Indonesia menjadi Negara berkembang terus? Tanpa maju-maju. Yang lain sudah tinggal landas, tapi Negara ini masih di landasan terus! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD BLESS INDONESIA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We Needs Changes!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-6478025334847206134?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/6478025334847206134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=6478025334847206134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/6478025334847206134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/6478025334847206134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2011/07/banten-berpesta.html' title='Banten ‘berpesta’'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7391743408813981499</id><published>2011-07-04T08:55:00.003+07:00</published><updated>2011-07-04T09:16:17.184+07:00</updated><title type='text'>Berapa Harga Sebuah Kejujuran?</title><content type='html'>“Katakan dengan jujur walaupun menyakitkan” kira-kira begitu isi petuah yang sering kita dengar dari orangtua. Mungkin pesan inilah yang dipegang oleh Siami. Ibu beranak dua yang mencoba menanamkan kejujuran kepada anak-anaknya sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ia tidak tahu apa yang dibicarakan orang-orang berdasi di senayan sana, ia juga tidak tahu siapa itu nazarudin, atau nunun itu yang mana. Yang ia tahu, ada yang tidak beres dengan sekolah SDN GADEL 2 SURABAYA tempat dimana anaknya Alif bersekolah. Kejujuran yang ia tanamkan pada anaknya dicederai oleh seorang pendidik yang seharusnya mengajarkan moral-moral pendidikan kepada anak didiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siami hanya minta kejujuran! Kejujuran dari pihak sekolah bahwa anaknya diminta untuk membagikan kunci jawabannya pada saat ujian atau melakukan pencontekan massal. Bagi Siami itu adalah tindakan melecehkan. Bukan hanya melecehkan anaknya tapi juga melecehkan dirinya yang susah payah mendidik anaknya untuk selalu jujur sejak dini. Bila sejak SD saja sudah ditanamkan pendidikan seperti itu, bagaimana anaknya nanti? Ia akan malas belajar bahkan mungkin bisa berbuat curang, karena didikan salah yang ia terima dari sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pembuktian bahwa nilai SDN GADEL 2 SURABAYA jawabannya tidak ada yang sama, seperti ‘pembelaan’ yang dilakukan oleh mendiknas Pak Nuh. Bukan itu! Siami tidak butuh pembelaan dari pihak mendiknas. Semestinya pak Nuh sudah mengetahui bahwa kasus seperti ini bukan hanya terjadi pada SDN GADEL 2 SURABAYA, tapi juga di sekolah-sekolah lainnya. Siami hanya ingin mengatakan ada yang salah pada system pendidikan kita. Ini sama saja dengan pembobrokan bangsa sejak dini. Mungkin inilah yang terjadi pada pejabat-pejabat kita yang tersangkut masalah hukum di KPK saat ini, pendidikan yang salah ia terima menyebabkan korupsi berjamaah itu sah-sah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kita semua ‘ngeh’ dengan apa yang terjadi dengan pendidikan kita. Dan seharusnya pak Nuh harus lebih ‘ngeh’ lagi dari kita semua karena ia berada di titik paling teratas. Kita semua patut mengakui dan berkata jujur bahwa ada yang salah pada system pendidikan bangsa ini.  Mengetahui ada sekolah melakukan pencotekan massal bukan pembelaan yang kita mesti lakukan, bukan pula harus ditutupi. Tapi ini adalah aib yang harus kita bongkar sampai ke akar agar ke depannya anak cucu kita tidak lagi bermental ‘memble’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini pula seharusnya menjadi sebuah sindirian bagi pejabat-pejabat di sana. Tugas dan amanat yang ia pegang bagi rakyatnya harus ia pertanggungjawabkan dengan jujur dihadapan jutaan rakyat Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sudah ‘beugah’ dengan kebohongan yang dipupuk dengan label pencitraan dan angka-angka. Percuma memperoleh angka 10 namun sebenarnya bermental “NOL”.&lt;br /&gt;Go Indonesia!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We needs changes!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7391743408813981499?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7391743408813981499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7391743408813981499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7391743408813981499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7391743408813981499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2011/07/berapa-harga-sebuah-kejujuran.html' title='Berapa Harga Sebuah Kejujuran?'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-8736118441584424301</id><published>2011-06-21T09:30:00.001+07:00</published><updated>2011-06-21T09:32:48.012+07:00</updated><title type='text'>Susahnya Mengakui Orang Jujur</title><content type='html'>MENTERI Pendidikan Nasional Muhammad Nuh membantah ada pencontekan massal dalam ujian nasional sekolah dasar di Gadelsari, Surabaya. Hal itu terlihat dari tidak adanya pola jawaban yang sama pada hasil lembar jawaban pada ujian nasional di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bertanya mengapa Mendiknas sampai perlu menyampaikan hal tersebut? Apakah terungkapnya mencontek massal di sekolah dasar itu sebagai aib bagi Kementerian Pendidikan Nasional? Apakah dengan penegasan tersebut Mendiknas ingin menyampaikan bahwa tidak ada mencontek massal, sehingga tidak ada yang salah dengan ujian nasional dan Kemendiknas sebagai institusi tetap bersih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menganggap wajar apabila Kemendiknas ingin dianggap sebagai kementerian yang bersih dan tidak ada cela. Di mata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kemendiknas merupakan salah satu kementerian yang besar "bocor" dan "boros" dalam penggunaan anggaran. Mendiknas tentu ingin membuat Kementeriannya dikesankan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagai seorang pendidik, tentunya sayang jika Mendiknas terperangkap hanya sekadar ukuran formal. Tidak coba meneliti secara mendalam apa yang sebenarnya terjadi di SD Gadelsari dan terjebak dalam persoalan semantik. Apalagi sampai menutup hal yang lebih esensial yakni soal kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita coba dengar apa yang dialami Alif Achmad Maulana dalam kasus contek-mencontek, memang terlihat adanya langkah sistematis untuk mengajarkan ketidakjujuran kepada anak didik. Bagaimana sudah diatur tata cara untuk membagikan hasil jawaban kepada peserta ujian nasional. Bahkan ditetapkan tempat bagi dilakukannya pertukaran jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak yang mengerti sesuatu yang tidak benar, tentu saja Alif berontak. Hanya saja sebagai seorang murid ia tidak berani untuk menolak perintah gurunya. Yang ia lakukan adalah mengikuti perintah gurunya, namun jawaban yang ia bagikan tidak seluruhnya tetapi hanya sebagian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah heran apabila pola jawaban peserta ujian nasional di sekolah itu tidak juga seragam. Ketidakseragaman jawaban tidak bisa menjadi dasar tidak ada pencontekan yang sistematis. Kalau kita lalu menyangkal adanya pencontekan yang sistematis itu, maka kita sebenarnya sedang menanamkan benih ketidakjujuran kepada anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah rendahnya kejujuran pada bangsa ini, seharusnya kita menggunakan tindakan Alif dan kedua orangtuanya Siami dan Widodo untuk mengajarkan nilai kejujuran. Bahwa nilai kejujuran itu tidak harus berkorelasi dengan pendidikan yang tinggi atau jabatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siami hanyalah orang yang pendidikannya sekolah menengah pertama. Namun ia tahu tentang arti kejujuran. Ia tahu betul bahwa kejujuran itu tidak bisa dikompromikan. Ia siap untuk menghadapi risiko atas prinsip yang ia yakini itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa apa yang dilakukan Siami dan putranya Alif. Ia tidak goyah meski kemudian harus menghadapi tekanan dari tetangganya. Ia memilih untuk mengungsi ke rumah orangtuanya di Gresik ketika tetangga di sekitarnya tidak bisa menerima sikap tanpa komprominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang baik ini seharusnya ditularkan ke lebih banyak orang. Terutama para pemimpin negeri ini, bukan hanya memakai apa yang dilakukan Siami dan keluarganya untuk kepentingan politik, tetapi mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Bahwa negeri ini masih memiliki nilai-nilai yang pantas dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita percaya bahwa masih banyak Siami-Siami lain di negeri ini. Mereka hanya lebih banyak diam dan tidak muncul ke permukaan. Mereka paham bahwa hidup ini tidak cukup hanya sekadar diisi dengan segala sesuatu yang bersifat materialistis, tetapi ada nilai lain yang bisa memberikan kebahagiaan yang jauh lebih besar dibandingkan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita menyayangkan ketika Mendiknas tidak menggunakan momentum untuk menyebarkan kebaikan. Bukan hanya sekadar menyelamatkan citra diri dan kementeriannya, tetapi melepaskan kesempatan untuk menularkan nilai-nilai kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik yang lebih sering muncul ke permukaan adalah sesuatu yang memprihatinkan. Banyak pejabat dan anggota legislatif yang tidak memperdulikan nilai dan kejujuran untuk mengejar kehidupan yang mereka anggap sebagai kenikmatan. Mereka bahkan menjual integritas diri hanya sekadar untuk bisa kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memprihatinkan lagi mereka tidak mau mempertanggungjawabkan kerusakan yang telah diperbuat kepada negeri. Mereka kabur ke luar negeri setelah mencari uang dari rakyat banyak. Hidup bersenang-senang di atas penderitaan jutaan rakyat miskin yang tidak tersentuh pembangunan karena anggaran belanja negara yang terlanjur dikorupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini merindukan kembali kehidupan yang lebih beradab dan bermartabat. Kita rindu kembalinya nilai-nilai kehidupan yang baik. Kita tidak hanya disandera oleh tujuan yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekayaan. Siami dan keluarga merupakan simbol dari sebuah kejujuran, simbol dari sebuah kebersahajaan. sumber:www.metrotvnews.com. Jumat, 17 Juni 2011 19:11 WIB&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-8736118441584424301?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/8736118441584424301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=8736118441584424301' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8736118441584424301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8736118441584424301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2011/06/susahnya-mengakui-orang-jujur.html' title='Susahnya Mengakui Orang Jujur'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-2243015075941620056</id><published>2011-06-21T09:20:00.002+07:00</published><updated>2011-06-21T09:29:40.230+07:00</updated><title type='text'>Di mulai dari Nol</title><content type='html'>sebelum memulai untuk menyentuh blog ini, saya mau mengucapkan selamat datang kepada diri sendiri. selamat atas kesadarannya untuk menengok blog yang sudah lama terbengkalai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak perlu berpledoi atau menyalahkan apapun, yang pasti terimakasih saya sudah diingatkan akan siapa saya terdahulu. baru saya ingat ada dua live reports saya yang hilang, saat itu tujuan saya menghapus karena ingin mengeditnya, tapi ternyata hilang ditinggalkan begitu saja. poor me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski banyak unek-unek yang banyaaaaakk sekali yang ingin saya tumpahkan ke dalam tulisan tapi ternyata era teknologi yang semakin membuat segalanya menjadi kerucut membuat saya cukup mengkerucutkan unek-unek ke dalam 140 karakter di twitter, once again, poor me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita memulai segalanya dari Nol. teringat akan kata teman, "mainkan kembali khe" hahaha...lucu, jadi seperti mengenang kembali ke jaman idealis dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;welcome to the real world....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-2243015075941620056?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/2243015075941620056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=2243015075941620056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/2243015075941620056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/2243015075941620056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2011/06/di-mulai-dari-nol.html' title='Di mulai dari Nol'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5777504956319854712</id><published>2010-11-29T15:30:00.003+07:00</published><updated>2010-11-29T15:44:10.522+07:00</updated><title type='text'>Aloha..</title><content type='html'>Maaf bukannya baru sempat kembali melirik blog, atau baru sempat menulis, tapi memang karena malas jd blog ini gak pernah tersentuh sedikitpun. gara-gara banyaknya jejaring sosial seperti FB, twitter, Myspace, Ym, Msn, googletalk, tagged, hi5, friendster, atau lainnya jadinya sarana blog jarang terjamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalagi sekarang untuk menuju ke jejaring tadi sudah banyak fasilitas teknologi yang super update, dari mulai hp yang gak  smart2 banget sampai ke smartphone yang udah punya android punya fasilitas untuk mengupdate status ke jejaring itu. sehingga kalau untuk menulis di blog sangat susah bila harus menggunakan HP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;balik lagi ke blog ini, jujur kangen banget menulis. kebetulan banyak banget peristiwa yang ingin saya "muntahin" lewat kata-kata, tapi...ya itu tadi. kendala utamanya adalah malas dan waktu senggang yang semakin berkurang. tapi mudah-mudahan gaya menulis saya tidak berubah, atau kalau pun berubah menjadi lebih baik, amiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, lets start ...&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5777504956319854712?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5777504956319854712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5777504956319854712' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5777504956319854712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5777504956319854712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2010/11/maaf-bukannya-baru-sempat-kembali.html' title='Aloha..'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7696905280412504665</id><published>2010-07-19T10:04:00.001+07:00</published><updated>2010-11-04T15:53:57.429+07:00</updated><title type='text'>Escort You</title><content type='html'>Like peter cetera song – You’re the inspiration –&lt;br /&gt;………………………&lt;br /&gt;………………………&lt;br /&gt;You’re the meaning in my life&lt;br /&gt;You’re the inspiration&lt;br /&gt;You bring feeling to my life&lt;br /&gt;You’re the inspiration&lt;br /&gt;………………………&lt;br /&gt;………………………&lt;br /&gt;No one needs you more than I need you&lt;br /&gt;From to night until the end of time&lt;br /&gt;………………………&lt;br /&gt;………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedicated for me, my self, and your self. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7696905280412504665?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7696905280412504665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7696905280412504665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7696905280412504665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7696905280412504665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2010/07/escort-you.html' title='Escort You'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7359826294741473922</id><published>2009-09-19T15:35:00.001+07:00</published><updated>2009-09-19T15:36:45.246+07:00</updated><title type='text'>S.A.H.A.B.A.T</title><content type='html'>Kita tidak akan menyadarinya sampai suatu waktu seseorang mengungkapkan betapa berartinya hal kecil yang pernah kita lakukan untuk orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang selalu dilakukan Hendi setiap pagi dan sore di kantornya. Sebuah sapaan khas selalu diucapkannya setiap pagi kepada Surya, office boy (OB) kantor tempatnya bekerja. "Assalaamu'alaikum mas Surya, apa kabar? Keluarga sehat?" tentu saja yang disapa merasa senang dan membalasnya dengan senyum. Begitu pun setiap sore menjelang pulang, setiap kali berpapasan dengan Surya, "Mas Surya, saya pulang dulu ya, salam buat keluarga di rumah. Assalaamu'alaikum" .&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadang jika siang hari, saat semua karyawan bergegas keluar kantor untuk makan siang, Hendi terlebih dulu mampir ke pantry menemui Surya. "Sudah makan siang mas?" yang ditanya selalu menjawab dengan senyum&lt;br /&gt;khasnya plus sejumput kalimat singkat, "saya sudah bawa pak, silahkan bapak makan duluan". Hendi tak sekadar menyapa, sebetulnya dia sudah tahu jika hampir setiap hari Surya selalu membawa kotak makanan yang disiapkan isterinya dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap hari Surya membawa kotak makan, Hendi tahu itu. Sebab ia sering membuka lemari di pantry tempat Surya biasa menyimpan kotak nasinya. Begitu ia tak mendapati kotak nasi, maka bukan pertanyaan&lt;br /&gt;"sudah makan siang mas?" melainkan sebuah ajakan tak berbunyi. Hendi menarik tangan OB itu dan mengajaknya ke kantin untuk makan bersama. Meski seringkali Surya menolak halus, "maaf pak, saya harus menuangkan air putih ke gelas-gelas yang sudah kosong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Hendi mengajukan surat pengunduran diri dari kantornya. Ia mendapat tawaran bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang lebih tinggi dan sudah pasti gaji yang juga lebih besar. Karena Hendi&lt;br /&gt;merupakan salah seorang manager terbaik di perusahaan itu, pimpinannya berupaya mencegah Hendi meninggalkan kantor itu. Demi dapat menahan lelaki itu pindah pekerjaan, pimpinannya menawarkan promosi jabatan dan gajinya dinaikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Hendi tak bergeming dengan tawaran itu. Tekadnya sudah bulat untuk berpindah kantor. Pun seorang Sarah yang menahannya, lelaki itu tetap pada pendiriannya. Sarah, gadis cerdas, cantik dan professional yang selama hampir setahun dekat dengan Hendi tak berhasil membuat Hendi mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari dua pekan, segala upaya pimpinan dan semua rekan kantornya menahan Hendi tak membuahkan hasil. Sampai akhirnya hari yang ditentukan itu pun tiba. Hendi memeluk satu persatu rekan kerjanya, mulai dari pimpinan perusahaan, para manager partner kerjanya, dan semua staff di perusahaan itu. Tetes air mata Sarah pun tak membuat hatinya mendung, "kita masih bisa bertemu kok…", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang terakhir yang hendak dipeluk Hendi adalah Surya. Sang OB yang sejak mengetahui rencana kepindahan `sahabatnya' itu sering terlihat murung. Hendi mendekati Surya dan memeluk tubuh kecil lelaki itu. Saat memeluk sang OB, terasa gerimis di hatinya mendengar kalimat, "selama saya bekerja di sini, hanya pak Hendi yang benar-benar memanusiakan saya. Saya tidak tahu apakah masih bisa mendengar sapaan di pagi, siang dan sore seperti yang biasa bapak lakukan untuk saya…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukannya semakin kuat dan Hendi merasa tak ingin melepaskan Surya. Ia menjatuhkan tas di tangannya dan meminta Surya untuk meletakkannya kembali ke meja kerjanya. "Tolong letakkan kembali barang-barang saya di meja kerja saya ya mas…" pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika tidak ada yang mampu membuat seseorang mengubah pendiriannya, sahabat bisa. Sapalah sahabat, dan lihatlah betapa berharganya Anda baginya&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7359826294741473922?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7359826294741473922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7359826294741473922' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7359826294741473922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7359826294741473922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2009/09/sahabat.html' title='S.A.H.A.B.A.T'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3916589700961082416</id><published>2009-07-19T01:46:00.001+07:00</published><updated>2009-09-21T15:21:09.529+07:00</updated><title type='text'>Aku Sakit!</title><content type='html'>Ku akui perasaan ini berbeda dengan yang lainnya. Ia begitu spesial, sampai aku selalu ingin bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia tak begitu. Tanganku tak digapainya. Pelukku tak didekapnya. Rambutku tak disentuhnya. Keningku tak dikecupnya. Dan namaku tak dipanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku sakit. Aku terlalu besar berharap. Padahal aku cuma ingin bersamanya. Cuma itu! Karena cuma dia yang ku punya. Cuma dia yang kuharapkan. Cuma dia yang ada di kepalaku. Cuma dia...&lt;br /&gt;Tapi dia tidak begitu.&lt;br /&gt;Aku terlalu biasa di matanya.&lt;br /&gt;Aku terlalu kecil di hadapannya&lt;br /&gt;Aku terlalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang aku lakit. Aku tak mau lagi berharap padanya. Dia sudah tidak ada. &lt;br /&gt;Biarkan hari ini tanpanya. Agar aku bisa menghadapinya dengan tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk semuanya.&lt;br /&gt;Terimakasih untuk hari-hari yang sudah pernah dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sakit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3916589700961082416?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3916589700961082416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3916589700961082416' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3916589700961082416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3916589700961082416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2009/07/aku-sakit.html' title='Aku Sakit!'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7706926768084294203</id><published>2009-05-14T12:13:00.002+07:00</published><updated>2009-05-14T12:30:11.705+07:00</updated><title type='text'>Mama adalah Malaikatku</title><content type='html'>Suatu saat ketika seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia&lt;br /&gt;Menjelang diturunkan...&lt;br /&gt;Si bayi bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat berkata padaku ya Allah bahwa besok Engkau ya Allah akan megirimku ke dunia".&lt;br /&gt;"Tapi bagaimana cara aku hidup disana? Aku begitu lemah dan kecil". Kata si bayi.&lt;br /&gt;Lalu Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, dia akan menjaga dan mengasihimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bermain dan tertawa, itu cukup bagiku untuk bahagia ya Allah," demikian Kata si bayi.&lt;br /&gt;Tuhan menjawab kembali: "Malaikat itu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, sehingga kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan kamu jadi akan lebih berbahagia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena belum puas, Si bayi pun bertanya kembali: "Dan apa yang saya lakukan saat aku ingin berbicara kepadaMu ya Allah?"&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: "Malaikatmu sayang akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa dan berbicara kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bayi masih juga belum puas. "Saya dengar di dunia banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ya Allah?"&lt;br /&gt;Dengan penuh kesabaran, Tuhan menjawab: "Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Si Bayi kembali berkata: "Tapi saya akan bersedih karena tidak akan melihat Engkau lagi ya Allah".&lt;br /&gt;Sekali lagi tuhan menjawab: "Malaikatmu yang akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana cara kamu kembali kepada-Ku, walaupun sebenarnya malaikatmu akan sedih".&lt;br /&gt;Saat itu sang bayi begitu tenang, sehingga suaranya di bumi terdengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayipun kembali bertanya: "Ya Allah jika saya pergi sekarang, sudihkah engkau memberitahu siapa nama malaikatku?"&lt;br /&gt;Lalu Tuhan menjawab: "Kamu dapat memanggil malaikatmu dengan “IBU”".&lt;br /&gt;Kenanglah ibu yang menyayangimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika engkau pergi.&lt;br /&gt;Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur lelap dengan dua selimut membalut tubuhmu&lt;br /&gt;Ingatkah engkau jari jemarinya saat ia membelai lembut kepalamu.&lt;br /&gt;Ingatkah engkau ketika ibu meneteskan airmatanya ketika ia melihatmu terbaring sakit?&lt;br /&gt;sekali mari jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat engkau dilahirkan.&lt;br /&gt;Kembalilah memohon maaf kepada ibumu yang selalu rindu akan senyummu.&lt;br /&gt;Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan engkau rindukan dimasa datang ketika ibumu sudah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambutmu.&lt;br /&gt;Tak akan ada lagi senyuman indah&lt;br /&gt;Tak akan ada lagi yang mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.&lt;br /&gt;Kembalilah segera, peluklah ibu yang selalu menyayangimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Luv U Mama...&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7706926768084294203?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7706926768084294203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7706926768084294203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7706926768084294203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7706926768084294203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2009/05/mama-adalah-malaikatku.html' title='Mama adalah Malaikatku'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-576388505202471411</id><published>2009-02-11T14:18:00.002+07:00</published><updated>2009-02-12T11:25:24.181+07:00</updated><title type='text'>Tahukah kamu???</title><content type='html'>Tahu dong binatang siput. itu lho, binatang yang jalannya super lambat sambil bawa rumahnya kemana-mana. yup! betul banget. Tapi apakah kalian tahu berapa kecepatannya? diliat dari gerakannya, kayaknya gak mungkin deh buat diliatin, bisa-bisa ampe ketiduran nungguin binatang ini sampe di ujung jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini gue baru aja mendapat informasi dari sebuah blog yang menulis data-data binatang pencatat rekor. di situ disebutkan kalau dalam satu hari siput hanya bisa menempuh jarak maksimal 10 meter atau setara dengan 0,0036 km/jam, wow... lamreta banget yak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ups, jangan kaget dulu, karena ternyata ada binatang yang lebih lambat dari siput. bila dibandingkan dengan siput, gerak seekor limpet jauh lebih lambat. binatang yang tidak beruas dan bertubuh lunak ini biasanya hidup di atas bebatuan. bisa dibayangkan betapa lambatnya ia bergerak, dari matahari terbit hingga terbenam geraknya gak lebih dari 0,3 centimeter (can you imaging??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk binatang pemalas, seekor koala rupanya bisa mengalahkan binatang pemalas yang ada di dunia, bahkan dibandingkan dengan kera kukang yang sebagian hidupnya mengantuk di antara cabang-cabang pohon. jadi buat kalian yang pemalas, jangan marah kalau disamain ama binatang. kalau binatang sih mending gak punya akal dan pikiran, kalau manusia kan diberi 'lebih' oleh Tuhan (betul). kembali ke koala, mengapa disebut binatang paling pemalas? karena setiap harinya, binatang ini menghabiskan waktu tidurnya paling sedikit 22 jam. jadi bisa dibayangkan kalau dalam sehari 24 jam, hanya 2 jam saja dia bisa melek :-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan untuk pemegang rekor lainnya, jatuh pada burung booby atau burung camar laut. burung yang suka makan ikan kecil ini bisa mencelupkan diri sejauh 40 meter ke dalam laut hanya untuk mengambil makanannya. busyett, udah kayak mau buat sumur bor aja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada lagi si peloncat ajaib. yap, betul banget, jatuh pada seekor kutu. meskipun tubuhnya hanya berukuran 1,5 milimeter, tapi kalau untuk urusan loncat meloncat, tubuhnya bisa loncat sampai dengan ketinggian lebih dari 20 centimeter, wow...itu sama aja 130 kali lebih besar dari tinggi badannya dia sendiri. ajaib ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh, jangan heran dulu. kanguru tikus ternyata bisa meloncat 6-7 meter atau 10 kali lebih panjang dari tubuhnya. dan untuk binatang yang bisa meloncat tegak lurus, belalang emang paling jago dan tidak ada saingannya. ia bisa meloncat 35 kali lebih tinggi dari tubuhnya atau setara dengan atlet yang bisa meloncat setinggi bangunan lima lantai (ck..ck..ck..). yang gak kalah unik lagi, ikan pemanah bisa menyemprotkan air dari mulutnya pada jarak 1,5 meter di atas permukaan air untuk menembak serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana? ajaib ya...Tuhan memang menciptakan mahluknya dengan segala kelebihan dan kekurangan. no body perfect... jadi jangan minder dengan segala kekurangan yang kita punya, karena di balik itu kelebihan kita pun patut diacungi jempol meskipun oleh diri kita sendiri.&lt;br /&gt;i love my self...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-576388505202471411?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/576388505202471411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=576388505202471411' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/576388505202471411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/576388505202471411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2009/02/tahukah-kamu.html' title='Tahukah kamu???'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5256888029313016163</id><published>2009-02-11T14:04:00.002+07:00</published><updated>2009-02-11T14:18:24.829+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya datang juga..</title><content type='html'>setelah sekian lama tidak terjamah, akhirnya kesampean juga blog ini disentuh kembali.&lt;br /&gt;bukan nya mengabaikan, tapi sejak awal tahun pikiran ini gak jauh-kauh dari pemilu, sosialisasi, ama isu-isu politik yang sekarang lagi 'in'.&lt;br /&gt;yup, sejak tanggal 2 januari gue udah mulai kerja. Dimana semua orang masih berlibur merayakan tahun baru, gue udah keliling-keliling ke desa buat bantuin si bos sosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;karena sekarang lagi bergemingnya FB alias Facebook, jadi berita ter-up date selalu gue sampaikan di sana. sepertinya FB memang lagi laris, bukan cuma untuk sekedar mencari teman mengupload foto-foto terbaru, FB juga bisa dijadikan ajang berpolitik. contohnya saja Obama, ia menggunakan FB sebagai ajang untuk ia berkampanye sebelum akhirnya ia terpilih menjadi orang nomor wahid di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke blog gue yang jarang terjamah ini. selain memang gak sempat mengupload berita-berita terbaru, gue juga sempat lupa akan password blog ini. awalnya gue pikir, gue salah ketik, tapi ternyata emang lupa beneran. cuma gue gak ambil pusing, karena memang saat itu berfikir kalau pun ingat bingung juga mau nulis apa, jadi di'entar-entar' deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru hari ini gue ingat dan kepikiran untuk buka blog. sempat kaget, karena terakhir gue nulis tertera tanggal 15 desember 2008. hehe...lama bener, itu berarti tahun kemarin donk. tapi mudah-mudahan hoby menulis gue yang dulu pernah ada, sekarang gak berhenti. karena kalau sekali aja kalian malas menulis, selamanya rasa malas itu akan selalu ada. terserah mau nulis apa, yang penting kita tuangkan dalam bentuk tulisan (begitu pesan senior gue waktu di kampus).&lt;br /&gt;jadi...chayooo...!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5256888029313016163?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5256888029313016163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5256888029313016163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5256888029313016163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5256888029313016163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2009/02/akhirnya-datang-juga.html' title='Akhirnya datang juga..'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-4662354708080978919</id><published>2008-12-15T16:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T16:29:13.093+07:00</updated><title type='text'>Your body is wonderland</title><content type='html'>We got the afternoon&lt;br /&gt;You got this room for two&lt;br /&gt;One thing I've left to do&lt;br /&gt;Discover me&lt;br /&gt;Discovering you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One mile to every inch of&lt;br /&gt;Your skin like porcelain&lt;br /&gt;One pair of candy lips and&lt;br /&gt;Your bubblegum tongue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if you want love&lt;br /&gt;We'll make it&lt;br /&gt;Swim in a deep sea&lt;br /&gt;Of blankets&lt;br /&gt;Take all your big plans&lt;br /&gt;And break 'em&lt;br /&gt;This is bound to be awhile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;Your body is a wonder (I'll use my hands)&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Something 'bout the way the hair falls in your face&lt;br /&gt;I love the shape you take when crawling towards the pillowcase&lt;br /&gt;You tell me where to go and&lt;br /&gt;Though I might leave to find it&lt;br /&gt;I'll never let your head hit the bed&lt;br /&gt;Without my hand behind it&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You want love?&lt;br /&gt;We'll make it&lt;br /&gt;Swim in a deep sea&lt;br /&gt;Of blankets&lt;br /&gt;Take all your big plans&lt;br /&gt;And break 'em&lt;br /&gt;This is bound to be awhile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;Your body is a wonder (I'll use my hands)&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damn baby&lt;br /&gt;You frustrate me&lt;br /&gt;I know you're mine all mine all mine&lt;br /&gt;But you look so good it hurts sometimes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;Your body is a wonder(I'll use my hands)&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;Your body is a wonderland&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-4662354708080978919?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/4662354708080978919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=4662354708080978919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/4662354708080978919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/4662354708080978919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/12/your-body-is-wonderland.html' title='Your body is wonderland'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5916179336055911148</id><published>2008-11-25T11:05:00.003+07:00</published><updated>2008-11-25T11:12:20.285+07:00</updated><title type='text'>Dont know!!!</title><content type='html'>Angin malam yang menampar wajah tak kurasakan sedikit pun dinginnya. Laju bus yang membawaku pergi tak kurasakan sedikitpun cepatnya. &lt;br /&gt;Stuck!!&lt;br /&gt;Ya, otak dan pikiran ini entah berada di mana. Semakin aku keras berfikir, semakin buntu otak ini mengolahnya. Malam ini aku ingin sekali berlari, berlari sejauh mungkin hingga aku tercapai dan kaki ini tak mampu lagi untuk berjalan. Yang kurasakan saat ini adalah alunan ‘separated’nya Usher mengalir jelas di player Hpku. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5916179336055911148?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5916179336055911148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5916179336055911148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5916179336055911148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5916179336055911148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/11/dont-know.html' title='Dont know!!!'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-4201704345786163447</id><published>2008-09-30T14:38:00.003+07:00</published><updated>2008-09-30T15:44:40.174+07:00</updated><title type='text'>Kembali ke NOL yak :-)</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://pixelcode.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff174/pixelcode/koko%20raya/beduk78.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Get Hari Raya Graphics Here&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-4201704345786163447?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/4201704345786163447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=4201704345786163447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/4201704345786163447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/4201704345786163447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/09/kembali-ke-nol-yak.html' title='Kembali ke NOL yak :-)'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i237.photobucket.com/albums/ff174/pixelcode/koko%20raya/th_beduk78.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7350263299091976768</id><published>2008-09-17T10:49:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T10:51:48.762+07:00</updated><title type='text'>Ready To Lose You</title><content type='html'>Baby listen to me&lt;br /&gt;I want you to tell me the truth&lt;br /&gt;Stop being an actor&lt;br /&gt;Don't put my love into your game&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can't you see I love you more than you know&lt;br /&gt;Can't you see I'm trying to be honest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't deny me, I know it won't last forever&lt;br /&gt;Don't argue me, your reason is not enough to make me&lt;br /&gt;Believe in everything you did&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause I'm ready to lose you&lt;br /&gt;And I'm ready to let you go&lt;br /&gt;So I'm ready to live without you&lt;br /&gt;Please don't try to hold me&lt;br /&gt;'Cause I'm ready to lose you&lt;br /&gt;I'm ready to lose you&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7350263299091976768?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7350263299091976768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7350263299091976768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7350263299091976768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7350263299091976768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/09/ready-to-lose-you.html' title='Ready To Lose You'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7139711438719935278</id><published>2008-09-16T16:08:00.002+07:00</published><updated>2008-09-16T16:13:31.051+07:00</updated><title type='text'>Tragedi Pasuruan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/SM94Sx6xvfI/AAAAAAAAAJI/VUU4RGjCXFQ/s1600-h/zakat15.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/SM94Sx6xvfI/AAAAAAAAAJI/VUU4RGjCXFQ/s200/zakat15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246544354942762482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;semoga segala amal dan kebaikannya selama di dunia diterima di sisi-Nya. amien&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7139711438719935278?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7139711438719935278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7139711438719935278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7139711438719935278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7139711438719935278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/09/tragedi-pasuruan.html' title='Tragedi Pasuruan'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/SM94Sx6xvfI/AAAAAAAAAJI/VUU4RGjCXFQ/s72-c/zakat15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-8286254308667755541</id><published>2008-08-28T15:48:00.003+07:00</published><updated>2008-08-28T15:55:58.437+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/SLZm54TuciI/AAAAAAAAAHU/vJbJltgFhgk/s1600-h/marhaban+ya+ramadhan.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/SLZm54TuciI/AAAAAAAAAHU/vJbJltgFhgk/s200/marhaban+ya+ramadhan.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239488361045848610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gak terasa udah satu tahun lewat. Banyak hal yang udah kita alami and kita lewatin, baik senang, sedih, suka, maupun duka.&lt;br /&gt;Marhaban Ya Ramadhan... Mudah-mudahan puasa tahun ini membuat kita bertambah 'dekat' dengan-Nya dan selalu dalam berkah-Nya. Amin...&lt;br /&gt;Maapan yak... :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-8286254308667755541?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/8286254308667755541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=8286254308667755541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8286254308667755541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8286254308667755541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/SLZm54TuciI/AAAAAAAAAHU/vJbJltgFhgk/s72-c/marhaban+ya+ramadhan.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5388873307246936946</id><published>2008-07-21T15:31:00.006+07:00</published><updated>2008-07-25T09:31:49.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIhttp://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51JX17nI/AAAAAAAAAFk/qX9UWWfpEHY/s1600-h/DSC07406.JPGRPSo3w-EI/AAAAAAAAAFU/wqvWhSLh9-s/s1600-h/DSC07418.JPG'/><title type='text'>NARCIS!!!</title><content type='html'>lucuan mana tante ama ponakannya? hehehee&lt;br /&gt;lagi narcis niy :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSN6HQJI/AAAAAAAAAE8/VT5al8qaVoI/s1600-h/DSC07439.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSN6HQJI/AAAAAAAAAE8/VT5al8qaVoI/s200/DSC07439.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225388642046263442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; lucu yak... :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51JX17nI/AAAAAAAAAFk/qX9UWWfpEHY/s1600-h/DSC07406.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51JX17nI/AAAAAAAAAFk/qX9UWWfpEHY/s200/DSC07406.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226772427751943794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSVsYlrI/AAAAAAAAAFE/SQfLPj3T7e0/s1600-h/DSC07407.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSVsYlrI/AAAAAAAAAFE/SQfLPj3T7e0/s200/DSC07407.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225388644136162994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ehemmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51fr-SrI/AAAAAAAAAF0/psEBRCf-RUI/s1600-h/DSC07421.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51fr-SrI/AAAAAAAAAF0/psEBRCf-RUI/s200/DSC07421.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226772433741957810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSYGWsEI/AAAAAAAAAFM/M2ZnCTabmNk/s1600-h/DSC07412.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSYGWsEI/AAAAAAAAAFM/M2ZnCTabmNk/s200/DSC07412.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225388644781961282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; mmmuuaaahhh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSo3w-EI/AAAAAAAAAFU/wqvWhSLh9-s/s1600-h/DSC07418.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSo3w-EI/AAAAAAAAAFU/wqvWhSLh9-s/s200/DSC07418.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225388649284171842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; smileee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSncXHwI/AAAAAAAAAFc/YLBeieHgup0/s1600-h/DSC07405.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSncXHwI/AAAAAAAAAFc/YLBeieHgup0/s200/DSC07405.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225388648900796162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51X7LebI/AAAAAAAAAFs/3-ANPEN62Eg/s1600-h/DSC07404.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51X7LebI/AAAAAAAAAFs/3-ANPEN62Eg/s200/DSC07404.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226772431658252722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51vUyIYI/AAAAAAAAAF8/AkWTjIOoaSg/s1600-h/DSC07400.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIk51vUyIYI/AAAAAAAAAF8/AkWTjIOoaSg/s200/DSC07400.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226772437939659138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;cheerrs...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5388873307246936946?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5388873307246936946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5388873307246936946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5388873307246936946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5388873307246936946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/07/lucuan-mana-tante-ama-ponakannya.html' title='NARCIS!!!'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SIRPSN6HQJI/AAAAAAAAAE8/VT5al8qaVoI/s72-c/DSC07439.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-435972276637768282</id><published>2008-06-30T16:53:00.001+07:00</published><updated>2008-06-30T17:02:21.114+07:00</updated><title type='text'>Love...</title><content type='html'>Suatu Cinta bukan berasal dari pendekatan atau perkenalan yang lama.&lt;br /&gt;Namun sebenarnya Cinta buah dari kecocokan&lt;br /&gt;Bila engkau mencintai seseorang sebenarnya engkau mencintai diri mu dalam dirinya…&lt;br /&gt;Karena sebenarnya cinta seperti cermin&lt;br /&gt;Diasat kau melihatnya kau dapat melihat dirimu dalam dirinya.&lt;br /&gt;- Kahlil Gibran -&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;jadi inget ama liriknya COUNTING CROWS "Butterfly In Reverse"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maryann you’re better than the world&lt;br /&gt;they took a lot of time getting it right on this girl&lt;br /&gt;i said maryann you’re better than the world&lt;br /&gt;they did a lot of things right on this girl&lt;br /&gt;i had a lot of girlfriends&lt;br /&gt;i should have known them&lt;br /&gt;click your heels and count back from three&lt;br /&gt;do you want to go back&lt;br /&gt;you should have known that&lt;br /&gt;the butterfly in reverse here is me&lt;br /&gt;maryann you’re better than the world&lt;br /&gt;they took a lot of time getting it right on this girl&lt;br /&gt;i said maryann you’re better than the world&lt;br /&gt;they did a lot of things right on this girl&lt;br /&gt;where’d you want to go to&lt;br /&gt;with nothing beside you&lt;br /&gt;but webbing and curfews and rain&lt;br /&gt;and everything that hurts you&lt;br /&gt;gets stuffed up inside you&lt;br /&gt;like butterflies with wings&lt;br /&gt;or other perfect things&lt;br /&gt;we go swimming in the sunshine&lt;br /&gt;dangling from clotheslines&lt;br /&gt;seperate and fall into me&lt;br /&gt;and did you ever see me&lt;br /&gt;me absolutely&lt;br /&gt;me but all you but still me&lt;br /&gt;maryann you’re better than the world&lt;br /&gt;they took a lot of time getting it right on this girl&lt;br /&gt;i said maryann you’re better than the world&lt;br /&gt;they did a lot of things right on this girl did alot of things right on this [2x]&lt;br /&gt;did alot of things right on this girl&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-435972276637768282?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/435972276637768282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=435972276637768282' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/435972276637768282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/435972276637768282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/06/suatu-cinta-bukan-berasal-dari.html' title='Love...'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7122458863111780944</id><published>2008-06-26T10:20:00.002+07:00</published><updated>2008-06-26T10:25:04.930+07:00</updated><title type='text'>Jealous?</title><content type='html'>Cemburu…&lt;br /&gt;Pernah merasakan perasaan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu malu untuk mengungkapkan rasa ini, karena setiap orang pasti pernah merasakannya meskipun tanpa disadari, terlebih ketika sedang menjalani hubungan dengan seseorang. Cemburu memang sering didefinisikan sebagai bentuk ketakutan akan kehilangan rasa sayang dari pasangan kita. Terkadang cemburu diperlukan sebagai petunjuk rasa sayang kita terhadap pasangan, namun tidak sedikit pula kalau cemburu yang berlebihan pun dapat membuat si pasangan menjadi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pernah ingat saat kita masih kanak-kanak? Saat melihat teman sepermainan kita lebih senang bermain dengan yang lain, kita merasa terabaikan. Atau saat beranjak dewasa, kita pernah dikhianati oleh sang kekasih sehingga alasan mengapa seseorang merasa cemburu adalah karena merasa takut kehilangan dan tidak aman, maka tidak heran bila timbul perasaan posesif terhadap si pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah menghadapi orang pencemburu? Yang pertama dapat dilakukan adalah kita tidak harus larut dalam situasi yang diciptakan oleh si pasangan. Kita dapat mengarahkan si pasangan untuk berfikir logis dan tetp tenang. Setelah ia mulai merasa rasional, baru berilah jamina kepadanya kalau Anda tidak akan membuat hubungan menjadi lebih beresiko. Bangunlah rasa kepercayaan diantara kita dan pasangan, karena point yang sebenarnya yang harus dijaga adalah hubungan yang tetap terjaga bukan? Tetapi bila sudah diberi pengertian dan pikiran-pikiran yang rasional kepada pasangan namun ia tetap saja tidak percaya sehingga rasa cemburunya menjadi semakin berlebihan, keras kepala, dan tidak rasional, maka jalan trakhir yang dapat kita lakukan adalah memutuskannya. Hehehee…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saja kok repot….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7122458863111780944?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7122458863111780944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7122458863111780944' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7122458863111780944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7122458863111780944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/06/jealous.html' title='Jealous?'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-921273444454110225</id><published>2008-05-15T14:11:00.006+07:00</published><updated>2008-06-03T12:28:17.827+07:00</updated><title type='text'>Detik Demi Detik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SCvkmG3_0PI/AAAAAAAAAEM/ku9Tw_1Z1cI/s1600-h/foto+1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SCvkmG3_0PI/AAAAAAAAAEM/ku9Tw_1Z1cI/s320/foto+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200501538061013234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kawan-kawan gue di kantor. Setahun lebih gue kerja di sini,tepatnya di PT Tiga Visi Utama, produknya berbentuk majalah yang fokus berbicara mengenai 'parenting', namanya inspired kids. lalu ada juga yang bergerak di bidang Event Organizer bernama Spinner dan terakhir yang sedang di garap adalah Inspired Living.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil ketika gue berpamitan untuk resign. Sedih juga kalau inget saat itu,but mau gimana lagi, karena saat itu gue keterima di tempat lain. Sebetulnya di kantor ini gue nyaman bekerja, bagi gue gak ada masalah personal ama kru-kru nya, karena gue termasuk orang yang cuek ama orang lain. So, gue ga terpengaruh ama orang yang bawel, cerewet, tukang gosip, atau lainnya. Yang penting bagi gue, selama dia ga ganggu gue bekerja, gue sih 'sebodo' amat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue coba sebutin satu-satu personil Tiga Visi ini.&lt;br /&gt;bagian depan dari kanan ke kiri: Mb' Lina, dia bekerja di bagian HRD. Selanjutnya Adis, awalnya dia bekerja sebagai out sources tapi sekarang sudah menjadi pegawai tetap di perbantukan di bagian Spinner (EO). dan terakhir adalah Mb' Wiwit, dia adalah GM nya kantor.&lt;br /&gt;Bagai kedua dari kanan ke kiri: Mb' Mei, dia bekerja di bagian Inspired Living dan baru masuk kira-kira dua minggu. Selanjutnya,Mb' Maya, dia di bagian distribusi majalah. Lalu Mb' Yanis, bagian event and promotion. Berikutnya ada Gue, staff editor. Di belakangnya ada Mb' Natali, dia adalah senior marketing (sumpeh cerewet banget!)hehee. Sebelahnya Mb' Lina, dia staff editor dan sama-sama resign saat itu. Lalu ada Mb'Ike, dia adalah asisten chief editor (my soulmate), dan terakhir ada Mb'Revi, dia di bagian marketing.&lt;br /&gt;Bagian ketiga dari kanan ke kiri (duh ga rapih banget si barisnya!): Tomi, dia adalah designer. Lalu agak jauhnya ada Christian, dia di bagian finance. dan di belakangnya ada Taufik, dia designer juga.&lt;br /&gt;Bagian belakang dari kanan ke kiri: Mas Dody, dia adalah piar director Spinner. Selanjutnya Irwan, dia di bagian designer untuk spinner. Lalu ada Mas Oni, dia di bagian OB sekaligus kurir di kantor. Di bagian agak terpisah ada Mas Kukuh, dia adalah chief editor sekaligus 'ayah' bagi kami (gue doank kalee, hehee). dan yang terakhir ada Mas Irvan, dia membantu finance di bagian perpajakan.&lt;br /&gt;sebetulnya masih ada lagi yang belum ada di foto itu, yakni Mb Meli, dia asissten editor. Lalu ada Mb' Ursula bagian event and promotion juga. Berikutnya ada Pak Hardi dan Pak Syarief, di bagian driver dan distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa gue bisa 'terdampar' di antara mereka-mereka itu begini ceritanya. Setahun yang lalu, tepatnya akhir maret 2007 gue lulus and menyandang gelar SE dari universitas lampung. Karena gue orangnya gak doyan 'diem', gue langsung lamar sana sini and salah satu lamarannya adalah ke kantor ini, melamar sebagai reporter. Gak nyampe satu bulan, kira-kira tiga minggu kemudian gue keterima di kantor ini (Tiga visi utama, red). Kebetulan saat kuliah dulu gue aktif di pers kampus. yah..meskipun ijasah ekonomi gue belum kepake, setidaknya ilmu gue di organisasi pers kampus dulu bisa gue gunain buat batu loncatan sebelum akhirnya gue mendapat kerjaan yang sesuai dengan ijasah atau emang udah disitu kali jalannya ;-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kerja di sini beda banget. Meskipun nyantai dan sudah terstruktur,tapi gue gak bisa nyepelein deadline begitu aja. Kalau gak, bisa-bisa ntu majalah gak terbit-terbit. Apalagi beda pemred, beda juga kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawal-awal gue masuk, pimpinan gue seorang wanita 'perkasa'. Gue salut ama dia, namanya Mb Mia! dia termasuk orang yang gue kagumi and gue segenin, sampai akhirnya di akhir agustus 2007 dia digantikan dengan seorang pria yang sebelumnya pernah bekerja di majalah Gatra, namanya A Kukuh Karsadi, gue biasa memanggilnya mas Kukuh atau ayahkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya hari-hari gue terbiasa ama deadline, ketemu ama berbagai psikolog, dokter, pengamat pendidikan, sampai sekolah-sekolah elit di jakarta. Di sini juga gue belajar banyak tentang penyakit-penyakit yang baru gue kenal, masalah seputar keluarga, sampai masalah seputar kewanitaan , secara gue sering banget ketemu dokter kandungan. Oh ya, dari hasil liputan-liputan yang gue datengin, gue juga jadi sering ketemu artis, masuk hotel-hotel elite di jakarta and tentunya nyobain semua makanannya, heee... but its just refreshing for me, kalau suntuk di kantor, paling enak ya kalau ada liputan di hotel :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah.. begitulah. Pokoknya setahun gue bekerja di sini,banyak ilmu yang bisa gue ambil. meskipun mungkin dari beberapa ilmu itu belum bisa gue terapin sekarang, setidaknya saat gue sudah berkeluarga nanti, bisa gue terapin :)&lt;br /&gt;i'm gonna miss u all&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-921273444454110225?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/921273444454110225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=921273444454110225' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/921273444454110225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/921273444454110225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/05/ini-adalah-kawan-kawan-gue-di-kantor.html' title='Detik Demi Detik'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SCvkmG3_0PI/AAAAAAAAAEM/ku9Tw_1Z1cI/s72-c/foto+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-403182963430066624</id><published>2008-04-24T11:10:00.006+07:00</published><updated>2008-04-25T11:29:00.347+07:00</updated><title type='text'>Nongkrong? Yuukk</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SBAJlf_YzoI/AAAAAAAAADU/VMW6vQU1J3E/s1600-h/DSC_0691.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SBAJlf_YzoI/AAAAAAAAADU/VMW6vQU1J3E/s320/DSC_0691.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192660910205357698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau kebetulan sedang berjalan-jalan di Kota Bandarlampung, gak ada salahnya buat singgah sejenak di Waroeng Diggers. Waroeng yang umumnya didatangi oleh kaum muda-mudi ini bisa dibilang sebagai Cafe’ Hollywoodnya Lampung. Berada di bilangan Pahoman, Teluk Betung. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SBAZE__YzqI/AAAAAAAAADk/e0KyW4yUPWE/s1600-h/DSC_0687.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SBAZE__YzqI/AAAAAAAAADk/e0KyW4yUPWE/s320/DSC_0687.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192677944045653666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beda ama café atau warung-warung lainnya yang pernah gue singgahi di Lampung. Selain menyajikan makanan dan minuman serta musik, baik live musik maupun setelan kaset, yang juga membuat menarik café ini adalah pemandangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letaknya yang berada di ketinggian membuat kita bisa melihat pemandangan yang ‘sumpeh’ keren banget. Di sana gue bisa lihat tiga pemandangan jadi satu, yakni gunung, kota, ama laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil waktu gue ke Lampung dalam rangka beres-beres kosan. Kebetulan saat itu kosan gue belum diberesin, and banyak barang-barang yang mesti gue benahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke waroeng Diggers. Menurut gue menu yang disajikan di waroeng ini terbilang biasa-biassa aja, alias standar. Karena yang datang ke sana kebanyakan kaum muda, nama-nama menu yang ditampilkan juga dibuat menarik, seperti ditambahin kata-kata merah delima, merah merona, dlll. Maklum gue gak terlalu hapal kalau ama nama-nama menu, yang penting makan….:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali dalam seminggu waroeng ini menampilkan musik ‘live’ dari band-band local Lampung. Dan tempat duduk yang disediain juga ada tiga jenis, ada yang untuk keluarga, ada yang kayak saung “bambu’, dan ada yang di tengah-tengah lapangan tapi kalau hujan resikonya kebasahan, tapi kalau kebetulan cuaca cerah, wah…duduk di bagian ini lebih indah lagi pemandangannya. Apalagi kalau malam, lampu-lampu kota dan kapal laut kelihatan cantik banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan foto ini gue ambil pada sore hari. Jadi ya begini jadinya…☺&lt;br /&gt;Bisa jadi reference kalian kalau mau ngadain ultah and acara kongkow-kongkow bareng temen lama alias reunian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-403182963430066624?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/403182963430066624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=403182963430066624' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/403182963430066624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/403182963430066624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/04/nongkrong-yuukk.html' title='Nongkrong? Yuukk'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SBAJlf_YzoI/AAAAAAAAADU/VMW6vQU1J3E/s72-c/DSC_0691.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3085491221365147876</id><published>2008-04-23T15:42:00.007+07:00</published><updated>2008-04-25T10:41:58.686+07:00</updated><title type='text'>in Memories</title><content type='html'>Hari ini gue chat ama Diova, dia salah satu sahabat sekaligus saudara gue. Di sela-sela obrolannya, dia kirim gambar hasil “racikan” nya, yang sebetulnya foto-foto di dalamnya diadopsi dari beberapa koleksi dia.&lt;br /&gt;Hasilnya lumayan juga, dalam hati. Gue jadi inget masa-masa kuliah di Lampung. Mau tahu siapa aja yang ada di dalam foto itu? Ini dia….&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SA8Ipf_YznI/AAAAAAAAADM/HHry8l1_uRs/s1600-h/buatan+diova~.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SA8Ipf_YznI/AAAAAAAAADM/HHry8l1_uRs/s320/buatan+diova~.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192378404436495986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar atas, kiri ke kanan&lt;br /&gt;Mayna, lengkapnya Mayna Satri. Cewe Lampung ini satu fakultas and satu jurusan ama  gue di Unila, yakni Ekonomi Pembangunan. Sekarang ini dia hijrah ke Jakarta, mencoba mengadu nasib dengan bekerja di salah satu perusahaan Advertising di bilangan Tebet. Kalau ama dia, gue masih sering berhubungan, baik by phone maupun ketemu langsung, maklum jarak tempat tinggal dia yang di Pasar Minggu juga gak terlalu jauh dari kosan gue di bilangan Benhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heni, cewe yang mempunyai nama lengkap Heni Fujiastuti ini lebih dikenal dengan sebutan Qynoz. Makanya Diova tulis nama dia di gambar itu dengan panggilan “Qynoz”. Asal dia dari desa Petir, Serang, satu kota ama gue tapi beda desa ☺. Udah lama juga gue gak bersua ama dia. Terakhir gue dapat kebar, cewe bertubuh mungil ini jadi dosen di Universitas Tirtayasa Banten sambil menjalani kuliah S2nya di UPI Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diova, atau lebih lengkapnya Diova Laviria Alfirazi. Cewe turunan Palembang ini emang paling beda ama kita yang laennya. Terutama dengan gue, beberapa kali cara pikir gue selalu ‘beda’ ama cewe lulusan ilmu pendidikan bimbingan konseling ini. Tapi itulah pertemanan, dengan perbedaan semuanya menjadi indah. Sekarang ini dia aktif di MQ radio sebagai penyiar. Kalau tidak salah dia siaran setiap minggu and kamis, dan katanya juga sekarang sudah bisa didengar dengan hanya membuka situs MQ, mqfmlampung.listen2myradio.com. waduh…kok jadi ajang promosi ya :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah yang terakhir itu gue. Sama dengan Mayna, gue yang asli Serang-Sunda ini juga berhijrah ke Jakarta, bekerja di salah satu media yang fokus berbicara seputar keluarga. Jadi maklum kalau sebagian isi blog ini isinya seputar keluargaa, khususnya pasangan suami istri ☺&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, ntah sejak kapan dan karena apa, sekarang ini kalau kita berempat berkomunikasi selalu menggunakan kata-kata “jeung”. Kok jadi kayak ibu-ibu arisan yak? Hehehehe.. but its fine…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar tengah, kiri ke kanan&lt;br /&gt;Keterangannya sama ama gambar di atas, tapi urutannya yang berbeda. Pertama Diova, gue, Mayna, and Heni alias Qynoz. Cuma foto gue kok kecil banget yak? Wah…agak-agak kecewa nih. But its ok, yang penting masih ada meskipun nyelip :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar bawah, kiri ke kanan&lt;br /&gt;Ini adalah keluarga teknokra angkatan 24. Meskipun gak lengkap, tapi sebagian besar hadir saat pertemuan sore itu. Foto ini diambil di Pantai Mutun, Teluk Betung pada medio July 2006. Atas ide Iduy, dia taro kamera “curian” di atas karang and nyuruh kita buat angkat kaki sebelah. Alhasil, jepretannya pun gak bagus-bagus banget, coz kita semua gak tahan kepengen ketawa ngakak, hehehee…&lt;br /&gt;Siapa mereka? Ini dia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iduy, Cowok ceking ini bernama lengkap Yudi Nopriansyah and orang LA alias Lampung Asli, tapi dia selalu mengaku kalau ada darah sunda mengalir di dalam tubuhnya. Kabar terakhir yang gue dengar, sekarang ini dia bersama teman-temannya aktif dalam kegiatan program pemerintah “nikah masal”. Meskipun aktif dimana-mana, mulai dari percetakan ampe nikahin orang, cuma yang disayangkan dari cowo berwajah preman namun anak mami ini, dia kurang perhatian ama kuliahnya. Jadi ampe sekarang dia masih ‘betah’ tinggal di kampus :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diova, keterangan sama ama yang gambar atas. Cuma gue tambahin, dia ini kalau ketawa suka merem, jadi paling seneng kita ledekin terutama ama gue, hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayna, sama ama keterangan gambar atas. Gue tambahin dikit, dia juga kalau ketawa terutama untuk hal-hal yang dianggap paling ‘lucu’ banget, ekspresinya suka merem kayak Diova. Tapi kalau gue bilang sih lebih mirip kayak orang lagi sakit perut kali ya, hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qynoz, sama halnya dengan keterangan gambar atas. Sedikit gue tambahin juga, karena diantara kita dia yang mempunyai mata paling sipit alias ‘segaris’ jadi wajar kalau saat dia ketawa, kadang-kadang suka kita tinggalin, wkwkwkwk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi, cowo LA alias Lampung Asli ini nama lengkapnya gue lupa. Padahal dulu sering banget kita sebutin, karena saat itu di Teknokra ada dua orang yang namanya Dwi. Cuma sekarang dia lebih sering dipanggil dengan sebutan Dwi ‘Ayam’.  Karena Cowo mellow ini pernah berjualan ayam potong untuk menghidupi adik-adiknya. Namun meskipun perjuangan dia di teknokra gak sampe selesai, tapi kita masih sering bareng. Terakhir gue tau kabarnya, dia menjadi pegawai di Kota Bumi, Lampung Utara tempat ia dilahirkan. Di unila dia kuliah ambil dua jurusan, D3 and S1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue, kayaknya udah sering deh ngebahas tentang gue. Lengkapnya ada di blog profile ‘about me’ :D. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diaji, sama halnya dengan Dwi, cowo Palembang ini pun tidak sampai selesai berjuang di Teknokra. Cuma karena dia masih rajin ke kampus, jadi masih sering maen and ketemu ama kita-kita di Teknokra. Meskipun gak sampai menjadi pengurus  di Teknokra, namun ilmu kuliahnya di jurusan komunikasi menjadi semangat buat dia untuk jadi wartawan. Sekarang dia bekerja sebagai reporter di media groupnya Jawa Pos di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erik. Wong Kito Galoh ini punya nama lengkap Erik Khafif Mukti. Cowo ‘Hacker’ ini paling demen di depan komputer, apalagi ngoprak ngaprik website, dia paling jago banget. Sama halnya dengan Iduy, cowo tinggi sekaligus kerempeng ini juga aktif di mana-mana, tapi satu hal yang gak keliatan aktifnya, yakni ngurusin kuliahnya di fakultas ISIP jurusan komunikasi. Sekarang dia sibuk ama urusan pemberitaan Unila via website, jadi kalau pernah buka situsnya Unila.ac.id, rata-rata news yang ada di dalamnya itu buatan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya masih ada beberapa temen angkatan 24 lainnya yang masih sering berhubungan dengan gue, meskipun hanya by YM alias chattingan, yaitu Dede Darmawan and Haji Munawaroh. Sayang keduanya waktu acara medio July itu tidak bisa ikut, karena saat itu Dede sibuk bekerja and Haji tidak ada di kosannya. Saat ini Dede atau cowok bergondrong gak jelas ini bekerja sebagai artistic di media Indonesia group di Lampung, dan Haji baru saja mendapat gelar sarjana hukumnya Maret 2008 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau liat-liat foto seperti ini, gue jadi teringat masa-masa di Lampung. Inget senang-susahnya tapi tetap kumpul-kumpul dengan mereka. Meskipun gue di sana merantau and gak punya sanak saudara, tapi dengan adanya mereka, kehidupan gue selalu ada yang mengisi.&lt;br /&gt;Friends forever….&lt;br /&gt;I love you all…..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3085491221365147876?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3085491221365147876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3085491221365147876' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3085491221365147876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3085491221365147876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/04/hari-ini-gue-chat-ama-diova-dia-salah.html' title='in Memories'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/SA8Ipf_YznI/AAAAAAAAADM/HHry8l1_uRs/s72-c/buatan+diova~.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3192955457379280301</id><published>2008-02-08T11:40:00.001+07:00</published><updated>2008-02-08T11:46:23.076+07:00</updated><title type='text'>Ekspresi Kasih Sayang, Kenapa diperlukan?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;" &gt;Bagaimana cara mengekspresikan rasa sayang Anda pada pasangan ketika gairah cinta sudah hilang atau pudar? Ada yang mengatakan lewat bunga, coklat, materi, hingga kata-kata indah. Masih perlukah hal itu dilakukan meskipun sudah menikah?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;" id="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;Romantisme merupakan hal yang penting dalam hubungan cinta-kasih setiap pasangan yang menikah. Hilangnya romantisme biasanya juga ditandai dengan berkurangnya aktivitas keluarga yang sebelumnya sering dilakukan secara bersama-sama. Mulai hal-hal sepele, seperti berbelanja kebutuhan bulanan, olahraga bareng, hingga kegiatan yang perlu dipersiapkan, seperti berlibur ke luar kota, makan malam berdua di tempat romantis, dan sebagainya. Sementara ini, banyak hal yang dapat menyebabkan memudarnya gairah romantisme pasanga suami istri, seiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya rutinitas sehari-hari yang membosankan, sibuk bekerja, komunikasi, dan intensitas bertemu yang kurang bisa menyebabkan romantis dalam keluarga menjadi hilang. Kebanyakan hilangnya rasa itu terjadi pada usia perkawinan madya (15 tahunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai faktor yang ada, faktor rutinitas, dan ketidakpedulian untuk mengantisipasi hilangnya romantisme dengan berbagai variasi hubungan, merupakan penyebab utama hilangnya gairah romantisme pada suatu pasangan. Terjadinya perubahan peran pada setiap pasangan, juga bisa menyebabkan memudarnya romantisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal perkawinan orientasi sebuah pasangan menikah adalah menjadi suami istri, dimana orientasi hubungan mereka lebih kepada pemenuhan kebutuhan kedua belah pihak. Namun setelah punya anak, status mereka berubah menjadi orangtua, dimana orientasi hubungan mereka kemudian berubah terutama kepada kebutuhan anak. Di saat inilah, sebuah pasangan sibuk dengan tugasnya masing-masing, misalnya seorang istri berubah menjadi figur ibu yang harus mengurus anak, lalu suami berubah figur menjadi seorang ayah yang harus bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas mengurus anak dan bekerja ini yang menjadi kebiasaan, sehingga tidak ada waktu untuk bagi pasangan duduk berdua, karena terlampau capek atau takut meninggalkan anak. Ketika anak-anak sudah besar pasangan ini berubah kembali menjadi suami istri. Tapi pada saat itu, biasanya mereka sudah tidak bisa lagi mengekspresikan rasa sayangnya, sehingga romantisme itu menjadi hilang dan pudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa gairah itu perlu ada?&lt;br /&gt;Setiap pasangan haruslah menjaga nyala api romantisme mereka, untuk membangun sensasi yang mungkin sedang mengalami penurunan. Terjadinya perubahan pola dari suami-istri menjadi ayah-ibu, lalu kembali lagi menjadi suami-istri inilah yang menyebabkan pola kepribadian seseorang menjadi berubah. Biasanya seorang istri lebih merasakan gejala ekspresi sayang atau romentisme itu hilang dari pasangannya, karena wanita lebih sensitif dan emosional. Jika kondisi ini dibiarkan, maka akan timbul permasalahan lainnya yang bisa menyebabkan keluarga menjadi tidak harmonis. Pudarnya nyala api romantisme bukan hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga pada anak dan anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga romantisme hubungan suami istri ini bukan hanya membutuhkan intensitas bertemu, namun juga memerlukan intensitas komunikasi yang baik. Di jaman modern seperti saat ini, meskipun tidak bertemu, tetapi tetap bisa dilakukan komunikasi seperti lewat e-mail, SMS, dan lain-lain. Sehingga hubungan cinta pun selalu segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi bisa saja berubah dan mengalami mood yang turun naik, tetapi ekspresi sayang tetap harus ada pada setiap pasangan agar pasangan tidak pernah merasa kehilangan rasa sayangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembalikan gairah cinta pada pasangan&lt;br /&gt;Jangan takut untuk meninggalkan anak hanya untuk makan berdua dengan pasangan, atau jangan malu untuk berkata ”i love u” pada pasangan setiap ia bangun tidur. Karena biasanya kita menjadi malas untuk mengungkapkan atau mengekspresikan rasa sayang jika sudah lama tidak melakukannya. Seperti duduk berdua di depan TV, berdiskusi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari itu semua yang penting adalah motivasi dari setiap pasangan untuk mengembalikan romantisme itu. Karena arti romantisme itu sendiri berbeda-beda bagi setiap pasangan, ada yang perlu dengan benda atau materi namun ada juga yang hanya dengan kata-kata. Karena bila si pasangan terbiasa mengartikan romantis itu dengan memberikan suatu benda, maka pelukan dan pasangan dari pasangannya tidak akan berasa. Sehingga, dibutuhkan komitmen dan motivasi bersama-sama antar pasangan. Jadi setiap pasangan harus saling membantu untuk merasakan kembali betapa cinta yang pernah tumbuh itu begitu menyenangkan untuk dinikmati dan direguk kembali. Sedangkan untuk mengatasinya, sebaiknya pasangan memiliki cara yang dapat membangkitkan kembali gairah yang sudah menurun tersebut dengan bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Munculkan Kembali Yang Pernah Ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangkitkan gairah romantis, tak harus mengeluarkan banyak uang. Bahkan sebenarnya Anda dapat membangkitkan romantisme tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra. Cobalah kembangkan imajinasi Anda, dan bayangkan hal-hal apa saja yang dapat membuat Anda dan pasangan Anda merasakan ungkapan sayang yang sudah lama tak terekspresikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pergi berkencan&lt;br /&gt;Tidak hanya saat berpacaran saja Anda mengajak pasangan untuk berkencan, setelah menikah pun Anda perlu sesekali mengajak pasangan Anda berkencan. Tapi sayangnya, kencan berdua ini justru jarang dilakukan oleh pasangan yang telah menikah. Anda bisa mengajaknya ke tempat-tempat tertentu yang menurut Anda akan dapat membuat Anda berdua merasa nyaman dan dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menulis surat cinta&lt;br /&gt;Saat Anda berpacaran tentu pernah menulis surat cinta pada si Dia. Kini meskipun sudah berumah tangga, tidak ada salahnya Anda kembali menulis surat cinta, atau sekedar menulis kata ”Aku sayang kamu” pada secarik kertas. Anda dapat menyimpannya di meja kerja, di dalam mobilnya, dan sebagainya. Yakinlah, ketika pasangan Anda melihat dan membukanya, ia akan merasa kalau Anda masih seperti yang dulu, saat pertama kali membina hubungan. Akan lebih baik, bila surat tersebut Anda susun dengan tulisan tangan Anda sendiri. Teknik seperti ini, menurut penulis Mars and Venus in The Bedroom, Jonh Gray Ph D, baik digunakan meski saat Anda sedang berjauhan maupun berdekatan dengan pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat kartu ucapan&lt;br /&gt;Jika Anda sering membeli kartu ucapan untuk menyampaikan selamat ulangtahun, misalnya, kepada pasangan Anda, kini cobalah Anda membuat kartu ucapan cinta dengan tangan Anda sendiri. Tak penting apakah kartu ucapan itu bagus atau tidak, namun kesan yang ingin disampaikan adalah bahwa Anda ingin mempersembahkan hasil karya Anda pada pasangan. Dengan cara ini, pasti ia akan lebih terkesan bahwa Anda telah berusaha untuk menyampaikan isi hati Anda padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bermain Games&lt;br /&gt;Siapa bilang bermain games hanya untuk anak kecil. Jika sebelumnya Anda sering bermain games dengan anak-anak, kini ajaklah pasangan Anda untuk melakukan hal serupa. Bersenda gurau dengan pasangan bisa mengembalikan gairah cinta yang hilang. Kegiatan ini bisa menghilangkan rutinitas yang membosankan dan menghilangkan sejenak kepenatan Anda dan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SMS si dia&lt;br /&gt;Teknologi bisa mendukung Anda untuk membangkitkan kembali gairah cinta yang hilang atau telah pudar. Jika Anda malu atau sungkan untuk mengucapkan ”I love you” secara langsung, berikan kata-kata romantis lewat SMS pada pasangan Anda. Pilih waktu yang kira-kira ia sedang tak disibukkan oleh urusan pekerjaan. Misalnya, pada saat jam makan siang kantor, menanyakan kabar, atau sekedar menulis kata ”i love you”, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini, akan membuat pasangan Anda merasa diperhatikan oleh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Say with flower&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini tentu sudah tidak asing. Meskipun terkesan gombal, namun kebanyakan wanita menyukai bunga. Tidak perlu dengan rangkaian bunga yang besar, cukup setangkai bunga yang diselipkan atau disematkan di tempat-tempat yang pasti akan ia singgahi untuk keperluan tertentu. Misalnya, meja rias, meja kerja, lemari pakaian, buku yang sedang ia baca, tas kerja, dan sebagainya. Atau berikan setangkai bunga mawar pada pasangan Anda di saat makan malam, di saat akan tidur atau di saat ia bangun tidur. Lalu tulis kalimat yang bisa membangkitkan gairah cintanya, seperti ”kamu adalah milikku malam ini” atau kalimat cinta lainnya dalam guntingan kertas dan berbentuk hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nonton film romantis&lt;br /&gt;Jika khawatir meninggalkan si kecil untuk pergi keluar untuk pergi menonton ke bioskop, Anda bisa melakukannya dengan cara lain. Ajak pasangan Anda duduk berdampingan di rumah sambil menonton film-film romantis. Terutama film-film yang pernah Anda tonton berdua ketika berpacaran dulu, atau film dengan adegan-adegan maupun jalan cerita yang dapat mengingatkan Anda berdua, pada masa-masa berpacaran dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mendengarkan musik&lt;br /&gt;Musik bisa mempengaruhi suasana. Melalui musik dan lagu Anda pun bisa membangkitkan suasana romantis. Ajak pasangan Anda duduk berdua sambil mendengarkan musik-musik romantis, atau lagu-lagu yang bisa membawa Anda berdua kembali ke masa lalu nan syahdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Masak berdua&lt;br /&gt;Romantis tidak harus dengan memberikan materi atau benda pada pasangan. Memasak bersama pasangan pun dapat membangkitkan kembali gairah cinta yang memudar. Cari resep masakan favorit Anda berdua, dan pilih waktu yang longgar untuk mencoba memasaknya bersama-sama. Apa pun hasilnya, mencoba membuat sesuatu secara bersama-sama akan terasa lebih fun dan menantang. Kebersamaan Anda dengan pasangan pada saat memasak, ekspresi sayang pasti akan tumbuh kembali. Karena menikmati kebersamaan dengan pasangan merupakan kesempatan yang harus selalu disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Beri kejutan&lt;br /&gt;Beri kejutan di hari spesial pasangan Anda, misalnya pada saat ia ulang tahun atau merayakan hari pernikahan. Tidak perlu memberi hadiah atau kado yang mahal, yang penting dapat memberi kesan bahwa apa yang Anda lakukan bertujuan untuk membahagiakannya dan menunjukkan perhatian Anda padanya. Misalnya memasak makanan kesukaannya, memijat pundak dan lengannyanya sepulang kerja, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bernostalgia ke tempat-tempat ”bersejarah”&lt;br /&gt;Ketika Anda berpacaran dulu pasti ada tempat-tempat yang berkesan yang pernah Anda kunjungi berdua. Tidak ada salahnya Anda berdua mengunjungi kembali tempat tersebut. Anda juga bisa memilih tempat yang ”bersejarah” bagi Anda berdua, yang bisa membangkitkan romantisme dan bahkan memunculkan kembali kenangan masa lalu saat masih berpacaran. Misalnya, saat Anda pertama kali berkencan dengannya, saat valentine teromantis yang pernah Anda alami berdua, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengubah penampilan&lt;br /&gt;Mengubah penampilan Anda sehari-hari, juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk membangkitkan romantisme pasangan. Boleh jadi, penampilan yang ”begitu-begitu” tidak akan membuatnya bereaksi terhadap kata-kata romantis yang Anda tuturkan. Cobalah untuk bereksperimen, namun jangan terlalu berlebihan, yang penting dia menangkap kesan adanya perubahan pada diri Anda. Misalnya Anda mengubah potongan rambut dan berpakaian sederhana namun seksi, lalu berikan ciuman dan peluk hangat pada pasangan Anda, dan katakan kalau perubahan ini untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3192955457379280301?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3192955457379280301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3192955457379280301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3192955457379280301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3192955457379280301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2008/02/ekspresi-kasih-sayang-kenapa-diperlukan.html' title='Ekspresi Kasih Sayang, Kenapa diperlukan?'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-8056000537546458441</id><published>2007-12-18T17:51:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T17:59:19.858+07:00</updated><title type='text'>Grandparenting: Membantu atau Campur Tangan?</title><content type='html'>Kompromi dan komunikasi dapat mengimbangi perbedaan pola asuh yang kakek-nenek terapkan kepada si kecil, khususnya dalam penerapan disiplin. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi (27) langsung memasang wajah garang saat melihat putrinya Sakha (4) mengisap permen loli. Maklum saja Sakha baru saja sembuh dari sakit giginya, karena terlalu banyak makan permen. “Di kasih nenek,” begitu katanya enteng, saat Dewi menanyakan asal permen itu. Sakha sebenarnya tahu kalau Bundanya tidak akan senang bila mengetahui ia mengisap permen, karena gigi-giginya sudah banyak yang hitam dan keropos. Tapi ia pun paham, biasanya bunda tidak akan mengomel ketika tahu bahwa permen itu diperoleh dari nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus seperti ini, sebenarnya sangat menjengkelkan Dewi. Toh, ia tidak bisa melarang mertuanya memberikan apa yang Sakha minta. Dewi sengaja memilih tinggal dekat dengan mertua, selain karena ia baru saja menikah, karena mertuanya dapat membantu menjaga Sakha saat ia dan suaminya bekerja. Namun terkadang ia merasa campur tangan mertuanya dalam pengasuhan Sakha, sering melanggar peraturan yang ia dan suaminya terapkan untuk mendispilinkan Sakha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian memang sering terjadi pada pasangan yang masih tinggal bersama orangtua atau mertua, maupun tinggal berdekatan dengan mereka. Orangtua memang dituntut untuk menjadi pengasuh dan pendidik utama anak, namun ketika kakek-nenek harus ikut berperan juga dalam pengasuhan anak, pola asuh yang diterapkan biasanya cenderung permisif. Perbedaan dalam pola asuh orangtua dan kakek-nenek, misalnya dalam hal penerapan disiplin yang bertujuan untuk memandirikan si anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pola asuh itu sifatnya prinsipil, jadi sebenarnya tidak ada pola asuh yang salah, sebab tidak ada orangtua yang ingin menjerumuskan anaknya. Hanya saja cara mengasuhnya itu yang terkadang salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal keinginan untuk mendisiplinkan anak, sebetulnya orangtua zaman dulu dan zaman sekarang relatif sama. Namun karena pengalaman hidup yang dialami, kakek-nenek menjadi tidak tega kepada cucunya. Misalnya ketika melihat cucunya seperti tidak mempunyai waktu bermain, karena sibuk les ini dan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bayi baru lahir, kakek-nenek memang menjadi salah satu sumber bantuan, dukungan, dan dorongan. Mereka selalu tahu apa yang harus dilakukan jika cucunya tidak enak badan, tidak mau makan, tidak bersendawa, menangis, dan sebagainya. Banyak wanita yang bertanya pada ibu atau mertuanya, sebelum ia menanyakan kepada suami mengenai seputar masalah bayi. Namun begitu masuk ke masalah pengasuhan anak, tampaknya pengasuhan yang diterapkan orangtuanya atau mertuanya menjadi salah, sehingga timbul ketidaksetujuan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya kakek-nenek yang terlalu banyak ikut campur dalam pengasuhan anak tidak akan menjadi masalah jika orangtua sepaham dengan kakek-nenek tentang bagaimana cara mengasuh anak. Namun justru karena berbeda, timbul berbagai masalah, bahkan beberapa pasangan sering bertengkar karena beda paham tentang seberapa jauh orangtua mereka (kakek-nenek) bisa mengasuh anak. Sebagian besar terjadi karena mereka kurang komunikasi mengenai cara mendidik yang ‘baru’ sesuai dengan zaman untuk anak. Biasanya kakek-nenek terlalu memanjakan si anak. Aturan yang sudah diterapkan oleh orangtua kepada anak-anaknya justru dilanggar kakek-neneknya. Hal ini dapat menimbulkan perselisihan pada  beberapa pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kakek-nenek ikut campur&lt;br /&gt;Pengasuhan yang dilakukan kakek-nenek (grandparenting), yang bisa juga disebut ‘kesempatan kedua untuk menjadi orangtua’. Sehingga tidak heran banyak kakek-nenek yang ingin terlibat dalam pengasuhan cucu mereka, atau tidak jarang pula mereka melakukan ini untuk ‘menebus dosa’ atas ketidakmampuan yang dulu dialami ketika membesarkan anak mereka sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adanya perbedaan pola asuh ini baik langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada kemandirian anak. Misalnya anak akan menjadi kurang mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugas hariannya seperti makan, mandi, atau kurang mandiri dalam menyelesaikan masalah. Namun yang menjadi masalah adalah ketika nenek tidak mengizinkan si cucu makan sendiri, alasannya anak masih kecil, akan berlepotan, berantakan, dan sebagainya. Padahal orangtua tahu bahwa untuk memandirikan anak, anak harus diberi kesempatan untuk makan sendiri sejak kecil.  &lt;br /&gt;Tetapi campur tangan kakek-nenek dalam pengasuhan cucu, hendaknya tak hanya dilihat dari sisi jeleknya saja. Ada juga sisi positifnya. Misalnya kakek-nenek dapat berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengasuh anak, sehingga anak mendapatkan pengasuhan yang lebih baik seperti pengaturan menu makanan, atau si anak tidak melulu bergaul dengan pengasuhnya. Sisi positif lainnya, biasanya kakek-nenek sering mengajarkan bekal keterampilan kepada si anak. Misalnya menanam pohon, bercerita tentang silsilah keluarga,  pengalaman hidup mereka, dan lain sebagainya. Di pihak lain, si anak pun bisa belajar dari segala pengalaman yang sudah dialami oleh kakek-neneknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika sikap memanjakan cucu yang ditunjukkan kakek-nenek ini terus dilakukan akan menyebabkan penerapan disiplin yang sudah diterapkan menjadi tidak konsisten. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan si anak memiliki kecenderungan negatif. Bisa jadi si anak akan membantah perintah orangtua dengan berlindung pada kakek dan neneknya, sehingga memperburuk hubungan orangtua-anak. Selain itu kemampuan anak dalam mengekspresikan emosinya juga terkadang menjadi kurang tepat, misalnya mudah merengek, merajuk, serta kurang percaya diri. Nenek atau kakek biasanya kurang tegas dan kurang dapat menolak permintaan si anak atau cucunya. Kalau mereka terlalu memanjakan si anak maka pola asuh yang sudah ada akan membuat si anak bingung. Oleh karena itu orangtua seharusnya memiliki keberanian untuk berbicara dengan kakek-nenek (orangtua atau mertua) mengenai permasalahan pola asuh yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompromi dan komunikasi&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih baik antara tinggal berdekatan orangtua atau tinggal berjauhan, semuanya ada sisi negatif dan positifnya. Jika pasangan tinggal berjauhan campur tangan kakek-nenek terhadap pola asuh anak memang tidak sedemikian intens. Namun akan sulit melarangnya, jika mereka tinggal berdekatan atau bahkan serumah dengan orangtua atau mertua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultur di Indonesia, kakek-nenek tidak tega kalau cucunya dilarang ini-itu. Sementara orangtua ingin menegakkan disiplin. Perbedaan semacam ini hendaknya dapat dikompromikan melalui diskusi antara anak dengan orangtua, yang kini sudah sama-sama menjadi orangtua. Dengan demikian, tidak akan ada lagi anggapan bahwa yangtua lebih berpengalaman dan pandai dalam hal mengasuh anak.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kakek-nenek terlalu jauh mengintervensi si cucu karena mereka sering tidak diberi peran yang jelas dalam mengasuh anak-anak. Oleh karena itu pada saat membahas mengenai pola asuh anak, sebaiknya kakek-nenek juga diajak berembug dan berdiskusi serta dilakukan kesepakatan yang baik antara mereka. Misalnya kakek atau nenek bertugas untuk mengajarkan hal-hal yang religius, mengantar jemput sekolah, mengawasi makan, tetapi untuk urusan mengerjakan PR tidak boleh turut campur. Dengan begitu mereka merasa dilibatkan dalam mengasuh cucunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama perlu diberikan pengertian mengenai tahapan perkembangan anak kepada mereka. Sebagai pasangan yang sudah mempunyai pola asuh untuk anak-anaknya, mereka perlu diingatkan kembali akan tahap perkembangan anak sesuai usianya. Hal ini penting agar kakek-nenek juga mengerti apa yang harus mereka lakukan. Hal-hal yang dapat dikompromikan misalnya penerapan disiplin yang bertujuan untuk melatih kemandirian. Kakek-nenek dalam hal ini bertugas untuk mengawasi saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari beberapa hal yang dikomunikasikan dan dikompromikan, si anak juga perlu diajak berdialog dan berdiskusi. Biasanya mereka yang berusia SD sudah dapat diajak bicara. Misalnya gambarkan risiko yang akan ia dapatkan ketika ia tidak mengerjakan PR dan terus bermain. Bagi mereka yang masih kecil (balita), orangtua dapat memberikan contoh misalnya ajak anak untuk makan bersama di meja makan dalam suasana yang lebih menyenangkan. Beri penghargaan positif bila anak dapat melakukannya walaupun masih belum sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebagai orangtua juga harus mampu mengajarkan hubungan interaktif kepada kakek-nenek mereka. Berikan waktu kepada mereka untuk bersama-sama dengan kakek-nenek, juga Anda. Dengan begitu kakek-nenek selalu merasa dilibatkan dalam mengasuh cucunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, orangtua masa kini harus mempersiapkan mental untuk menghadapi hubungan kakek-nenek dengan cucu yang mungkin akan berbeda di masa depan. Seiring berubahnya waktu, kehangatan dan keintiman yang ditunjukkan anak-anaknya sekarang kepada kakek dan nenek barangkali tidak akan mereka alami dengan cucunya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir,ingatlah, bagaimanapun juga orangtua Anda yang telah berjasa membesarkan Anda, begitu pula mertua yang telah membesarkan pasangan Anda. Kalaupun dulu mereka melakukan kesalahan, biarkan mereka menebusnya sekarang dengan berbuat baik terhadap anak Anda. Perbedaan? Selama Anda dan mereka mempunyai tujuan untuk mencintai si kecil, mengapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips berbagi pola asuh kepada kakek-nenek tanpa menimbulkan perselisihan:&lt;br /&gt;1.Pertama-tama ajak kakek-nenek berdiskusi mengenai pola asuh yang akan diterapkan dan tujuan pendidikan anak,&lt;br /&gt;   misalnya kemandirian bagi si anak.&lt;br /&gt;2.Setiap pasangan harus siap menjadikan sesuatu menjadi lebih baik, untuk itu harus ada pengorbanan dan keberanian &lt;br /&gt;   berbicara kepada orangtua atau mertua. Tentu saja cara penyampaian pola asuh ini harus dengan baik-baik dan rendah &lt;br /&gt;   hati. Gunakan kata ‘mohon pertolongan’, karena secara pikologis maknanya kuat sekali.&lt;br /&gt;3.Berikan paparan aturan dasar yang akan diterapkan pada seluruh anggota keluarga. Misalnya larangan menonton televisi &lt;br /&gt;   selepas Magrib. Aturan tersebut harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga termasuk kakek-nenek. &lt;br /&gt;4.Hindari membentak atau mendebat kakek-nenek. Kalaupun ada perselisihan, hendaknya dibicarakan tidak di dekat anak, &lt;br /&gt;   karena anak merupakan pengamat yang sangat baik.&lt;br /&gt;5.Untuk menghindari biang-biang perselisihan, sebaiknya membiasakan pertemuan yang teratur, sekedar menjaga &lt;br /&gt;   keakraban. Misalnya makan malam bersama keluar.&lt;br /&gt;6.Setiap pasangan hendaknya menyadari bahwa kakek-nenek adalah orang yang paling peduli pada cucunya, seperti &lt;br /&gt;   menceritakan kisah-kisah masa lalu, menanamkan kebanggaan keluarga, dan meningkatkan pengetahuan anak tentang &lt;br /&gt;   kebudayaan.&lt;br /&gt;7.Dalam menghadapi kakek-nenek, hendaknya menyadari bahwa mereka adalah model bagi sang anak. Oleh karena itu bila &lt;br /&gt;   ingin perlakuan yang baik dari anak-anak di masa tua, hendaknya memberikan mereka contoh yang baik.&lt;br /&gt;8.Walapun ada perbedaan cara pengasuhan, tetap berikan waktu kepada kakek-nenek untuk mengasuh cucu-cucunya. Hal &lt;br /&gt;   ini bukan saja hanya memberikan kebahagian bagi mereka yang sudah memasuki usia senja, namun juga bermanfaat  bagi &lt;br /&gt;   anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-8056000537546458441?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/8056000537546458441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=8056000537546458441' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8056000537546458441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8056000537546458441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/12/grandparenting-membantu-atau-campur.html' title='Grandparenting: Membantu atau Campur Tangan?'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5644498445598597186</id><published>2007-11-24T21:08:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T17:12:43.190+07:00</updated><title type='text'>Dua hari di pulau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0gy1FHVTZI/AAAAAAAAACA/IbE6E_2tyo0/s1600-h/P1016813.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0gy1FHVTZI/AAAAAAAAACA/IbE6E_2tyo0/s320/P1016813.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136411262503439762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bingung mau mulai dari mana. Gambar ini diambil teman saya saat mau turun &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;snorkeling &lt;/span&gt;(sedikit narcis sih :)).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Minggu pertama november lalu, saya dapat tugas meliput di Pulau Umang yang letaknya di Kecamatan Sumur-Pandeglang. Lebih tepatnya, saya ditugaskan me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;review &lt;/span&gt;tempat itu untuk masuk rubrik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekend&lt;/span&gt; majalah tempat saya bekerja. Tapi ada untungnya juga, selain karena tugas, itung-itung saya juga sedikit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; dari hiruk pikuk ibu kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih lima jam perjalanan dengan menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;carry &lt;/span&gt;tua, saya bersama dua kru lainnya berangkat kesana. Saya bertugas sebagai petunjuk arah, mas Embang menjabat sebagai supir sekaligus fotografer, dan Mita beanr-benar sebagai penumpang :). Awalnya sempat BETE, karena petunjuk jalan yang ada terkesan bikin penasaran. Sebentar-bentar tertulis "Pulau Umang 60 menit lagi" lalu beberapa kilo meter kemudian "Pulau Umang 25 menit lagi", dan seterusnya. Kalau dilihat waktunya lebih dari 60 menit untuk mencapai olang selanjutnya. "Kok tidak sampai-sampai ya, jangan-jangan plang itu untuk itungan ornag yang pakai BMW," seru Mita, dari tadi dia memang terlihat bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira pukul setengah lima sore kita sampai di Kecamatan Sumur. Disambut oleh petugas dan langsung membawa kita ke seberang pulau. Busyeettt...benar-benar indah sekali! Laut biru yang membentang, serta tanjung yang menjorok ke laut. Pulau Umang berada tepat ditengah-tengah tanjung dan Ujung Kulon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pulau yang berdekatan dengan Pulau Umang adalah Pulau Oar. Pulaunya benar-benar masih 'Virgin'. Pasir berwarna putih lagi lembut, banyak pelancong yang datang kesana menggunakan pasir itu untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;crub&lt;/span&gt;. diantara itu yang paling indah adalah terumbu karangnya yang masih juga 'virgin', beragam ikan masih hidup disana. Itu saya ketahui ketika mencoba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;snorkeling&lt;/span&gt; setengah jam lebih. Pemandangan di dasar laut memang dasyat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vYCFHVTaI/AAAAAAAAACI/IJX9lbHXVi8/s1600-h/P1017038.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vYCFHVTaI/AAAAAAAAACI/IJX9lbHXVi8/s320/P1017038.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137437330190454178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Gambar ini diambil ketika &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sunset&lt;/span&gt;. Benar-benar ciptaan Tuhan yang maha dasyat. Matahari seolah-olah merangkul gunung :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vgIlHVTbI/AAAAAAAAACQ/8V09VKP3rr0/s1600-h/P1016861.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vgIlHVTbI/AAAAAAAAACQ/8V09VKP3rr0/s320/P1016861.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137446237952626098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Kalau yang ini, diambil saat kita berada di atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speed boat&lt;/span&gt; menuju Pulau Umang. Bisa dibayangkan kalau berada di tengah-tengah laut ini? D&lt;span id="fullpost"&gt;ari pulau ini juga dapat dilihat pemandangan yang tidak kalah hebatnya, yakni anak gunung Krakatau. Jaraknya kira-kira 43 kilo dari Pulau Umang, jadi tidak terlalu jauh. Sebetulnya ketika itu kami kesana sempat juga merasa deg-degan, karena kabar di televisi status Anak Gunung Krakatau sudah Siaga 3. Tapi alhamdulillah saya kembali dengan selamat, tidak ada yang sakit dan tugas meliput pun selesai dengan baik. Sepulang dari sana, terpikir untuk mengajak kawan berlibur kesana, cuma sayang biayanya mahal sekali untuk hitungan anak kost seperti saya :). Maybe next time kali ya..&lt;br /&gt;piss... :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5644498445598597186?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5644498445598597186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5644498445598597186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5644498445598597186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5644498445598597186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/11/bingung-mau-mulai-dari-mana.html' title='Dua hari di pulau'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0gy1FHVTZI/AAAAAAAAACA/IbE6E_2tyo0/s72-c/P1016813.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3439305536679446676</id><published>2007-09-13T15:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T18:08:48.107+07:00</updated><title type='text'>Ketika Anak Tak Kunjung Hadir</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagian besar pasangan menikah pasti mendambakan untuk memiliki anak. Banyak yang berhasil mewujudkan keinginan tersebut, namun ada juga sebagian pasangan yang tidak dapat mewujudkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak merupakan pelengkap kebahagiaan bagi pasangan menikah. Saat berkumpul dalam acara keluarga, hal utama yang menjadi pertanyaan pastilah “kapan rencana punya momongan?” ”Sudah ‘isi’ belum?” dan lain-lain. Mungkin hal itu tidak menjadi persoalan bagi pasangan yang baru saja menikah, namun pertanyaan-pertanyaan sensitif tersebut bisa menjadi persoalan yang besar bagi mereka yang sudah lama menikah. Bahkan bagi yang mudah tersinggung, hal itu bisa menimbulkan amarah.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah pengukuhan hubungan dua individu, laki-laki dan perempuan dalam sebuah lembaga perkawinan yang sah. Salah satu tujuan umumnya adalah mendapatkan keturunan sebagai penerus generasi. Hampir sebagian besar pasangan menginginkan buah hati. Buah hati di sini bukan saja sebagai penerus generasi dan perekat perkawinan tetapi juga sebagai langkah selanjutnya bagi pria dan wanita dalam mengisi tugas perkembangannya sebagai ayah dan ibu. Dengan berubahnya peran, individu akan mulai belajar bagaimana harus berperilaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sebagian tujuan pernikahan adalah segera memiliki momongan, namun tidak sedikit pasangan yang sengaja menundanya. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa pasangan menikah menunda untuk memiliki momongan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, ketidaksiapan secara materi. Dalam hal ini, pasangan memiliki ketakutan bahwa pendapatan mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan si buah hati. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, ketidaksiapan secara psikologis. Alasan ini muncul karena adanya ketakutan tidak bisa menjadi ayah atau ibu yang baik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pasangan mendahulukan kepentingan lain. Misalnya, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan masih banyak alasan lainnya seperti salah satu pasangan sedang melakukan terapi pengobatan atau lainnya.&lt;br /&gt;Sementara alasan sebuah pasangan menunda kehadiran buah hati seringkali didasarkan pada motivasi pada saat awal menikah. Misalnya, pasangan yang menikah karena ingin mempunyai keturunan, sehingga sang istri menjadi “mesin produksi anak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga pasangan yang menikah lebih karena ingin mempunyai teman. Selain itu, ada juga pasangan yang menunda kehadiran buah hati karena ingin mengenal lebih dalam pribadi pasangannya. Biasanya mereka menikah karena dijodohkan. Bahkan, untuk alasan yang terakhir, ada pasangan yang bersama lebih dari 10 tahun namun tidak pernah berhubungan. Pasangan tersebut tetap mempertahankan perkawinan, setia, dan akhirnya hubungan mereka menjadi seperti kakak beradik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penantian akan lahirnya buah hati bisa menjadi masalah di dalam rumah tangga. Terutama bila keduanya tidak bisa menerima keadaan dan salah satu pihak menimpakan kesalahan pada pasangannya. Biasanya dalam hal ini istri yang menjadi korban, padahal suatu pasangan tidak dikarunia anak bukan melulu dikarenakan masalah infertilitas tetapi juga masalah psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang depresi namun banyak juga dari mereka yang tidak juga dikarunia anak menerimanya dengan pasrah dan berpikir positif. Namun hal itu kembali lagi pada konsep pernikahan mereka, ada yang ingin cepat dapat momongan tetapi ada juga yang ingin menunda dengan berbagai alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Timbul Masalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pasangan menikah setelah bertahun-tahun tidak dikaruniai anak, meskipun orang sekitar tidak berucap tapi secara tidak langsung sering mempertanyakan apa yang terjadi hingga pasangan itu tidak dikaruniai anak. Bahkan tak jarang hal itu menjadi perguncingan, seperti bagaimana masa tuanya bila tidak ada anak sampai urusan adopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diawal menikah konsep yang dipegang adalah memiliki momongan maka ketidakhadiran si buah hati ditengah-tengah keluarga tentu menjadi permasalahan yang besar. Belum lagi lingkungan sekitar yang mencap Anda atau pasangan Anda dengan ungkapan ‘mandul‘, tentunya hal itu sangat tidak nyaman. Dalam banyak kasus memang istri merasa lebih tertekan ketika setelah beberapa tahun mereka belum diberi keturunan karena dalam lingkungan atau masyarakat terbiasa mempersepsikan bahwa kesalahan ada dipihak istri. Bahkan ketika diketahui istri mempunyai masalah fertilitas, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak suami yang menginginkan untuk berpoligami atau bahkan ada juga istri yang merelakan suaminya untuk berpoligami. Tapi hal itu sangat kecil kemungkinannnya, karena pada dasarnya tidak ada seorang istri pun yang rela suaminya menikah lagi atau pun diduakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakhadiran buah hati ini bisa menimbulkan masalah ketika keduanya atau masing-masing pasangan tidak membuka pikiran untuk menerima keadaan dan mudah terpengaruh pada lingkungan sekitar. Ada yang tidak peduli namun ada juga sebagian pasangan lainnya yang terganggu dengan ketidadaan anak ini. Biasanya hal tersebut dikarenakan tidak adanya komunikasi dua arah di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Butuh Kedewasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pasangan mempermasalahkan belum adanya si buah hati ditengah-tengah mereka, meskipun bila dipersentasikan golongan seperti ini sangatlah kecil. Namun bagi pasangan yang belum memperoleh keturunan, dibutuhkan kedewasaan yang amat besar dari masing-masing pasangan, karena ketidakmampuan memliki keturunan bukan semata-mata kesalahan pasangannya (misalnya istri), apapun kondisinya sebaiknya setiap pasangan harus saling mendukung dan mencari sulusinya. Duduk bersama dan memikirkan bagaimana yang terbaik untuk keluarga harus dibicarakan diantara keduanya tanpa ada orang ketiga (orangtua, mertua, kakak, atau lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sebelum menikah setiap pasangan harus benar-benar mengenal pasangannya, mulai dari sifat baik dan jeleknya, kebiasaan-kebiasaan positif dan buruknya, cara dia mengambil keputusan sampai pola keluarga dari masing-masing pasangan. Hal tersebut perlu diketahui agar suatu saat kita tidak mempunyai pikiran menyesal dan saat timbul masalah maka hal-hal positif darinya lah yang perlu kita lihat. Karena setiap pasangan menikah harus berpikir untuk saling melengkapi bukan hanya memikirkan masalah anak yang tidak hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mempunyai kedewasaan berpikir akan melihat bahwa anak hanyalah titipan Tuhan dan bukan milik kita sepenuhnya. Setiap orang mempunyai kelebihan masing-masing dan tidak ada yang sempurna. Oleh karenanya ketika dalam berumah tangga anak tidak juga hadir jangan pernah berpikiran negatif terhadap pasangan kita, tetap yakinkan dalam hati kalau ia adalah jodoh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mencari Solusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mengharapkan buah hati hadir ditengah-tengah keluarga sebaiknya tidak saling menyalahkan dan menuduh siapa yang kurang sehat, namun yang perlu dilakukan adalah duduk bersama dan membicarakan solusi yang tepat, apakah mereka sependapat untuk mengadopsi anak, bayi tabung, atau sepakat untuk tidak sama sekali melakukan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum mereka mengambil keputusan maka hal utama yang harus dilakukan adalah berpikir secara matang, jangan terburu-buru, sehingga salah satu dari mereka tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sreg&lt;/span&gt;. Misalnya mengadopsi anak. Jangan sampai hanya diinginkan oleh satu dari mereka saja, karena bila hal itu terjadi maka yang kasihan adalah si anak itu sendiri yang tidak mendapat limpahan kasih sayang dan perawatan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang mereka yang mengadopsi anak membuat kondisi pasangan menjadi rileks. Kondisi santai dan bergembira adanya anggota baru dalam keluarga biasanya memberikan kondisi psikologis mereka juga menjadi lebih sehat. Namun mengadopsi anak adalah bukan satu-satunya pilihan bagi pasangan yang tidak mendapat keturunan. Semua itu tergantung pada keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketidakhadiran anak ini disebabkan oleh gangguan medis maka hal itu bisa disembuhkan dengan bantuan medis pula. Namun jangan mengadopsi anak bila hanya untuk memancing agar punya anak. Karena hal itu akan membuat si anak menjadi terlantar. Sebaiknya sebelum pasangan memutuskan untuk mengadopsi anak, tanyakan kembali pada diri masing-masing apakah betul dibutuhkan seseorang untuk hadir ditengah-tengah mereka? Karena banyak juga pasangan yang tidak menginginkan anak ditengah-tengah hubungan mereka, apalagi melihat biaya pendidikan yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap keputusan untuk mengatasi masalah ini (ketidakhadiran anak, red) sebaiknya dipikirkan sangat matang. Ada pasangan yang berpikir kalau untuk membagikan kasih sayang tidak perlu kepada anak kandung saja tetapi juga kepada keponakan atau anak-anak dilingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang terpenting adalah belum adanya kehadiran buah hati sebaiknya tidak mengurang kadar kemesraan suami istri. Mereka bisa menjalankan aktifitas sehari-hari seperti biasanya dengan saling memberi motiavsi. Ekspresi kesedihan karena lama tidak mendapatkan anak, biasanya lebih terlihat pada istri. Suami, seharusnya mau mendengarkan setiap keluhan istri dan menghibur sang istri dalam mengisi hari-harinya agar tetap menyenangkan. Jangan menjadikan ketidakhadiran anak sebagai masalah besar dalam keluarga. Hal terpenting adalah bagaimana agar pasangan menjadikan kehidupan ini tetap bermakna tanpa mengurangi kadar sayang mereka masing-masing dan kasih sayang bisa diberikan kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips bagi pasangan menikah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Jangan terlalu cepat mengambil judgement terhadap salah satu pasangan yang kurang&lt;br /&gt;    sehat&lt;br /&gt;2.Secara sadar, mereka berdua memeriksakan diri ke dokter guna penanganan yang lebih&lt;br /&gt;   baik&lt;br /&gt;3.Saling mendukung bila memang salah satu ternyata dinyatakan kurang sehat.&lt;br /&gt;4.Mencoba santai dan tidak terus menerus fokus pada masalah yang dialami agar tidak&lt;br /&gt;   membuang-buang energi.&lt;br /&gt;5.Belajar untuk menjalin komunikasi yang tepat dengan pasangan, belajar mendengarkan&lt;br /&gt;    dan tidak egois.&lt;br /&gt;6.Mengambil hikmah dan berpikir positif atas situasi yang dialami, serta mengingat&lt;br /&gt;    hal-hal yang positif pasangan kita serta tidak menggali hal-hal negatif pasangan&lt;br /&gt;    kita.&lt;br /&gt;7.Tidak membandingkan pasangan kita dengan orang lain, tapi bandingkanlah pasangan&lt;br /&gt;    kita dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;8.Sering memuji pasangan dan belajar saling percaya serta tidak lupa untuk&lt;br /&gt;   mengucapkan terimakasih kepada pasangan kita.&lt;br /&gt;9.Memvariasi hubungan, misalnya pergi ketempat-tempat Anda berpacaran dulu, agar&lt;br /&gt;    tetap romantis. &lt;br /&gt;10.Jangan ada orang ketiga di dalam rumah tangga. Misalnya orangtua, keponakan atau&lt;br /&gt;     yang lainnya. Agar ketika terjadi konflik dengan pasangan, Anda berdua dapat&lt;br /&gt;     dengan cepat menyesuaikan diri. Bahkan sebaiknya pembantu pun tidak perlu ada.&lt;br /&gt;     Dengan membersihkan dan memasak berdua, Anda bisa membuat suasana romantis.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3439305536679446676?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3439305536679446676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3439305536679446676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3439305536679446676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3439305536679446676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/09/sebagian-besar-pasangan-menikah-pasti.html' title='Ketika Anak Tak Kunjung Hadir'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-603165264323356216</id><published>2007-09-10T15:47:00.001+07:00</published><updated>2007-12-27T20:56:04.064+07:00</updated><title type='text'>Berbagi Peran, Berbagi Beban</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pada sebagian kalangan masyarakat, berlaku anggapan bahwa istri bertugas melahirkan anak dan suami bertugas mencari nafkah. Namun bagaimanakah dengan keluarga yang belum memiliki anak, atau istri yang tidak dapat mempunyai anak, apakah ia tidak patut untuk dinafkahi? Lalu dimanakah peran suami?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang perkawinan, banyak orang yang cenderung hanya memikirkan diri sendiri. Namun kondisi tersebut akan sulit dipertahankan ketika mereka mulai membangun rumah tangga. Ego masing-masing mau tidak mau harus berkurang, beberapa hal bahkan terpaksa dihilangkan. Setelah menikah, tenggang rasa dan sikap saling bantu amat dituntut pada setiap pasangan. Baik bagi mereka yang baru mendirikan rumah tangga, atau yang sudah lama menjalani kehidupan bersama.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan suami istri yang harmonis akan menjadi dasar pertumbuhan sebuah keluarga. Oleh karena itu sebaiknya sebelum menikah, konsep hubungan suami istri sudah dibicarakan dan disetujui bersama demi kepentingan bersama pula. Tak jarang kompromi untuk menyiasati perbedaan suami istri berupa pembagian peran dan tangggung jawab yang kaku. Namun peran yang kaku mengenai tugas dan peran istri dan suami, dapat membawa implikasi psikologi dan sosial yang sangat kompleks. Ketika role expectation dari masing-masing pihak tak terpenuhi, kondisi tersebut berpotensi menjadi pemicu masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian peran antara suami istri semuanya berbalik pada perjanjian awal saat mereka menikah. Namun perlu ditekankan bahwa  tugas utama untuk menghidupi keluarga ada pada suami. Istri bisa saja mengemban tugas itu, tetapi hal itu karena sesuatu hal yang di luar dugaan. Misalnya suami sudah tidak bisa bekerja atau karena masalah lainnya. Tapi meskipun istri bekerja, perlu disadari bahwa tugasnya hanyalah sebagai penopang atau penambah. Jadi kalau penghasilan istri lebih besar dari suami, si istri tidak boleh sombong karena manusia juga mempunyai mutual-respect. Bila suami sensitif tentu ia akan merasa minder. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami, mempunyai tugas untuk mencari nafkah dan bertanggung jawab terhadap keluarga, karena ia berperan sebagai kepala keluarga. Namun selain bertugas mengayomi, melindungi, dan berlaku lebih bijak terhadap istri dan anak-anaknya, suami juga dapat menjalankan pekerjaan yang biasa istri lakukan, yaitu mengurus pekerjaan rumah tangga. Begitu pula istri, selain bertanggungjawab terhadap pekerjaan rumah tangga ia juga berperan untuk selalu mendukung dan menolong suami ketika ia mengalami kesulitan, misalnya dalam mengambil keputusan. Istri dapat menjadi orang yang paling berpengaruh dalam setiap keputusan yang diambil suami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pembagian peran suami istri ini hubungan suami istri yang ideal berupa hubungan “partnership”. Hubungan kemitraan ini menurutnya paling ideal dalam era perubahan yang terjadi dewasa ini, dan berbagai tuntutan yang muncul. Namun penerapan hubungan tersebut juga harus secara fleksibel. Meski suami sebagai kepala keluarga merupakan final decision maker, bukan berarti ia tidak bisa menerapkan hubungan yang bersifat partnership. Setiap keputusan yang diambil harus demi kepentingan keluarga. Hubungan partnership akan lebih banyak berperan pada pembagian tugas dalam keluarga, seperti mendidik dan membimbing anak, mendelegasikan pekerjaan rumah tangga ke pembantu, dan lain-lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bagi pasangan yang sama-sama bekerja. Selain menerapkan konsep hubungan kemitraan, seorang istri yang bekerja juga harus memiliki konsep manajemen rumah tangga yang baik. Dengan demikian kepentingan-kepentingan rumah tangga tidak boleh terabaikan, karena perhatian dan energi sang istri lebih didominasi oleh pekerjaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Menghadapi tuntutan hidup yang semakin besar saat ini, suami istri dituntut untuk melakukan tugas bersama-sama, apalagi bila keduanya bekerja. Suami tidak bisa sepenuhnya mengharapkan istri adalah orang yang satu-satunya bertanggungjawab terhadap anak. Namun pekerjaan apa yang harus dikerjakan, semua itu tergantung dari kesukaan dan minat masing-masing? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada suami yang tidak suka beres-beres tapi dia suka masak, maka saat libur dia bisa memasak dan istri yang beres-beres rumah. Begitu juga pada saat pembantu tidak ada. Suami istri sebaiknya menyadari bahwa tugas rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran tersebut, maka kedamaian di dalam rumah bisa sering terganggu. Bukan alasan lagi bagi suami istri untuk tidak saling membantu dalam urusan rumah tangga.&lt;br /&gt;Jika salah satu dari pasangan tidak dapat menjalankan tugasnya (misalnya, mengecek PR anak) karena tuntutan pekerjaan, maka pasangan lainnya dapat menggantikan. Saling menggantikan tugas mendidik anak ini, merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, komunikasi antara suami dan istri menjadi sangat penting. Hal ini sangat mudah dilakukan mengingat ketersediaan fasilitas dan teknologi komunikasi yang kian maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu syarat dalam rumah tangga adalah mengembangkan relasi terbuka. Artinya keduanya harus membiasakan diri mengungkapkan apapun yang dirasakan dan diinginkan tanpa khawatir salah satu pihak merasa sakit hati. Saling menghargai bisa terwujud kalau komunikasi antar pasangan berjalan baik dan efektif. Istri menceritakan apa pun yang dilakukannya, suami juga melakukan hal yang sama. Komunikasi yang lancar biasanya membuat suami istri merasa saling membutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sudah tidak lagi berlaku pembagian tugas rumah tangga secara gender. Sudah bukan hal aneh lagi, bila suami melakukan sejumlah tugas rumah tangga seperti membeli makanan dan belanja ke supermarket. Demikian pula dalam hal mendidik anak. Mendidik anak harus dilakukan berdua, karena anak harus mendapat figure ayah sebagai pemimpin keluarga dan ibu sebagai pendampingnya. Sehingga peran suami istri lebih pada ‘spirit’, bahwa seorang Ibu lebih sebagai ‘direktur operasional’ di dalam keluarga, sedangkan Ayah sebagai ‘presiden direktur’ yang membawa seluruh keluarga kepada tujuan yang hendak dicapai dan sebagai pemegang keputusan final. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tanggung jawab, hal utama yang perlu diterapkan oleh pasangan adalah komunikasi dan toleransi. Karena terkadang suami kurang mempunyai sifat sensitif, maka jika istri merasa tidak nyaman dengan beban pekerjaan rumah tangga yang diembannya, maka ia harus membicarakannya kepada suami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya seorang istri yang ingin ”menegur” suami haruslah memilih waktu dan masa yang tepat, seperti ketika hendak tidur atau waktu istirahat pada petang hari. Pada saat-saat itulah suami biasanya berpikiran tenang dan terbuka. Istri juga perlu bersikap toleran dan menghargai keadaan suami. Bila suami tiba-tiba tidak bisa melakukan tugasnya, maka istrilah yang harus menggantikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya pengaturan tugas masing-masing pasangan, maka tak sepantasnya lagi suami mengharapkan istri menjadi satu-satunya pihak yang bertanggungjawab atas segala sesuatu yang berkaitan dengan anak. Mulai dari perhatian, pengajaran, makanan, hiburan, sampai dengan kebersihan rumah. Dengan menerapkan sikap toleransi di dalam rumah tangga maka permasalahan akibat saling menggantungkan terhadap pasangan tidak mungkin terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika sang istri harus menghadiri sebuah rapat penting sementara anak sendirian di rumah dan pembantu pulang kampung. Bila suami tidak memiliki pekerjaan yang mendesak, maka ia berkewajiban menggantikan tugas istri yakni menjaga si kecil bahkan mungkin termasuk memasak untuk anak. Bila suami sudah bersedia menolong istri, ucapan terima kasih perlu sentiasa diucapkan supaya si suami merasa dirinya dihargai.&lt;br /&gt;Kerja Sama Antar Anggota &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pembantu rumah tangga bukan pekerja yang bisa mengerjakan seluruh tugas rumah tangga. Sesuai sebutannya, ia hanya berfungsi sebagai  “helper”, bukan pengganti fungsi orangtua bagi anak. Jangan sampai pembantu menjadi pemisah hubungan orang tua dan anak. Hal ini perlu ditanamkan kepada anak-anak, agar hubungan emosional tetap terjalin kepada orangtua sejak anak-anak masih kecil. Begitu juga dengan pasangan yang sama-sama sibuk bekerja, sebaiknya tetap harus memprioritaskan komunikasi kepada anak. Berusaha semaksimal mungkin agar mereka dapat menjadi panutan anak-anak, sehingga anak-anak tidak mencari panutan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian tugas di dalam rumah tangga tidak melulu dilakukan oleh suami istri. Mereka yang mempunyai anak cukup besar bisa melibatkan anak-anak dalam pekerjaan rumah, namun cukup yang ringan-ringan saja. Anak-anak dapat diberi pengertian bahwa semua orang yang ada di dalam rumah dapat berperan, misalnya merapikan bekas mainannya atau tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak perlu diberi batasan tugas dan tanggung jawab yang besar kecilnya disesuaikan dengan kematangan usianya. Dalam proses perkembangan anak, memberi contoh adalah cara yang paling efektif untuk mengharapkan anak melakukan sesuatu. Misalnya menerapkan konsep hidup sehat. Di sini orang tua dapat memberi contoh bagaimana mengatur keseimbangan hidup melalui makan yang sehat, cara hidup yang sehat, olah raga teratur, berpikir yang positif dan optimis, mengerjakan sesuatu dengan penuh ketekunan untuk menghasilkan sesuatu yang besar, dan lain-lain. Tugas dan tanggung jawab kepada anak harus selalu diingatkan agar nilai tersebut dapat diinternalisasi pada masing-masing individu anak.&lt;br /&gt;Melepas Ketergantungan Pembantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian pasangan menikah ‘kelimpungan’ saat pembantu dirumah pulang kampung atau mendadak ijin karena sakit. Tiba-tiba saja rumah Anda menjadi ”porak poranda” karena tidak terurus. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi jika anggota keluarga sudah terbiasa berbagai tugas melakukan pekerjaan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosdiana menambahkan bahwa pemilik rumah dengan pembantu memiliki hubungan mutualisme, dimana pembantu mengerjakan pekerjaan rumah, sedangkan si pemilik mendapatkan hasilnya. Namun keadaan ini tidak terlalu baik jika sepenuhnya pekerjaan diserahkan kepada pembantu. Jika memang pembantu perlu ada didalam rumah, maka ia hanya cukup melakukan pekerjaan rumah saja, sedangkan pekerjaan mengasuh anak tetap dilakukan oleh suami istri. Sebagai orangtua, kita tetap mempunyai tugas untuk mengurus anak. Belanja bulanan, mengatur menu, pekerjaan sekolah (PR) anak-anak, dan lain-lain juga dapat dilakukan oleh orangtua. Hal itulah yang bisa dibagi dengan anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika menghadapi Hari Raya. Pembantu yang mudik atau pulang kampung tidak perlu meresahkan atau malah menjadi beban yang amat berat bagi pasangan menikah. Hal ini justru menjadi ajang bagi suami istri untuk menjalin hubungan menjadi lebih erat lagi. Misalnya mencuci mobil bersama-sama, memasak bersama, membereskan rumah dan lain sebagainya. Dengan membagi tugas antara pasangan, pekerjaan apa saja yang harus dilakukannya justru akan menambah keharmonisan di dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips bagi pasangan dalam berbagi tugas &lt;br /&gt;1.Kompromi dengan melakukan komunikasi terbuka dengan pasangan, pekerjaan dan tugas &lt;br /&gt;  rumah tangga apa yang harus dilakukan masing-masing. &lt;br /&gt;2.Dalam membagi tugas atau pekerjaan tersebut, sebaiknya disesuaikan dengan minat dan&lt;br /&gt;  kesukaan pasangan masing-masing.&lt;br /&gt;3.Jangan memaksakan pasangan kita untuk melakukan pekerjaan yang tidak disukainya. &lt;br /&gt;4.Jangan menganggap pekerjaan rumah adalah pekerjaan yang amat berat. &lt;br /&gt;5.Kurangi standar hasil pekerjaan. Misalnya ketika ada pembantu lantai bersih &lt;br /&gt;  kinclong, maka bila pembantu tidak ada bersih saja pun cukuplah. Menu masakan yang &lt;br /&gt;  biasanya lima macam dalam satu hari jika dimasak pembantu, ketika harus masak &lt;br /&gt;  sendiri bisa dikurangi menjadi tiga macam menu saja.&lt;br /&gt;6.Selain suami, libatkan juga anak-anak agar keharmonisan dalam keluarga bisa lebih &lt;br /&gt;  terjalin.&lt;br /&gt;7.Jangan terlalu mengharapkan hasil yang sempurna dengan hasil pekerjaan yang &lt;br /&gt;  dilakukan oleh suami. Bagaimanapun juga diperlukan proses dalam melakukan semuanya &lt;br /&gt;  itu.&lt;br /&gt;8.Jika suami enggan membantu menguruskan rumah tangga, isteri haruslah bijak untuk &lt;br /&gt;  memainkan peranan dengan menegur sikap suami dengan cara baik dan lembut. Pilih &lt;br /&gt;  waktu dan saat yang tepat. &lt;br /&gt;9.Ucapkan terima kasih kepada pasangan Anda seusai ia melakukan tugasnya. Agar ia &lt;br /&gt;  merasa dihargai. &lt;br /&gt;10.Kesetaraan dalam melakukan tugas rumah tangga bisa berhasil apabila pasangan &lt;br /&gt;   saling menghargai. Misalnya, suami bangga dan mendukung karier istri di luar &lt;br /&gt;   rumah. Sebaliknya, istri pun menghargai keterlibatan suami dalam mengelola tugas &lt;br /&gt;   rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-603165264323356216?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/603165264323356216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=603165264323356216' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/603165264323356216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/603165264323356216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/09/berbagi-peran-berbagi-beban.html' title='Berbagi Peran, Berbagi Beban'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7503295900109478037</id><published>2007-08-20T18:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T16:21:02.917+07:00</updated><title type='text'>Jika Pasangan Tetap Memilih Bertahan........</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sikap bertahan dalam konflik bagi sebagian suami istri justru dapat membawa kebaikan bagi hubungan. Adakalanya konflik jadi bumbu dan perekat perkawinan serta menambah wawasan saling memahami perasaan, pikiran dan keinginan pasangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berikrar menjadi suami istri dan sanggup mengarungi setiap badai yang menerpa hingga akhir hayat, tak satu pasangan yang berniat untuk kemudian berpisah atau bercerai. Namun, dalam menjalani perkawinan konflik yang muncul seringkali tak tertahankan. Banyak kisah perceraian yang terjadi. Tapi, banyak pula yang tetap bertahan dengan segala alasan. Padahal tak jarang di antara mereka sudah tak memiliki ikatan emosional lagi walau tetap hidup serumah. Mungkinkan pasangan sanggup terus bertahan dan hidup rukun seperti sebelumnya? Bagaimana pengaruhnya bagi tumbuh kembang anak yang ada?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, pasangan suami istri yang memilih untuk tetap bertahan dikarenakan beberapa faktor. Pertama faktor financial, yang jika mereka berpisah maka kondisi ekonomi yang akan dimiliki nanti tidak sebaik saat bersama. Kedua, mempertahankan nama baik. Bila bercerai, maka kredibilitas mereka menjadi jelek di mata keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Karena, misalnya, tak ada di riwayat keluarga yang melakukan penceraian. &lt;br /&gt;Ketiga, status. Sebagian besar pihak yang bertahan adalah wanita karena tak mau menyandang status janda. Keempat, keberadaan anak. Sebagian besar pasangan memutuskan tetap bertahan karena faktor anak. Mereka ingin membesarkan anak-anak bersama dan biasanya ketika anak-anak sudah besar mereka akan bercerai. Kelima keyakinan. Ada beberapa agama yang melarang penceraian, perpisahan yang karena maut. Meskipun dalam kondisi masih berkonflik seharusnya pasangan yang bertahan itu terus mencari solusi mengatasi konflik itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak enak rasanya tinggal satu atap tapi hati sebenarnya sudah tidak  menyatu, terlebih lagi bagi pihak yang memutuskan untuk tetap bertahan tadi. Konsekuensi yang dihadapi pihak yang bertahan tidaklah gampang. Sakit hati, tentu terus menyertai. Kemungkinan konsekuensi yang harus diterima bagi yang bertahan adalah perang dingin, pisah ranjang, dan kondisi yang tidak enak ketika sedang bersama-sama dengan anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat kesal tentu jika salah satu tidak menjalankan perannya dan hanya menumpahkan tanggung jawab sepenuhnya pada satu pihak saja. Kendala yang dihadapi pihak yang bertahan dengan perasaannya yang tidak enak itu ia harus tetap dapat menghadapi anak-anaknya dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Acting di depan anak-anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bertahan dalam konflik bukan sesuatu yang mudah bagi seseorang. Situasi ini bisa menguras energi dan pikiran bagi pihak yang bertahan. Apalagi bila konflik  tidak kunjung selesai dan tidak ada solusi, maka akan membuat konsentrasi mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari mudah teralih. Yang ada mereka kurang dapat optimal dalam melakukan aktivitas dan pekerjaannya. Bahkan dampak konflik orangtua lambat laun juga dapat dirasakan dan berimbas pada kesehatan mental anak-anak. Untuk itu, sebaiknya suami istri perlu mawas diri dengan tidak mengedepankan ego masing-masing. Mereka harus mampu berpikir jernih dan mampu melakukan introspeksi diri. Ber-acting dan pura-pura seperti menjadi suami istri yang normal mungkin mudah dijalankan di awal, namun lama kelamaan akan membuat lelah fisik dan mental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pasangan tetap bertahan demi anak-anak yang masih kecil-kecil tentu akan memberikan stres tersendiri bagi yang bertahan itu. Mereka beraksi tetap menjalankan peran sebagai sosok suami istri dan orangtua. Acting yang mereka lakukan sebenarnya membuat tertekan, tidak dapat ekspresi apa adanya karena penuh dengan ke pura-puraan dan kebohongan. Namun karena hal ini menjadi tuntutan tersendiri dan dilakukan terus menerus, kemungkinan bisa membuat mereka akhirnya terbiasa. Bahkan bisa saja lambat laun hubungan justru menjadi seperti pertemanan saja. Mereka bisa saling bekerja sama, diskusi dan membicarakan kondisi anak-anak karena sadar masih memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan dan pendidikan anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap bertahan dalam konflik bagi sebagian suami istri justru kemudian dapat membawa kebaikan bagi hubungan yang ada. Adakalanya konflik menjadi bumbu dan perekat perkawinan.  Melalui konflik dan friksi dapat menambah wawasan untuk saling memahami perasaan, pikiran dan keinginan pasangan. Yang penting bukan pengalaman konfliknya, tapi bagaimana cara mereka mencari solusi dari konflik yang terjadi. Pasangan harus sadar dan memahami adanya perbedaan di antara mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, konflik dapat menjadi tidak sehat jika terjadi terus menerus tanpa ada penyelesaian. Apalagi bila hal ini dilakukan di depan anak-anak.  Anak-anak akan merasa tidak nyaman berada di rumah, kesehatan mental mereka dapat terganggu dan prestasi belajar mereka pun dapat menurun. Yang lebih parah, persepsi mereka terhadap relasi suami istri dan konsep perkawinan akan cenderung negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Efek terhadap anak dan keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kepura-puraan itu tidak baik, akan tetapi menunjukkan pertikaian pun juga tidak baik. Jadi jalan terbaik adalah menyelesaikan dahulu permasalahan, agar mereka dapat memperlihatkan ke anak-anak yang benar dan tidak pura-pura karena kalaupun pura-pura pasti akan kelihatan. Bagi anak yang sudah mengerti akan permasalahan orangtuanya besar kemungkinan akan mengalami perubahan, misalnya menjadi pribadi yang tidak mau peduli, tidak percaya diri, egois, dan lainnya yang tergantung kondisi temperamen anak. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walaupun dalam dunia psikolog hal ini tidak disarankan, namun dengan melihat upaya dari  salah satu orangtua dalam mempertahankan perkawinan tentu memiliki dampak positif pada anak. Karena anak akan mengambil pula pembelajaran yang dilakukan oleh orangtuanya dan diharapkan akan menjadi salah satu bekal kehidupan ketika mereka suatu saat mengalami kondisi serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips bertahan dalam konflik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Segera menemukan sumber masalah dan mencari penyelesaiannya.&lt;br /&gt;Anda beserta pasangan harus membicarakan permasalahan yang sedang dihadapi. Anda boleh mendapatkan penyelesaian masalah dengan bantuan pihak yang terpercaya dan kompeten, seperti pemuka agama dan psikolog untuk mencari benang merahnya. Misalnya, jika pasangan berselingkuh, maka cari tahu apa yang membuatnya menjadi demikian, sehingga yang harus dilakukan adalah membenahi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Introspeksi. Bila Anda sudah mengetahui penyebab konflik, cobalah untuk berintrospeksi. Ini yang seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa dirinyalah pangkal sebab munculnya konflik tersebut. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya. Namun, tentunya pasangan juga harus melakukan hal serupa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.Jangan memperbesar masalah. Jika Anda dan suami sudah tahu sumber keributan dan konflik dalam rumahtangga, sebaiknya jangan memperbesar masalah. Juga, jangan mencari masalah baru. Misalnya, melakukan tindakan kompensasi untuk memenuhi rasa kecewa, marah atau sakit hati. Pasalnya, ini justru akan memperkeruh suasana dan menjauhkan dari penyelesaian masalah. Yang diperlukan adalah kebesaran hati menerima keadaan yang ada sambil mencoba cara membenahi diri dan situasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.Komunikasi. Apapun, komunikasi merupakan pondasi sebuah hubungan, termasuk hubungan dalam perkawinan. Tanpa komunikasi, hubungan tak bakal bisa bertahan. Jadi, seberat apapun situasi yang tengah Anda hadapi, sebaiknya tetap lakukan komunikasi dengan pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Cari teman curhat. Kondisi seperti ini memang tidak mengenakkan. Hati merasa tertekan, namun dipihak lain Anda harus menjadi pemain sandiwara ulung. Bagaimana pun stres akan menjalari Anda. Kondisi tak nyaman ini bisa diatasi melalui berbagi dengan orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi beban pikiran akan terasa lebih ringan. Yang harus dicermati, jangan mencari teman curhat yang lawan jenis, karena belum tentu sepenuhnya ia akan mendukung Anda. Selain itu, carilah orang yang terpercaya dan bukan pengedar gosip, karena kisah Anda mungkin tersebar dan bisa mempersulit keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Ingat anak. Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami istri. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan Anda dan pasangan, karenanya ketidakjujuran dan kepura-puraan juga tidak baik ditunjukkan pada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Buka lembaran baru. Jika Anda dan pasangan akhirnya bisa kembali rukun, maka Anda &lt;br /&gt;  harus siap membuka lembaran baru bersamanya. Jangan pernah mengungkit persoalan dan &lt;br /&gt;  penyebab konflik. Yang paling penting saling mengingatkan dan memperbaiki &lt;br /&gt;  kekurangan-kekurangan yang ada. Berpikirlah bahwa orang yang baik bukan berarti tak &lt;br /&gt;  pernah berbuat kesalahan. Tapi, orang yang baik adalah yang menyadari kesalahannya &lt;br /&gt;  dan berketetapan tak mengulang kesalahan itu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7503295900109478037?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7503295900109478037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7503295900109478037' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7503295900109478037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7503295900109478037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/08/jika-pasangan-tetap-memilih-bertahan.html' title='Jika Pasangan Tetap Memilih Bertahan........'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5001072393619323659</id><published>2007-08-20T17:06:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T15:45:59.966+07:00</updated><title type='text'>Ketika Affair Terjadi</title><content type='html'>Setiap orang yang akan atau telah menikah tentu mendambakan kehidupan perkawinan yang harmonis, dan setia seumur hidup dengan pasangan. Namun mengapa affair bisa terjadi walau pernikahan terasa baik-baik saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya affair seringkali tak terkirakan sebelumnya. Terasa seperti mengalir, dan tanpa disadari sudah menjerat demikian dalam. Kehidupan perkawinan pun berubah menjadi tak seindah dan seromantis harapan semula. Affair bisa terjadi pada siapa saja. Tidak hanya pada orang-orang yang kita anggap menjalani kehidupan dengan seenaknya,  namn juga pada mereka yang kita pandang telah menjalani hidupnya dengan baik. Affair tidak hanya dilakoni oleh pria saja, melainkan juga oleh wanita di segala lapisan dan golongan, bahkan tanpa memandang usia. Affair bisa saja terjadi pada pasangan berusia muda, atau pun yang sudah berusia lanjut. Pada dasarnya tidak ada orang yang kebal terhadap perselingkuhan dimana saja dan kapan saja. Ketika seseorang memutuskan untuk mengambil tindakan yang lebih jauh dari sekedar memendam perasaan tertarik, pada saat itulah bibit-bibit affair mulai bersemai. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak alasan mengapa sesorang memutuskan untuk menikah. Misalnya karena kebutuhan finansial, seksual, status, emosional, dan sebagainya. Maka ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, ada kemungkinan akan tumbuh keinginan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka yang sudah memiliki pasangan melakukan hubungan dengan orang lain? Karena ada kebutuhan lain yang tidak ia peroleh dari pasangannya. Sehingga ketika ada ‘celah’, mereka akan berkata “ini hak gue”. Apalagi dengan kemajuan teknologi pada zaman sekarang ini, seperti handphone, email, dan lain-lain yang memungkinkan seseorang untuk melakukan komunikasi langsung tanpa diketahui oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak bisa dipersentasikan, Kasandra mengatakan bahwa affair biasanya terjadi pada pegawai kantoran. Hal itu dimungkinkan karena frekuensi bertemu di kantor cukup sering, apalagi penampilan di kantor yang cenderung rapi dan wangi, sehingga  gampang membuat orang lain tertarik. &lt;br /&gt;Mengapa Affair Bisa Terjadi?&lt;br /&gt;Kadangkala orang yang pasangannya melakukan affair dihinggapi perasaan bahwa ada yang kurang atau salah dalam dirinya. Padahal, apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pihak yang setia bukanlah penyebab timbulnya affair. Tentu saja tetap ada kemungkinan bahwa pihak yang setia telah melakukan kesalahan, karena pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna. Mungkin ada masalah, namun pasangan mereka memilih jalan yang kurang konstruktif (selingkuh) untuk memecahkan masalah. Jadi penyebabnya adalah ketidakpuasan akan pasangannya, tuntutan dari ia maupun pasangannya yang berlebihan. Tapi ada juga yang pada dasarnya selalu merasa cukup dengan satu pasangan. Semua itu bisa terjadi pada siapa saja. Tidak ada yang salah pada diri mereka yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari sebuah hubungan emosi merupakan faktor yang sering memicu affair. Seseorang mungkin merasa puas dengan pernikahan, namun karena banyak menghabiskan waktu di kantor dengan rekan kerjanya yang berlawan jenis, ia terdorong untuk melakukan affair. Awalnya mungkin hanya perhatian, saling menggoda, sampai saling tertarik. Tapi apabila ada komitmen dari kedua pihak untuk saling mengintrospeksi tentang peran masing-masing dalam keluarga, akan mencegah terjadinya perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun disisi lain ada dua faktor yang menyebabkan seseorang melakukan affair. Pertama adalah faktor internal seperti: ingin tahu, bosan, kebutuhan untuk membuktikan diri, ingin mendapatkan sesuatu yang lain, atau jatuh cinta pada orang lain. Faktor internal juga bisa disebabkan karena  kekaguman terhadap orang yang memiliki 'power', kebutuhan akan tantangan, mendapatkan kelegaan karena disakiti atau dendam kepada pasangannya, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua adalah pengaruh eksternal. Peluang affair akan semakin terbuka, bila ada kesempatan untuk saling tertarik. Biasanya orang itu sering mendatangi tempat-tempat hiburan yang memungkinkan pertemuan dengan orang-orang baru secara bebas, memiliki kelompok teman yang berpengalaman berselingkuh, dan nilai-nilai moral seksual yang cenderung bebas, serta sering bepergian meninggalkan pasangannya dalam waktu yang relatif lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya tayangan media – film, soap opera, novel dan sebagainya – mengenai perselingkungan juga dapat membuat orang menjadi 'terbiasa' atau membangkitkan rasa ingin tahu untuk mengalaminya. Alasan orang untuk melakukan affair, biasanya  bukan karena satu alasan, melainkan lebih dari satu alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari affair&lt;br /&gt;Hanya satu kata bagi mereka yang ingin keluar dari affair. “Say stop or quit!”. Berusahalah memperbaiki hubungan dengan pasangan, dan bila perlu carilah pihak ketiga yang matang dan dewasa untuk menjadi penengah bila diperlukan. Fokuslah untuk mencari solusi dalam menghadapi tantangan, atau masalah-masalah yang ada. Akan menjadi rumit bila pelaku affair tetap menginginkan agar perselingkuhan berlanjut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasandra mengatakan, yang perlu dilakukan oleh pelaku affair adalah resistensi diri dan strategi untuk menghindar. Pertama adalah niat. Jika ada gejala-gejala yang kurang baik kita harus menghindar dengan cepat dan berfikir akan keluarga. Tetapi pada saat menolak pun harus hati-hati karena bisa jadi pasangan selingkuh kita justru menjerumuskan diri kita. Selain itu, pasangan pun harus mendukung dan membantu untuk stay away from affair &lt;br /&gt;Dari segi internal, perkuat iman dengan kegiatan yang dapat memperdalam ibadah. Pelajari dan kenali kebutuhan-kebutuhan psikologis diri sendiri, dan mengarahkannya dengan cara yang konstruktif. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri diperlukan untuk bisa mengenali dan menghindari situasi-situasi yang menggoda. Bila membutuhkan teman bicara, sebaiknya tidak dengan lawan jenis. Bila senang tipe perempuan yang ceria dan mungil, misalnya, sebaiknya hindari situasi yang mungkin dapat mendekatkan dirinya dengan teman atau kenalan dengan profil seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Kembali Keluarga&lt;br /&gt;Affair dapat terjadi pada hubungan yang telah terjalin kuat sekalipun, sehingga meninggalkan perasaan terkhianati, marah, dan bersalah yang mendalam. Menurut Association for Marriage and Family Theraphy, 25 persen pasangan menikah, sulit mengatasi masalah ini. Tetapi adanya dukungan keluarga, teman, psikolog, dan pengertian pasangan, akan memperbesar peluang untuk mengakhiri perselingkuhan, dan kembali membangun hubungan yang lebih kuat.&lt;br /&gt;Meskipun sulit, pasang surut dalam memulai kembali hubungan setelah terjadinya affair adalah sangat wajar. Namun perlu disadari, bahwa dasar yang perlu dibangun pada setiap pasangan adalah kepercayaan. Kepercayaan dibentuk oleh kedua pihak dengan cara menjaga dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan komitmen yang dibuat bersama. Pasangan suami istri perlu memperkuat aspek mental, rohani dan psikologis mereka. Godaan-godaan akan selalu ada karena kehidupan berkeluarga itu seperti perjalanan hidup yang senantiasa ada masa ups, dan downs. &lt;br /&gt;Komitmen terhadap kejujuran sangatlah penting. Pasangan yang lebih terbuka dan dapat berkomunikasi dengan baik biasanya lebih kuat menghadapi masalah. Terbuka dan jujur pada pasangan, akan memperkuat hubungan emosi suami-istri dan menghindari kemungkinan sang pasangan berbuat “diam-diam”. Proses diskusi, akan menghilangkan keinginan sesorang untuk mengambil tindakan di luar sepengetahuan pasangannya. &lt;br /&gt;Ia menambahkan, sepanjang tidak menginginkan perselingkuhan, maka lebih mudah bagi pasangan suami istri untuk menepis godaan yang datang. Mereka akan tetap fokus untuk menghadapi setiap tantangan dan kesulitan yang muncul dalam kehidupan. Orang yang memilih untuk selingkuh sebenarnya tidak menyelesaikan masalah lama mereka, tapi malah menambah 'masalah baru'. &lt;br /&gt;Perlu dipahami bahwa pelaku perselingkuhan telah menyakiti pasangan mereka, sehingga perlu sabar dan lapang dada terhadap reaksi pasangan. Pahami juga bahwa pasangan mereka juga membutuhkan waktu untuk menerima dan memaafkan. Katakan secara baik-baik kepada teman selingkuhnya, bahwa ingin menghentikan hubungan mereka. &lt;br /&gt;Kalau pasangan selingkuhnya – saya sering memanggilnya ‘predator’ – cukup pengertian seharusnya tidak menjadi masalah. Tapi apabila terjadi kerumitan lebih lanjut, misalnya si ‘predator’ tidak mau melepaskan hubungannya, maka berbicaralah dengan asertif dan konsisten. Bila Anda merasa lemah sebaiknya hindari si ‘predator’ itu dan berbicaralah pada pasangan Anda untuk mendapat dukungan dan bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips mencegah affair :&lt;br /&gt;1.Terbuka. Kejujuran adalah kunci untuk menghindari affair. Saling terbukalah dengan  &lt;br /&gt;  pasangan dan selalu mendukung satu sama lain. &lt;br /&gt;2.Kedekatan. Buat dan pelihara keintiman baik secara emosi dan seksual.&lt;br /&gt;3.Smart. Jangan terjebak pada pernyataan bahwa manusia tidak luput dari godaan.&lt;br /&gt;4.Waspada. Ketika mulai tertarik pada seseorang, segera ambil jarak sebelum muncul &lt;br /&gt;  perasaan lebih dalam.  &lt;br /&gt;5.Jaga sikap. Kalau Anda merasa mudah membuat orang tergoda,ingatlah bila tidak ingin &lt;br /&gt;  terbakar, jangan main api.&lt;br /&gt;6.Percaya. Kepercayaan dibentuk dengan bersikap setia kepada pihak lain. Hindari &lt;br /&gt;  hal-hal yang membuat kita terpaksa membohongi pasangan.&lt;br /&gt;7.Setia. Kesetiaan adalah cara terbaik untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan &lt;br /&gt;  dalam suatu perkawinan. Jika merasa tidak puas atau menginginkan pasangan seksual &lt;br /&gt;  lain, telitilah dari mana datangnya keinginan ini.&lt;br /&gt;8.Hindari kemungkinan dan kesempatan untuk bertemu pasangan selingkuh, atau pergi &lt;br /&gt;  berduaan dengan lawan jenis yang bukan pasangan Anda. &lt;br /&gt;9.Ganti nomer HP atau saluran kontak lainnya, bila perlu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5001072393619323659?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5001072393619323659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5001072393619323659' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5001072393619323659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5001072393619323659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/08/ketika-affair-terjadi.html' title='Ketika Affair Terjadi'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5222565991762784427</id><published>2007-08-03T12:08:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T18:18:57.757+07:00</updated><title type='text'>Tetap Mesra Meski Sudah Ada Anak</title><content type='html'>Kualitas relasi dan kemesraan suami istri itu dapat turun naik. Apalagi jika harus pula membagi perhatian pada anak. Bagaimana tetap menjaga kemesraan tanpa mengurangi perhatian pada anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja sebagai anugerah, anak juga diharapkan dapat menjadi penerus keluarga dan mempererat ikatan suami istri. Namun, bila salah satu pasangan kurang peka, kehadiran anak bisa menganggu bahkan mengancam hubungan suami istri. Karena beranggapan anaklah saat ini yang berada di atas kepentingan suami istri. Lama-kelamaan bisa membuat longgar hubungan karena salah satu pasangan (terutama istri) terlalu asyik dan fokus pada momongan baru sehingga dia tidak memiliki waktu lagi buat suami. Perhatian yang tidak seimbang ini tak dipungkiri dapat menimbulkan rasa tak diperhatikan lagi. Ini dapat menjadi potensi konflik dalam rumah tangga.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah pasangan memiliki momongan untuk pertama kalinya, maka keduanya memiliki peran yang baru yakni sebagai seorang ayah dan ibu. Perubahan peran masing-masing ini untuk sebagian besar pasangan disikapi sebagai suatu pembelajaran sebagai orangtua, namun tidak demikian bagi sebagian pasangan yang beranggapan bahwa anak dapat mengancam keharmonisan. Jika memang hal ini demikian terjadi, kemungkinan istri terlalu letih mengurus bayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan terjadi situasi demikian dapat dipengaruhi oleh kepribadian dari pasangan. Misalnya suami yang terbiasa diladeni atau ditunggui ketika sedang sarapan. Dengan bertambahnya kesibukan istri mengurus anak, kemungkinan bisa saja hal itu tak bisa dilakukan lagi atau dilakukan istri jika ia tak sibuk. Dari hal kecil seperti ini dapat menjadi pencetus pertengkaran. ’Ketidak siapan istri berganti peran bisa membuat istri tertekan karena bertambahnya beban. Akibatnya istri menjadi sering marah-marah, merasa lelah fisik dan mental yang pada akhirnya akan mengganggu relasi suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki anak memang membutuhkan kesiapan mental yang tinggi dari suami istri. Mereka seharusnya menyadari bahwa dengan datangnya anggota baru tentu perhatian tidak lagi fokus pada pasangan tetapi sebagian perhatian dialihkan ke anak. Di sini perlu adanya pengertian dan keterbukaan dalam komunikasi. Hal-hal yang membuat salah satu pasangan tertekan sebaiknya dikomunikasikan (sharing).  Agar hubungan suami istri tetap terjaga, misalnya ketika istri mengeluh capek mengurus bayi, sebaiknya suami tak meremehkan dan melakukan judgement bahwa memang demikian adanya. Suami sebaiknya berusaha empati dan memahami perasaan istri. Dengan demikian, istri merasa memiliki teman berbagi rasa. Istri juga tidak merasa “kamu enak di kantor sedangkan saya capek di rumah” Di sisi lain ketika suami pulang kantor, istri berusaha sejenak menemani ngobrol sambil bercerita mengenai kegiatannya dari pagi hingga sore. Bisa juga memberi kesempatan pada suami untuk mengeluarkan uneg-uneg selama di kantor.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membagi Pola Asuh&lt;br /&gt;Pasangan yang sama-sama bekerja tentu memiliki masalah tersendiri. Sebagian energi mereka sudah terkuras dari pagi hingga sore di pekerjaannya masing-masing. Sebagian pasangan merasa sudah tidak memiliki waktu lagi untuk bercanda dengan anak karena tiba di rumah sudah menjelang malam. Bagi seorang istri kedekatannya pada anak mungkin diberikan pada saat ia pulang kantor, dengan begitu perhatiannya pada suami menjadi terbengkalai. Begitu juga dengan suami, terkadang sebagian dari suami berpikiran bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri sehingga ia tidak berpikir bagaimana mengurus anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, dari sebagian pasangan yang sama-sama bekerja ada pula yang sudah tidak memiliki kesempatan untuk ngobrol dengan pasangan. Yang ada di benak mereka adalah keinginan untuk cepat dapat istirahat. Bila situasi ini tidak dicermati tentu akan menurunkan kualitas hubungan, bukan hanya kualitas hubungan suami istri tetapi akan berdampak kepada anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan perlu pandai mencermati situasi dan waktu yang ada terutama ketika anak sedang tidur atau sedang tidak rewel. Pada saat demikian pasangan dapat melakukan komunikasi dan menjaga kemesraan bersama. Jangan pernah merasa bahwa anak adalah beban. Kalau mengurus anak dapat dinikmati maka masalah-masalah yang mungkin terjadi sehubungan dengan mengurus anak tidak akan sampai menjadi sumber pertikaian antara suami istri. Hal yang perlu disadari dan disepakati bersama adalah bagaimana pola asuh dan pengaturan waktu untuk semua kegiatan keluarga setelah kehadiran si kecil. Dengan demikian kedua orang tua akan sadar konsekuensi dari perubahan kondisi keluarga mereka dengan kehadirannya. Apalagi bila keduanya sama-sama bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan harus mampu mengatur waktu dan juga pembagian kerja dengan pasangan tentang kapan dan tugas apa saja dalam pengasuhan anak. Selain itu diperlukan pula kemampuan mendelegasikan tugas pengasuhan itu sendiri pada pihak yang dapat diandalkan dan dipercaya, misalnya orangtua, mertua, atau pengasuh. Bila cermat dan bertanggung jawab, maka orangtua tidak perlu timbul rasa bersalah. Keterampilan pembagian tugas dan pendelegasian itu sebenarnya juga penting agar pasangan tidak menjadi stres. Kalau mereka stres tentu pengasuhannya juga tidak optimal. Aktivitas yang dikerjakan dan dijalani bersama justru harus menjadi aktivitas yang menyenangkan, tanggung jawab bersama dan bukan sebuah beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buat Strategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan anak sebentar bukanlah suatu dosa. Oleh karena itu di sela-sela kesibukan ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk pergi bersama. Diskusikan dengan pasangan apa yang akan dilakukan berdua. Makan di luar, belanja bulanan atau nonton bisa menjadi pilihan dan bertujuan untuk refreshing. Dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri terkadang memerlukan penyegaran hubungan. Ada beberapa cara yang ditempuh pasangan, antara lain dengan meluangkan waktu khusus untuk berduaan pergi keluar rumah agar merasa berpacaran lagi. Namun ketika keluar rumah, kita juga perlu memastikan anak diasuh oleh orang yang dipercaya. Sehingga ketika kita berada di luar pun juga merasa nyaman.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Istri jangan terlalu asik “bermain” dengan anak tetapi juga berusaha untuk melibatkan suami dalam aktivitasnya terutama ketika hari libur.  Selain itu, istri juga dapat meminta suami untuk membantu menangani anak seperti menyuapi, mengganti baju, memandikan dan lain sebagainya.  Dari keterlibatan ini akan tercipta kerja sama yang baik dan di sisi lain pasangan tidak merasa tersisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun komunikasi suami-isteri memang harus jujur dan terbuka, sehingga apa yang diinginkan oleh masing-masing pasangan dapat disampaikan dan tidak dipendam saja. Kemudian kegiatan mengasuh bayi dinikmati dan menjadi kegiatan berdua, serta perlu juga diatur waktu-waktu khusus untuk diri sendiri dan bersama pasangan. Si kecil juga dapat diajak komunikasi kok. Bisikkan atau katakan padanya bahwa orangtuanya juga perlu waktu untuk dapat men-charge energi dengan kegiatan-kegiatan refreshing supaya dapat memberikan yang terbaik dari diri mereka untuk dia juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips pasangan awet mesra&lt;br /&gt;1.Buat pola mengasuh anak dengan baik. Jika memang harus mengasuh tanpa ada &lt;br /&gt;  babysiter, maka kalian perlu membuat pola mengasuh seperti apa yang akan digunakan,&lt;br /&gt;  agar waktu untuk bersama pun tidak terbengkalai. &lt;br /&gt;2.Kalau hanya menjadi penonton, tentu perasaan bosan dan jenuh akan cepat muncul. &lt;br /&gt;  Untuk menghindarinya maka suami perlu diajak untuk terlibat dalam bermain dan &lt;br /&gt;  mengasuh si kecil. &lt;br /&gt;3.Isteri jangan terlalu berharap banyak bahwa suami akan dapat membantu banyak Yang &lt;br /&gt;  penting adalah keterlibatannya secara emosional dulu . Dengan begitu si ayah juga &lt;br /&gt;  akan menikmati dan tidak merasa terbebani dan menikmati kegiatannya bersama si &lt;br /&gt;  kecil.&lt;br /&gt;4.Cobalah untuk pergi ke tempat-tempat Anda pacaran dulu, misalnya bioskop, kafe dan &lt;br /&gt;  lain-lain. Gairah harus terus dijaga karenanya sesekali ciptakan suasana seperti &lt;br /&gt;  ketika pacaran dulu.&lt;br /&gt;5.Jika sama-sama bekerja, cobalah untuk pulang bersama dari kantor. Jadi komunikasi &lt;br /&gt;  tetap berjalan di sepanjang perjalanan pulang. &lt;br /&gt;6.Bersikap terbuka. Jika Anda memiliki uneg-uneg, jangan dipendam sendiri, karena &lt;br /&gt;  akibatnya malah tak mengenakkan bagi Anda maupun pasangan. Utarakan saja apa yang &lt;br /&gt;  membuat Anda tidak tenang. &lt;br /&gt;7.Tetap tampil menarik. Memang, penampilan sebelum dan sesudah menikah pasti berbeda.&lt;br /&gt;  Apalagi bila sudah punya anak. Biasanya, bentuk badan berubah, menjadi gemuk &lt;br /&gt;  misalnya. Namun, bukan berarti Anda tak bisa tampil menarik di depan suami. Meski &lt;br /&gt;  bentuk tubuh berubah, Anda tetap bisa, kok berdandan cantik. Berpakaian rapi &lt;br /&gt;  misalnya. Hal-hal seperti inilah yang kadangkala membuat suami tak betah tinggal di&lt;br /&gt;  rumah dan mencari wanita idaman lain. &lt;br /&gt;8.Beri kejutan. Tidak ada salahnya, sekali-kali Anda memberikan kejutan pada &lt;br /&gt;  pasangan. Kejutan ini dapat menjadi tanda besar bahwa Anda masih memperhatikan &lt;br /&gt;  pasangan. Tak perlu yang berharga mahal, agenda kerja bertuliskan kata-kata cinta &lt;br /&gt;  atau cokelat berbentuk hati pun cukup unik dan membuat kenangan tersendiri bagi &lt;br /&gt;  pasangan. &lt;br /&gt;9.Buatlah beberapa hal yang akan dilakukan pasangan bersama. Hal ini untuk membantu &lt;br /&gt;  membangun relasi dan kemesraan kembali. &lt;br /&gt;10.Bulan madu kedua. Ambillah cuti dua-tiga hari dan pergilah ke tempat-tempat &lt;br /&gt;   romantis, berdua saja, tanpa kehadiran anak-anak. Dalam suasana ini, Anda akan &lt;br /&gt;   merasakan kembali cinta pertama seperti saat belum ada anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5222565991762784427?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5222565991762784427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5222565991762784427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5222565991762784427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5222565991762784427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/08/tetap-mesra-meski-sudah-ada-anak.html' title='Tetap Mesra Meski Sudah Ada Anak'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3519351902491154340</id><published>2007-07-25T15:53:00.000+07:00</published><updated>2007-07-25T16:34:57.905+07:00</updated><title type='text'>Preman Masuk Kampus</title><content type='html'>Beberapa hari ini pers mahasiswa Teknokra Unila (organisasi yang pernah aku geluti 4 tahun) diserang oleh beberapa oknum dari mahasiswa yang berubah menjadi preman kampus. lagi! kekerasan terhadap pers terjadi.&lt;br /&gt;langsung saja, seluruh alumni Teknokra (termasuk saya) jengkel, maral, kesal dll mendengarnya. cuma satu kata,LAWAN!&lt;br /&gt;salah satu bentuk perlawanan alumni adalah dengan memberitakan peristiwa kekerasan tersebut. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;berikut berita yang ditulis oleh salah seorang alumni kami, &lt;br /&gt;Budisantoso Budiman/ANTARA Lampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GARA-GARA BERITA, SKM "TEKNOKRA" DIANCAM OKNUM&lt;br /&gt;MAHASISWA FKIP UNILA &lt;br /&gt;Bandarlampung, 24/7 (ANTARA) - Gara-gara&lt;br /&gt;pemberitaan tentang pengutipan "uang parkir" tidak&lt;br /&gt;resmi oleh petugas Satuan Pengamanan (Satpam) di salah&lt;br /&gt;satu fakultas di lingkungan Universitas Lampung&lt;br /&gt;(Unila), pengelola Surat Kabar Mahasiswa (SKM)&lt;br /&gt;Teknokra malah mendapatkan ancaman dan perlakuan buruk&lt;br /&gt;dari sejumlah oknum mahasiswa fakultas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diperoleh ANTARA Bandarlampung,&lt;br /&gt;Selasa, menyebutkan, aksi menjurus pada premanisme di&lt;br /&gt;Kampus Unila itu justru terjadi pada saat PTN umum&lt;br /&gt;terbesar di Lampung itu menjadi tuan rumah Pekan&lt;br /&gt;Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-20 (17-22/7)&lt;br /&gt;lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Umum SKM Teknokra, Taufik Jamil&lt;br /&gt;Alfarau membenarkan kejadian pada Kamis (19/7), saat&lt;br /&gt;SKM Teknokra di kantornya di Pusat Kegiatan Mahasiswa&lt;br /&gt;(PKM) Unila, kedatangan "tamu" dari Unit Kegiatan&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kelompok Studi Seni (KSS)&lt;br /&gt;Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang atas keberatan terhadap&lt;br /&gt;pemberitaan yang pernah dimuat "Teknokra News" Edisi&lt;br /&gt;86 yang berjudul "Satpam FKIP "Panen" Uang Parkir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kedatangan mereka tersebut dilakukan&lt;br /&gt;tidak dengan santun. Salah satu diantara oknum&lt;br /&gt;mahasiswa dari UKMF KSS itu mengancam dengan&lt;br /&gt;mengacungkan senjata tajam (badik) kepada pengurus&lt;br /&gt;Teknokra yang ada di sekretariatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik menuturkan, setelah kedua tamu&lt;br /&gt;mahasiswa FKIP Unila itu dipersilakan masuk, tak lama&lt;br /&gt;kemudian sekitar tujuh orang mahasiswa lainnya&lt;br /&gt;tiba-tiba masuk ke ruangan tanpa permisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian mengambil posisi duduk di&lt;br /&gt;sofa, salah satu dari mereka langsung mengatakan&lt;br /&gt;maksud dan tujuan kedatangan dengan nada tinggi, yang&lt;br /&gt;menuding SKM Teknokra melalui pemberitaan itu mau&lt;br /&gt;mengadu domba mereka dengan Satpam di fakultasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para oknum mahasiswa itu bahkan secara&lt;br /&gt;emosional, menunjukkan pula berita yang dipersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pun menjadi panas, walaupun Taufik&lt;br /&gt;kemudian berusaha untuk menenangkan dan memberi&lt;br /&gt;penjelasan kepada mereka. Namun, mereka tetap tidak&lt;br /&gt;terima dengan penjelasan itu dan memaki-maki dia&lt;br /&gt;dengan kata-kata kotor dan cabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati terus mencoba menenangkan dan memberi&lt;br /&gt;penjelasan bahwa Teknokra tidak bermaksud&lt;br /&gt;menjelek-jelekkan KSS, maupun Satpam atau mengadu&lt;br /&gt;domba diantara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para mahasiswa itu, Taufik mengatakan,&lt;br /&gt;berita itu merupakan hasil wawancara dan isinya tidak&lt;br /&gt;terdapat kata-kata yang menjelek-jelekkan kedua belah&lt;br /&gt;pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penjelasan itu tidak membuat mereka&lt;br /&gt;mengerti, bahkan emosi mereka semakin menjadi, dan&lt;br /&gt;mereka serentak berdiri seraya menunjuk-nunjuk serta&lt;br /&gt;mengeluarkan kata-kata kotor dan cabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu diantara mereka bahkan ada yang&lt;br /&gt;mencabut senjata tajam berjenis badik dari pinggang&lt;br /&gt;dan mengacung-acungkan di depan muka Taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mundur karena melihat situasi tidak&lt;br /&gt;bisa terkendali, mereka kemudian naik ke atas sofa,&lt;br /&gt;dan salah satu mahasiswa itu memukul dada serta pipi&lt;br /&gt;sebelah kiri Taufik disaksikan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tetap mencoba menghindari kontak fisik,&lt;br /&gt;bukan karena takut tetapi tidak mau membuat nama Unila&lt;br /&gt;tercemar karena adanya perkelahian, mengingat sekarang&lt;br /&gt;sedang ada Pimnas ke-20. Walaupun kawan-kawan di&lt;br /&gt;Teknokra itu sempat terpancing emosi dan akan melawan,&lt;br /&gt;tapi saya menghalang-halangi, " urai Taufik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari oknum mahasiswa itu, juga&lt;br /&gt;mencoba untuk menenangkan teman-temannya yang sudah&lt;br /&gt;emosi dan mengajak keluar Sekretariat Teknokra,&lt;br /&gt;walaupun salah satu diantara mereka keluar sembari&lt;br /&gt;melampiaskan kekesalannya dengan menendang daun pintu,&lt;br /&gt;menggebrak meja serta membanting vas bunga milik&lt;br /&gt;Teknokra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Taufik, setelah kejadian itu, sejumlah&lt;br /&gt;pihak atasnama mahasiswa itu berupaya untuk bertemu&lt;br /&gt;dan mengajak "damai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah alumni Unila yang pernah aktif di SKM&lt;br /&gt;Teknokra yang mengetahui peristiwa "penyerangan dan&lt;br /&gt;pengancaman" itu, justru mendesak agar kasus tersebut&lt;br /&gt;diproses hukum dengan diadukan kepada polisi, sehingga&lt;br /&gt;oknum mahasiswa FKIP Unila yang mengancam dihukum&lt;br /&gt;sesuai kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dosen Fakultas Hukum Unila, Dr Eddy&lt;br /&gt;Rifai bahkan mengaku siap mendampingi para aktivis&lt;br /&gt;pers mahasiswa Teknokra itu, untuk menindaklanjuti&lt;br /&gt;kasus pengancaman terhadap institusi pers kampus itu&lt;br /&gt;kepada aparat penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan pernah membiarkan tindakan anarkis dan&lt;br /&gt;sewenang-wenang terjadi dialami kawan-kawan pers&lt;br /&gt;mahasiswa, apalagi pelakunya oknum mahasiswa di kampus&lt;br /&gt;sendiri," ujar salah satu kandidat yang lolos nominasi&lt;br /&gt;Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu&lt;br /&gt;pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah alumni Unila yang pernah aktif di SKM&lt;br /&gt;Teknokra lainnya, juga mendesak agar pihak Rektorat&lt;br /&gt;dan Dekan FKIP Unila segera memproses dan&lt;br /&gt;menyelesaikan kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak cukup dengan minta maaf dan berdamai,&lt;br /&gt;kalau dibiarkan tanpa tindakan hukum yang tegas akan&lt;br /&gt;menjadi preseden buruk bagi SKM Teknokra dan pers&lt;br /&gt;mahasiswa lainnya,' kata salah satu alumni itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juwendra Asdiansyah, alumni SKM Teknokra yang&lt;br /&gt;juga Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung&lt;br /&gt;juga mengecam keras tindakan oknum mahasiswa FKIP&lt;br /&gt;Unila kepada Pengurus SKM Teknokra itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, seharusnya mekanisme hak jawab&lt;br /&gt;dan cara-cara menyelesaikan masalah berkaitan dengan&lt;br /&gt;keberataan sebuah pemberitaan tidak dilakukan dengan&lt;br /&gt;cara yang anarkis dan cenderung premanisme seperti&lt;br /&gt;itu. Apalagi di lingkungan kampus yang semestinya&lt;br /&gt;lebih mengedepankan sikap santun, rasional dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselesaikan Kekeluargaan&lt;br /&gt;Namun Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unila&lt;br /&gt;(PR III), Drs M Thoha BS Jaya MS menilai, persoalan&lt;br /&gt;itu adalah internal Unila yang masih bisa diselesaikan&lt;br /&gt;secara baik-baik dan dengan kekeluargaan oleh pihak&lt;br /&gt;Unila sendiri serta tidak perlu sampai dibawa ke&lt;br /&gt;polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thoha menegaskan, telah minta Pembantu Dekan&lt;br /&gt;Bidang Kemahasiswaan FKIP Unila untuk segera&lt;br /&gt;mempertemukan kedua pihak lebih dulu, untuk kemudian&lt;br /&gt;diajak bertemu langsung dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebetulan dua hari ini saya masih tugas di&lt;br /&gt;Jakarta, tapi setelah kembali akan segera&lt;br /&gt;mempertemukan mereka untuk menyelesaikannya dengan&lt;br /&gt;baik-baik," kata Thoha lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thoha berpendapat, insiden itu adalah&lt;br /&gt;persoalan internal yang dapat diselesaikan secara&lt;br /&gt;kekeluargaan di Unila sendiri. Apalagi tidak ada yang&lt;br /&gt;korban sampai terluka atau akibat buruk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia juga berjanji, tidak akan membiarkan&lt;br /&gt;adanya oknum mahasiswa yang berbuat anarkis dan&lt;br /&gt;cenderung berlaku preman di lingkungan kampusnya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, Thoha belum dapat memastikan&lt;br /&gt;kemungkinan memberikan sanksi kepada mahasiswa FKIP&lt;br /&gt;yang terbukti melakukan tindakan pengancaman dengan&lt;br /&gt;senjata tajam dan perbuatan tidak menyenangkan lainnya&lt;br /&gt;kepada crew SMK Teknokra itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Umum SKM Teknokra dan Pengurus surat&lt;br /&gt;kabar mahasiswa yang tetap eksis di Indonesia itu,&lt;br /&gt;juga mengharapkan persoalan tersebut masih bisa&lt;br /&gt;diselesaikan secara baik-baik dan damai mengingat&lt;br /&gt;pelakunya adalah juga mahasiswa di kampus mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka mengharapkan, tidak ada lagi&lt;br /&gt;tindakan kekerasan, intimidasi apalagi pengancaman&lt;br /&gt;terhadap pers mahasiswa terjadi di Unila hanya karena&lt;br /&gt;keberatan dengan pemberitaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3519351902491154340?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3519351902491154340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3519351902491154340' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3519351902491154340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3519351902491154340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/07/premanisme-kampus.html' title='Preman Masuk Kampus'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-5918316105050677881</id><published>2007-07-17T15:57:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T17:18:37.684+07:00</updated><title type='text'>Gede</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RzrTitUk7iI/AAAAAAAAAB4/ESN7uOVyrkE/s1600-h/PLUS0101.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RzrTitUk7iI/AAAAAAAAAB4/ESN7uOVyrkE/s320/PLUS0101.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132647318577016354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi kapan? Gimana kalau jumat besok?&lt;br /&gt;Ok, jadiin ya!&lt;br /&gt;Kurang lebih begitu bunyi sms ku dengan dede. Sebenernya perjalanan gue ama temen-temen (Yudi, Dede, and Brang) ke Gunung Gede yang tingginya 2900an itu sulit buat gue ceritain lewat tulisan, bener-bener seru. Cuma bedanya pendakian kita kali ini nggak pake acara nyasar kayak di PS (piss…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya emang udah lama, namun sayangnya sering banget ketunda. Ada-ada aja halangannya. Emang kalo direncanain pasti kebanyakan gagalnya ketimbang dadakan. Awalnya ada dua cewe yang bakal nemenin gue, tapi satu hari menjelang hari H keduanya gagal karena yang satu nungguin pengumuman dan satu lagi sedang ada kerjaan. Alhasil, lagi-lagi gue kembali menjadi manusia paling cantiq, like usual.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gak banyak yang gue persiapin, hanya beberapa helai pakaian dengan perangkatnya, handuk kecil, jaket, kaos kaki cadangan, alat cantique (baby cologe, baby powder, facial wash, toot brush, pasta), makanan (mie, mie and mie ), and of course wet tissue (buat pup).&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hari ke 22 dibulan Juni 2007 pukul 1 siang. Kalau di Jakarta pasti lagi panas-panasnya, tapi disini kayak udah sore. Bahkan udara disini udah buat tubuh gue menggigil. Puncak Gede dan Pangrango dikelilingi kabut tebal, seolah-olah meledek ledek minta didaki.&lt;br /&gt;“Liat aja lo, besok pasti gue injek-injek”&lt;br /&gt;Ya…itulah Cibodas. Kita tiba di Green Ranger dengan selamat. Disini kita disambut oleh mamah Tiara. Mungkin kalau di PS (baca: April-PS) mamah seperti emak, Cuma bedanya kalau si Mamah jualan peralatan gunung, tapi kalau si emak jualan pisang molen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vut1HVTdI/AAAAAAAAACg/oEtT8s05Ve8/s1600-h/PLUS0042.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vut1HVTdI/AAAAAAAAACg/oEtT8s05Ve8/s320/PLUS0042.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137462271065542098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;Pukul 10 malam kita mulai naek. Kalo di PS kita hanya bermodalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lighting &lt;/span&gt;senter korek api gas, kali ini kita lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prepare&lt;/span&gt;. Masing-masing dari kita memegang senter. Jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lighting&lt;/span&gt; tidak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bro kita free talk dulu yuk..” ajak gue sambil ngos-ngosan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Free talk&lt;/span&gt; adalah istilah kita untuk istirahat dan berbicang-bincang sejenak.&lt;br /&gt;Tempat kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free talk&lt;/span&gt; pertama adalah di Telaga Biru, disini kita bukan hanya free talk tapi ada acara rebus air dan makan mie segala (dasar…). Bahkan Dede sempat tertidur dulu. Padahal perjalanan baru aja dimulai.&lt;br /&gt;“Nyantai aja kan, kita nggak buru-buru,” celetuk Dede sambil merebahkan badannya, dan nggak lama dengkurannya pun udah kedengeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 1 dini hari perjalanan kita lanjutkan, rencana kita akan ngecamp di Kandang Badak, atau minimal di Kandang Batu.&lt;br /&gt;“Pokoknya nyantai aja, kalau capek ya kita gelar tenda, oke. Kita gak ada target kan?” seru iduy.&lt;br /&gt;Siippp…seru kita.&lt;br /&gt;Namun sayangnya perjalanan sampai air panas saja belum sampai tapi kaki ini sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Kita pun gelar tenda. Kira-kira pukul 8 pagi kita bangun, namun segera digegerkan dengan hilangnya sepatu Boogie milik Iduy.&lt;br /&gt;“Yah trus gue naek pake apa dong? Masa nyeker? Mana masih jauh lagi!” serunya&lt;br /&gt;“Kita hubungin Green Ranger aja. Sapa tau bisa kena periksa di bawah,” kata gue.&lt;br /&gt;Sambil mengutuk-ngutuk si maling, kita beres-beres tenda sekaligus Iduy mencari-cari sinyal. Si sampah teknologi itu kini benar-benar menjadi “sampah” di gunung seperti ini.&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya sepatu saja yang kena sabet, gak tanggung-tanggung, kaos kaki Iduy pun di babat si Maling. “Padahal yang penting tuh kaos kakinya. Baru aja gue beli,” gerutu Iduy. Kedengeran sekali kalau kata-kata itu menyenangkan hatinya sendiri. Padahal sudah jelas-jelas yang lebih penting ya sepatunya.&lt;br /&gt;Iduy pun naek pakai sandal jepit “tulang ikannya” milik Dede. Gak bisa gue bayangin sakitnya kena batu-batu tuh kaki, karena sendal jepit milik Dede benar-benar mirip “tulang ikan” saking tipisnya terkikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati air panas dan kandang batu, akhirnya tiba juga di Kandang Badak. Kelihatannya lebih dari lima belas tenda ngecamp disana. Disana kita berkenalan dengan pendaki asal Jakarta, mereka adalah Ipul, Asep, and Doger (namanya lucu2 ya). Mereka mau naek ke puncak Gede, tapi langsung turun lagi. wuih..hebat juga nih bocah, pikir gue. Rencana kita yang awalnya juga akan ngecamp di puncak gede, lagi-lagi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cancel&lt;/span&gt;. Kaki udah nggak bisa diajak kompromi lagi. kembali, tenda pun digelar.&lt;br /&gt;“Kita ngecamp disini aja yak. Besok kita ke Pangrango trus turun lalu kita ke Gede. Bagaimana?” ajak Dede.&lt;br /&gt;“Okeh gak masalah. Iya kan khe?” jawab Iduy.&lt;br /&gt;Ya..ya..ya…&lt;br /&gt;Rencana yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perfect&lt;/span&gt;. Cuma apa iya bisa naek turun puncak segitu cepetnya? Tapi lihat besok ajalah, pikir gue.&lt;br /&gt;Brang, seksi peralatan dan perlengkapan segera menggelar tenda. Tuh bocah emang doyan banget bongkar pasang tenda. Badannya bener-bener kuat, maklum gunung Gede mungkin bagi dia ngga seberapa. Karena beberapa bulan sebelumnya dia bersama 5 orang pendaki lainnya baru aja mendaki gunung Cartenz di Jayapura sana, ck..ck…ck…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore disana emang dingin banget. Untung si Brang ama Iduy buat minuman. Lumayan, bisa buat badan sedikit hangat. Dibawah tenda kita berdiri, ada 2 tenda yang lumayan gede. Satu tenda sama kayak kita punya, satu lagi mirip tenda pramuka. Panjang dan lebar...&lt;br /&gt;Sebagian besar isinya awewe (alias cewe), mungkin cowoknya hanya dua atau tiga orang dan sebagian besar dari mereka turunan China. Kerja mereka masak…masak dan masak. Habis dari obrolannya yang kedengeran sampai ke kita Cuma makanan terus, hehehe….bikin ngiri karena kita Cuma bisa masak mie, kerupuk dan sarden oh iya gak lupa ikan asin bawaannya Iduy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini nggak buat api unggun seperti di PS. Maklum, hutan di Gede termasuk yang dilindungi. Jadi kita maen api kecil-kecilan buatan Iduy, sedang si Brang selalu asik dengan nestingnya. Gak pa pa, dari pada gak ada kerjaan, jadi ngerebusin air terus. Si Dede mana yak? Oh iya, selesai makan dia langsung masuk ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sleepingbag&lt;/span&gt; ¬nya, tuh bocah emang kalo digunung ketauan sifat ASLI nya. MALES!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 8-an, tiga orang pendaki Jakarta yang gue certain diatas tadi turun dari puncak Gede.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum…” entah seru siapa, karena gelap gue gak bisa lihat muka mereka satu-satu.&lt;br /&gt;“Walaikumsalam..” jawab kita sama-sama.&lt;br /&gt;“Wah udah turun. Yuk kita ngopi2 dulu, nih ada kopi lampung. Ngicipin…hehhee,” seru Iduy.&lt;br /&gt;Kita pun bercakap-cakap. Sampai akhirnya gue dah gak tahan lagi ama angin yang “nampar2” muka. Gue masuk tenda, kemudian masuk ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sleepingbag&lt;/span&gt;. Kalau dipikir2 badan gue udah kayak ulet aja masuk ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sleepingbag&lt;/span&gt;, yang keliatan Cuma muka doank :D&lt;br /&gt;Emang temen2 gue ini baek, mereka tau kalau gue gak bakalan bawa peralatan gunung sebagai mana mestinya. Jadi gue dipinjemin jaket anti angin, sarung tangan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sleepingbag&lt;/span&gt; ampe kaos kaki. Tapi tunggu dulu, kaos kaki gue bawa sendiri. Gue gak mau bau favorit gue bercampur dengan bau mereka heheheh…(piss guy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sleepingbag&lt;/span&gt;. Satu dipakai Dede, satu dipakai gue dan satu lagi dipakai Brang, sedang Iduy dia pakai jaket super tebel yang ketebalannya sama aja kayak sleepingbag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ketiga anak Jakarta itu ngecamp di Kandang Badak. Cuma mereka pakai apa? Gue gak abis pikir. Setelah gue lihat pagi-pagi, ternyata mereka tidur Cuma ditutupin terpal warna hitam, dengan alas karpet.&lt;br /&gt;“Hah! Jadi tadi malam kalian minep disini? Dengan beginian nih? Gila…bener2 gila,” seru gue pada mereka.&lt;br /&gt;Hehehhe….jawab mereka&lt;br /&gt;Yah..dia malah ketawa. Bukannya mikir, pikir gue dalam ati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan pagi, kita semua beres2. rencana kita selanjutnya naek ke puncak gede lalu ke surya kencana (lihat edelwis) kemudian turun ke Cibodas. Sedang, rencana tiga orang Jakarta itu ya langsung turun. Karena sebenernya mereka tidak ijin untuk menginap melainkan hanya ke air terjun Cibeureum. Dasar…&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu, sebelum menjalankan rencana kita masing-masing kita mengabadikan moment terlebih dahulu, tidak lupa kita pun bertukaran email dan nomor telepon (sebenernya yang ngasih nomor telepon Cuma gue doang sih, hehehe...)&lt;br /&gt;“Pakai cariel nya dong, biar gaya,” seru iduy.&lt;br /&gt;Halah…&lt;br /&gt;123…Cheerrr….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita berpisah dan melanjutkan perjalanan masing2. Dua jam lebih lebih perjalanan menuju puncak. Ditengah jalan kita ketemu bule, gila langkahnya panjang2 banget. Wajar aja kalau dia nyampe duluan. “Kalian baru sampai? Wah kalian naik escalator lambat ya,” begitu katanya saat berpapasan kita di puncak.&lt;br /&gt;“Ya iyalah situ enak kakinya panjang, nah kite?,” tapi gue jawabnya dalam ati hehehe…&lt;br /&gt;Waktu perjalanan naek ke puncak, kita ngelewatin tebing yang lumayan curam dan lumayan tinggi. Walaupun disediain tali buat manjat, tetep aja bikin jantung gue ketar ketir.&lt;br /&gt;“Khe bisa ngga? pegangan gue aja!” seru Brang. Walaupun dia bawa cariel paling gede, tapi kayak nggak ada beban sama sekali. Beda ama gue. Padahal tas gue udah dibawain ama Iduy, tapi tetep aja ngerasa berat. Duh kalau begini, gue ngerasa badan gue ‘ndut banget, kalau kurusan enak banget kali yak &lt;br /&gt;Setelah melewati tebing curam itu tak lupa foto-foto, teteeppp….habisnya pemandangannya indah banget. Maklum jarang-jarang ngeliat gunung dari deket, jadi keliatan norak yak :D&lt;br /&gt;Belum lagi pas nyampe puncak. Gak ada abisnya moto-motoin pemandangan. Kalau selama ini kita ngeliat awan keatas, kali ini kita ngeliat awan kebawah. Kita bener-bener ada dipaling atas puncak gunung. Busyeettt...cantik banget&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vtpFHVTcI/AAAAAAAAACY/BuBSE6m0skg/s1600-h/PLUS0090.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0vtpFHVTcI/AAAAAAAAACY/BuBSE6m0skg/s320/PLUS0090.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137461089949535682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;Kita sampai di puncak pukul 12-an siang. Setelah foto-foto, kita istirahat sebentar sambil masak mie (lagi-lagi..) karena emang Cuma mie yang tersisa.&lt;br /&gt;“Gila bagus bangett..khe mau ikut gue gak foto-foto?” ajak Dede.&lt;br /&gt;“Gak ah, udah cukup. Kaki gue pegel banget. Pengen ngaso dulu bentar,” jawab gue. Rasa-rasanya udah gak sanggup lagi gue jalan. Capek banget. Bahkan Iduy dan Brang sempet tidur dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3 kita kembali turun. Rencana ke Surya Kencana gagal. Selain karena waktu, gw juga ogah. Sebenernya kepengen banget Cuma kaki gw juga ogah buat diajak jalan lagi. Giliran melewati tebing curam yang tadi kita naikin. Lagi-lagi dengan bantuan si Brang gue bisa ngelewatin semua itu dengan deg-degan. Dede udah sampai di bawah duluan. Dia moto-motin kita yang lagi susah payah turun pas ditebing tadi, jadi kita nurunin tebing itu pake gaya, dasar…&lt;br /&gt;“Kayaknya kita mesti minep semalam lagi deh. Gimana kalau pulangnya besok? Kita pasti kemaleman di jalan. Sekarang aja udah sore, gimana De?” ujar Iduy tiba-tiba.&lt;br /&gt;“Iya juga. Gw sih hayo aja. Lu gimana khe?” jawab Dede. (Kalau Brang nggak sudah ditanya. Kalau dia sih berharap lama-lama di gunung, emang udah jadi orang gunung. Mukanya aja mirip yang hidup di gunung) hihihi…piss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah? Minep lagi? Besok kan senen. Trus gawe gue gimana? Emang sih deadline dah selesai. Cuma kan gue baru dua bulan gawe, masa dah semau-mau masuk? Tapi gue juga pasti gak mungkin bisa masuk besok kalau begini. Setelah dipikir-pikir bener juga kata mereka. Sampai di kandang badak aja mungkin jam 5-an, belum turunnya pasti mesti butuh waktu 5 jam-an. Gue juga ogah ngelewatin air panas malem-malem, kalau kepeleset gimana? Wahh…ntar dulu deh.&lt;br /&gt;“Gimana yak? Bener sih. Ya udah deh…tapi gue musti butuh sinyal buat hubungin temen. Orang2 pasti nyariin gue! Tapi logistic kita gimana? Dah nggak ada lagi?”&lt;br /&gt;“Masih kok kalo buat sekali lagi. Ya udah lu ketik sms aja dulu. Ntar pas dapet sinyal langsung lu kirim,” kata Iduy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Kandang Badak. yang lain sibuk diriin tenda, gue sibuk nyari sinyal. Tapi tetep aja si 'sampah' ini nggak ngebantu gue. Eitt..tunggu dulu, yang sibuk buat tenda Cuma Iduy and Brang, karena Dede seperti biasa…memperlihatkan sifat aslinya. TIDURAN! Dasar…&lt;br /&gt;Waktu itu Cuma sedikit yang ngecamp di Kadang Badak. Kalau nggak salah Cuma ada 5 tenda, salah satunya ada yang dari Tangerang (3 cowo 1 cewe). Terakhir gue tahu cewe itu Vera, asalnya dari Lampung, lainnya gue lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok paginya, pukul 8 kita mulai turun. Pendaki asal Tangerang itu berencana naek ke puncak. Sedangkan kita langsung turun, dan tak lupa foto dulu. Pas turun kaki gue sempet kesandung batu, dan hasilnya lumayan buat lutut gue ungu (sakit juga sih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Cibodas kita mampir ke Green Ranger kembali. Baru setelah kita makan dan bersih-bersih badan kita berpamitan dengan Mamah dan suaminya Bang Idhat (maaf kalau tulisannya salah ya bang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 2 siang kita mulai turun. Puncak masih macet, maklum hari itu pertama liburan anak sekolah jadi termasuk lama juga didalam bus menuju kampung rambutan. Untung sampai di Taman Safari gue bisa dapet tempat duduk, tapi sayangnya Dede terpaksa berdiri. Dia nggak kebagian tempat.&lt;br /&gt;Sampai di Kampung Rambutan kita naek bus way. Selain murah, bisa langsung depan kosan. Karena kosan gue deket dengan shelter Benhil. Tapi Iduy kepengen ketemu temannya dulu (EB namanya). Jadi sebelum sempet nyampe shelter Benhil kita turun di Manggarai. Belum lama nunggu di depan Pasar Raya, EB datang dengan temannya. Kita pun mampir ke kontrakannya sebentar lalu makan di TIM. Baru setelahnya sekitar pukul 11 malam gue balik kekosan, diantar oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh…perjalanan yang sangat panjang dan kaki gue seperti mati rasa. Capek banget!!&lt;br /&gt;Tapi its ok, tiga hari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full adventure&lt;/span&gt;. Capek gue ngga seberapa dibandingin ama pengalamannya. Karena belum tentu dalam waktu deket bisa seperti itu lagi. Kalau Dede bilang, dia bakalan ke Gede lagi bukan ngajak gue (karna bosen) tapi dengan sang istri (buat honey moon), hahaha….begitu katanya.&lt;br /&gt;“Emang lo bisa diriin tenda De?” seru gue sambil ketawa waktu dia bicara gitu.&lt;br /&gt;“Sialan lo. Ya bisa lah..” jawab dia.&lt;br /&gt;“Becanda De…gue tunggu kabarnya aja, ok Bro” .&lt;br /&gt;Kali ini foto hasil jepretan kita lumayan banyak yang bagus2, nggak kayak waktu di PS dulu. Bener-bener...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-5918316105050677881?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/5918316105050677881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=5918316105050677881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5918316105050677881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/5918316105050677881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/07/gede_17.html' title='Gede'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RzrTitUk7iI/AAAAAAAAAB4/ESN7uOVyrkE/s72-c/PLUS0101.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-8813213168308542922</id><published>2007-07-12T17:30:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T17:40:19.376+07:00</updated><title type='text'>Belajar berkeluarga...</title><content type='html'>Memang benar yak kalau menikah, trus punya anak lalu hubungan suami istri bisa jadi tidak mesra?&lt;br /&gt;Kaget! Itu yang aku lakukan ketika si bos menyuruhku memberikan tema untuk bulan ini. &lt;br /&gt;“Jadi suami istri itu kalau sudah punya anak…Bla…bla….bla…. kamu paham kan Khe?” katanya.&lt;br /&gt;Ups. Apapula ini. Paham sih, tapi emang iya ya? Duh gak habis pikir.&lt;br /&gt;Ini adalah tugas ketiga ku menulis tentang keluarga. Macam-macam saja tema yang diambil. Maklum, secara aku belum mengerti dengan segala hal yang berhubungan tentang keluarga, wong kepikiran untuk menikah saja belum, malah disuruh menulis hal-hal kayak begonoan. &lt;br /&gt;“Kamu kan bisa konsultasi gratis khe dengan para psikolog itu. lumayan buat kamu belajar nanti,” begitu kata si bos. Kalimat pemotivasi diriku. Awalnya aku ogah-ogahan menulis tulisan keluarga ini, tapi setelah dipikir-pikir….&lt;br /&gt;ehmm boleh juga untuk pembelajaran, hehehe…&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu aku disuruh membuat tulisan tentang suami istri yang berkonflik tapi mereka tetep tinggal satu atap. Awalnya aku nggak percaya ada pasangan yang seperti itu, karena dipikiran ku, kalau dah nggak cocok ngapain dipaksain. Hehehe…pikiran bocah&lt;br /&gt;Ternyata kalau sudah berumah tangga itu banyak hal yang bisa buat jadi konflik. Jangan berbicara tentang perselingkuhan deh, karena kalau itu sudah biasa. Lihat saja berita infotaiment, banyak artis yang kawin cerai gara-gara salah satu pasangannya selingkuh. Tapi ternyata hal kecil seperti anak pun bisa menjadi hal pemicu untuk cerai. Sepele memang kelihatannya tapi begitulah kenyataan. Bahkan dengan tetangga pun kita perlu berhati-hati. Neighbour, friends or foe? Begitu aku kasih judul pada tulisanku yang pertama.  Ternyata tetangga bisa membuat pola asuh sebuah rumahtangga menjadi berubah, bahkan pengaruhnya sangat besar. Wah..wah…begitu yak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-8813213168308542922?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/8813213168308542922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=8813213168308542922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8813213168308542922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8813213168308542922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/07/belajar-berkeluarga.html' title='Belajar berkeluarga...'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-2286575508902248515</id><published>2007-07-10T16:10:00.000+07:00</published><updated>2007-07-10T16:55:14.669+07:00</updated><title type='text'>Sang Juara Itu.....</title><content type='html'>Lama aku tunggu, akhirnya datang juga. Untuk ukuran pria remaja dia termasuk tinggi, tapi tubuhnya tidak terlalu besar. Mungkin sekitar 40 kg. Dari pakaiannya ia kelihatan biasa saja, hanya kaos oblong berkerah dengan celana jeans dan sandal jepit. Jerawat mini di mukanya menandakan kalau ia sudah menanjak remaja, namun tetap terlihat menarik.  Ia berjalan bersama seorang pria, dari perawakannya mungkin ia berumur 40 tahunan. Rambut gondrong, dengan celana panjang belel serta kaos oblong yang sama-sama belel. Memperlihatkan kalau ia berasal dari golongan yang sangat biasa. Bukan orang kantoran, juga bukan orang berada, karena tubuhnya pun tidak kelihatan terurus.&lt;br /&gt;“Maaf mba lama menunggu. Saya Farid,” seru pria remaja itu.&lt;br /&gt;Segera aku berdiri dari tempat duduk dan menjabat tangannya dengan erat. Kata nenek, kalau bersalaman dengan orang harus erat dan tegas, itu menandakan juga karakter orang dan keseriusan kita. &lt;br /&gt;“Aku Rieke. Tidak apa-apa, Aku yang salah karena datang terlalu cepat,” ucapku.&lt;br /&gt;“Aku tinggal ya mba, mau jaga warung lagi,” seru pria yang bersama Farid.&lt;br /&gt;"Ok terimakasih banyak pak," jawabku&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pria yang bersamanya itu adalah Abrori, ayah Farid. Sehari-hari ia menjaga kios rokoknya didepan sekolah Farid. Tidak, terlalu bagus untuk disebut kios, mungkin lebih tepat kalau dibilang warung kecil. &lt;br /&gt;Aku dan Farid segera mencari tempat. Ya, kedatanganku ke Bekasi hari itu adalah untuk mewawancari Farid, sang juara catur dunia untuk kelompok umur 15 tahun di Yunani Mei lalu.&lt;br /&gt;Farid pun bercerita akan kemenangannya di Yunani sana. Dengan nilai nyaris sempurna 8,5 dari 9 permainan membuat Indonesia bangga mempunyai putra yang amat pintar di olah raga berfikir itu. Mengalahkan pecatur Rusia dan Turki. Sungguh mengagumkan. Remaja bernama lengkap Farid Firman Syah ini belum genap umurnya 14 tahun, namun rekornya menjuarai berbagai perlombaan catur sudah seabreg-abreg. Dia bukan orang kaya, dia hanya orang biasa. Dia juga tahu catur bukan dari sekolah catur, walaupun akhirnya ia pun disekolahkan di sekolah catur ternama SCUA. Dia tahu catur dari ayahnya yang setiap malam sering bermain catur dengan teman-temannya. Hingga akhirnya ia tahu langkah-langkah si biji catur itu, sang ayah memasukkannya di SCUA tempat biasa ia berjualan rokok. Walaupun demikian Amaroh (sang ibu) harus menyisihkan 75 ribu setiap bulannya dari penghasilan yang tidak seberapa itu untuk biaya sekolah Farid. Nilai yang lumayan besar bagi mereka, namun tekad Farid ingin belajar catur membuat Abrori dan Amaroh berjuang keras untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaib! Hanya 3 bulan Farid bersekolah, ia sudah bisa mengikuti perlombaan catur antar pelajar di Bandung, dan tidak tanggung-tanggung, juara I pun di sabetnya. Saat itu Farid belum genap berumur 9 tahun. &lt;br /&gt;“Aku ingin bantu Ibu dan Ayah. Aku ingin seperti pecatur Susanto yang dapat membeli mobil dari hasil catur,” seru Farid. &lt;br /&gt;Sungguh keinginan yang luar biasa. Sadar dengan keadaannya, Farid merasa harus membantu kedua orangtuanya. Dengan motivasi inilah, akhirnya ia berhasil mensabet seluruh perlombaan catur lainnya. Hingga kini ia mendapat gelar master nasional. Walaupun saat ini dia mendapat gelar grand master untuk tingkat junior, namun ia merasa tidak harus belajar sampai disitu. Kini, obsesinya ingin menjadi Grand Master, sebuah gelar paling puncak di dunia pecaturan. Walaupun &lt;br /&gt;“Bermain catur itu ibarat perang antar dua kerajaan. Butuh strategi untuk mengalahkannya. Aku ingin seperti Anatoly Karpov (pecatur Rusia) dan Utut Adianto,” ujar Farid. Walaupun suaranya kecil, tapi terdengar kalau ia sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok Farid, kita doakan obsesimu tercapai. Agar Dunia tidak memandang sebelah mata akan Indonesia dan mudah-mudahan saat kau pensiun dari caturmu nanti, engkau tidak dilupakan begitu saja oleh Indonesia, seperti nasib atlet Indonesia lainnya. Amin. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-2286575508902248515?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/2286575508902248515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=2286575508902248515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/2286575508902248515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/2286575508902248515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/07/sang-juara-itu_10.html' title='Sang Juara Itu.....'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3040752317564047513</id><published>2007-06-06T09:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T17:55:08.902+07:00</updated><title type='text'>Oleh2 Vs Cewe</title><content type='html'>Yang namanya cewe emang doyan banget ama yang namanya shopping. Bukan Cuma itu, cewe juga doyan ama yang namanya beli oleh-oleh. Kebetulan kegemaran itu jadi salah satu khas gue ama temen satu gank (biar kedengeran lebih keren, pake ”k”). Setiap jalan-jalan, wajib bawa oleh-oleh. Meskipun duit dikantong Cuma tinggal seribu pokoknya wajib beli oleh-oleh, permen juga ga apa apa, yang penting oleh-oleh. Kalo jalan-jalan tanpa beli oleh-oleh ibarat sayur asem gak pake garem, begitu katanya. Sebenernya gue paling benci yang namanya bawa-bawa bungkusan. Kalo bisa tas yang dipegang itu Cuma satu, cukup ransel TITIK. Tapi entah kenapa kalau jalan ama temen gank ini, penyakit beli oleh-oleh kadang datang menjalar di tubuh gue(halah, apa sih).&lt;br /&gt;Mengenai oleh-oleh, gue saaluutt ama teman gue Ina namanya. Dia emang ratu oleh-oleh. Ehmm…kalo dia ini walaupun duit lagi cekak, oleh-oleh tetep wajib dibeli (sebenerna semuanya jg sama, Cuma dia yang paling ketara banget). “Nggak enak ntar kalau orang rumah nanya oleh-oleh gimana? Lagian kan mumpung lagi disini, jarang2 lho” begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan Cuma oleh-oleh berjenis makanan, boneka yang nggak penting dibeli aja bakalan di beli ama si Ina ini. Apalagi kalau ngeliat boneka tweety, ampe bela-belain pinjem duit buat ngebeli binatang berkepala aneh itu. Pernah suatu kali kita jalan ke ciater, ampe sana oleh-oleh yang kita bawa (tepatnya Ina) ngelebihin tas yang kita pake. Padahal tuh tas udah ukuran ransel 60 liter (gila kan). Mulai dari alpukat, opak, salak, wayang golek, ampe boneka winny the pooh, dan tweety semuanya dibeli. Padahal waktu itu gue sempet mikir emangnya ini boneka nggak ada yang jual apa ya di serang? Tapi bodo ah, yang penting bawa oleh-oleh.&lt;br /&gt;Kembali ke jalan-jalan. Kurang lebih satu bulan yang lalu kita maen ke Subang. Kali ini yang gandrung ama oleh-oleh bukan lagi Ina tapi temen gue yang satunya Oke (walaupun jabatan Ina sebagai ratu oleh2 tidak dapat disingkirkan). Ketika kendaraan akan keluar Subang kita berhenti buat beli Nanas, konon daerah ini memang terkenal dengan nanas madunya. Jadi kalau gak beli khas daerah sini gak afdol. “Sabaraha iyeu bu?” tanya kita rame2. “Lima belas tilu neng” jawab si Ibu. ”Set awis amat bu, sapuluh tilu nyak. Abdi ngala genep yeuh” kata Oke. Gue pikir enem itu tiga gue trus tiga lagi dia, eh gak tau nya si Oke bener-bener beli enem. Gila banyak banget...&lt;br /&gt;”Lo buat sapa ke? Banyak banget. Teteh lo ngidam? Apa emak lo?” tanya gue.&lt;br /&gt;”Ah mumpung murah, bayangin tadinya lima belas tiga sekarang jadi sepuluh tiga, hebat kan!”&lt;br /&gt;Hah...apa nya yang hebat, pikir gue.&lt;br /&gt;”Lo gak beli Na? Tumben” tanya gue pada Ina.&lt;br /&gt;”Gak  ah, gue gak boleh beli nanas. Kata nyokap gue gak baek buat cewe”&lt;br /&gt;Hah..apa lagi ini, tumben-tumben si Ina beli oleh2 pake mikir dulu.&lt;br /&gt;”Ah lo mah gak pernah nonton asal usul sih, percaya gituan”&lt;br /&gt;Akhirnya sembilan nanas berukuran besar-besar masuk bagasi mobil. Tiga punya gue, enam punya Oke.&lt;br /&gt;“Eh, kalo ada ubi cilembu kita berhenti yak. Jangan lupa lho!” seru Oke&lt;br /&gt;”Iya gue juga pengen beli” saut Ina.&lt;br /&gt;“He eh gue juga nih pengen beli,” kata gue. Padahal dalam hati buat apa yak beli ubi cilembu, tapi gak pa pa deh yang penting dibeli dulu.&lt;br /&gt;Gak lama....&lt;br /&gt;Tu tu tuh...ubi nya. Berenti ko! Seru kita bertiga bersamaan&lt;br /&gt;Setelah tawar menawar, didapatlah harga tengah2 kebetulan gue lupa berapa harga jadinya waktu itu. Tapi yang pasti gue beli satu setengah kilo, Oke empat kilo dan Ina tiga kilo plus alpukat dua setengah kilo. Busyettt...&lt;br /&gt;Brukk..oleh-oleh kembali masuk ke bagasi.&lt;br /&gt;Kendaraan pun kembali melaju menuju kota kembang. Ehmm...disana kan gudangnya oleh2. berhenti sejenak di SPBU, bukan buat beli bensin tapi buat ngeluarin bensin (pipis maksudnya heee..), Oke and Ina dah kebelet. Sampai disana pedagang yang jual strawbery bikin gue ngiler. ”Ihh...bagus2 banget sih strawberry nya” seru gue.&lt;br /&gt;Tapi gak ada yang nyautin gue, untung banget si Eko keburu ngusir tu pedagang kalo gak bisa-bisa gue beli buah asem itu juga.&lt;br /&gt;Hal itu sempet gue ceritain ke Oke n Ina. Mereka ketawa2, “untung lo gak beli khe, dah gitu kita lagi pada pipis lagi. Kalo kita ada pasti dibeli tuh, lumayan buat nambahin bawaan” seru Oke.&lt;br /&gt;”Gila udah banyak banget tuh bagasi, lagian kan si Meli dah ngebawain oleh2 juga masa masih kurang juga” kata Eko&lt;br /&gt;”Eh itu mah pemberian, beda donk,” seru Ina.&lt;br /&gt;Huh..dasar…keluh Eko.&lt;br /&gt;Sampai di Bandung, gue ribut ama yang namanya Cimol, Ina ribut ama Ciloknya dan Oke rebut ama bakso cekernya.&lt;br /&gt;“Duh pusing nih, banyak banget sih maunya. Abis ini katanya mau beli peyeum?” kata Hardi.&lt;br /&gt;”Eh salah setelah ini kita beli sepatu dulu, tapi dimana yak?” seru Oke.&lt;br /&gt;”Oh iya gue juga kepengen banget beli sepatu. Yang murah tuh dideket mesjid agung, Cuma gue gak tau deh namanya. Lo tau kan Di?” jawab gue.&lt;br /&gt;“Iya gue pengen beli tas juga buat ngajar, gue dah bosen ama tas yang sering dipake. itu2 mulu” seru Ina.&lt;br /&gt;Arrrgghhhhh….kata Hardi sambil garuk2 kepala.&lt;br /&gt;Sesampainya dipasar kita keliling2, Oke dapet sepatu 2 pasang dan 1 tas. Gue dapet 1 tas (padahal awalnya pengen beli sepatu tapi malah nyasar), trus gak nanggung2 Ina dapet 2 tas.&lt;br /&gt;Brukk…kembali barang bawaan masuk bagasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0v3dVHVTfI/AAAAAAAAACw/v7wvfZS4gYE/s1600-h/ina049-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0v3dVHVTfI/AAAAAAAAACw/v7wvfZS4gYE/s320/ina049-kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137471883202350578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;Sekarang tinggal beli peyeum Bandung. Kalo ke Bandung gak beli peyeum berarti gak ke Bandung namanya. Namun kota Bandung udah kita puter2in tetep aja tu peyeum gak nemu juga. Akhirnya pilihan terakhir jatuh di leuwih panjang, kalo diterminal gak mungkin donk gak ada peyeum.&lt;br /&gt;Walapun hujan deres banget tapi tetep kita bela belain, demi beli oleh2 si peyeum. Nyampe diterminal, ujung2 nya bukan Cuma peyeum, tapi keripik tempe yang gak masuk dalam list oleh2 pun ikut dibeli.&lt;br /&gt;“dua kilo yak pa” seru Oke. ”sami pak abdi oge dua kilo” saut Ina. Cuma gue yang gak beli, habis gue lirik dompet kayaknya ngepas banget deh. Ehmm…gak usah aja deh, mendingan gue beli peyeum aja, kata gue dalam ati.&lt;br /&gt;Karna biar keliatan oleh2, peyeum yang seharusnya bisa dimasukkan ke plastik, gue minta ama abang penjualnya buat dibungkus pake keranjang.&lt;br /&gt;“Lo bener2 kayak dari kampung banget sih khe, untung tu keranjang gak diisi ayam jago,” seru Eko.&lt;br /&gt;Hahahaha….spontan semuanya ketawa.&lt;br /&gt;Sialan, piker gue. “eh, biar sekalian kayak dari jalan2 donk, kan nanggung” jawab gue.&lt;br /&gt;Diperjalanan pulang menuju Serang, gue tengaok isi bagasi.&lt;br /&gt;“Busyettt….banyak banget, gimana bawanya yak?”&lt;br /&gt;“Hahaha…baru nyadar lo yak kalo bawaan lo banyak.” jawab Eko sambil cengengesan.&lt;br /&gt;“Yah elu, gue sih sebenernya gak mau bawa2 kayak ginian. Nih gara2 kena sindrom si Ina, maka nya gue jadi beli2 yang gak genah ini”&lt;br /&gt;“eit kok gue yang disalahin sih, udah ga pa pa yang penting orang rumah seneng” saut Ina. Gue liat2 lagi barang bawaan yang gue beli. Gue Cuma bisa geleng2 pala doank. Kok bisa sebanyak ini yak, gak habis pikir deh. Apalagi dua penggila oleh2 itu, Ina n Oke bisa repot banget tuh anak pas pulangnya.&lt;br /&gt;Pokoknya sepanjang perjalanan kita sakit perut Cuma gara2 ngetawain oleh2 yang numpuk dari bagasi ampe kursi belakang.&lt;br /&gt;Dasar cewe, gak bisa liat barang murah. Apalagi kalo nawar trus dia jadi pemenangnya, yang kayak begituan tuh yang jadi kepuasan bagi cewe kalo belanja, betul gak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3040752317564047513?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3040752317564047513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3040752317564047513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3040752317564047513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3040752317564047513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/06/oleh2-vs-cewe.html' title='Oleh2 Vs Cewe'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0v3dVHVTfI/AAAAAAAAACw/v7wvfZS4gYE/s72-c/ina049-kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3331252561480349305</id><published>2007-05-23T10:53:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T11:08:08.995+07:00</updated><title type='text'>Dag Dig Dug</title><content type='html'>Jam ditangan menunjukkan 10.45 pm. Tas aku pegang erat-erat, tak lupa bibir ku juga komat-kamit, sekedar menenangkan hati memohon kepada-Nya agar diberikan selamat sampai tujuan. Aku tidak tahu berapa jarak aku berdiri saat ini hingga di tempat, tapi yang pasti perjalananku masih jauh, masih tiga kali naek mobil lagi. Sesekali aku tengok ke belakang. Masih belum ada juga, pikirku. Sedikit menggerutu, karena sudah lima belas menit aku tunggu bus tapi tidak ada yang muncul. &lt;br /&gt;Saat ini sampah teknologi ku tidak bisa ku pakai. Lowbat! Huh kebiasaan, pikirku. Giliran sedang dibutuhkan malah jadi merepotkan. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Ayo grogol…grogol…grogol..slipi yuk!” &lt;br /&gt;Alhamdulillah akhirnya datang juga. Segera aku naik, dan duduk tepat dibelakang supir. tumben bisa dapet tempat duduk, pikirku, biasanya paling bantar aku cuma bisa sandaran di tiang dekat kursi supir. Aku tengok ke belakang cuma ada 2 wanita, dan yang lainnya pria. Beberapa orang dari mereka memang keliatan pekerja.&lt;br /&gt;Jalanan sepi, jadi bus bisa seenaknya memakai jalan, tidak seperti biasanya. Hanya membutuhkan waktu sekitar duabelas menit aku sudah sampai di Slipi.&lt;br /&gt;Jalanan agak sepi. Ku cari angkot bernomor 11, agak susah juga. Mungkin karena sudah malam, pikirku. Ah itu dia diujung sana. Segera kulangkahkan kaki menujunya, aku naik dan lagi-lagi aku duduk tepat dibelakang supir. Penumpang didalam semuanya pria. Sedikit risih juga melihatnya, perasaan takut merasukiku, sagala pikiran yang macam-macm datang di kepalaku. Kembali bibirku komat kamit, menyebut nama-Nya, minta diberikan keselamatan kembali. Setelah aku perhatikan, ternyata seseorang yng duduk tepat disamping supir itu adalah wanita, hanya saja keliatan agak kelaki-lakian. Uh..untung ada temennya, bisikku sambil mengusap dada.&lt;br /&gt;Namun tak lama, wanita tomboy itu turun. Kembali jantung ini berdegub agak kencang. Perjalananku masih jauh, ditambah mobil yang kutumpangi ini pakai acara ngetem. Jam ditangan menunjukkan 11.10 pm. Ya ampun sudah malam sekali, pikirku. Baru kali ini aku pulang kerja hingga larut begini. Orang di rumah pasti mengkhawatirkanku. Hp ku benar-benar menjadi sampah sekarang. Tidak bisa dipakai! Tapi ada untungnya juga, mungkin kalau hidup, si sampah ini pasti berdering terus, dan itu kemungkinannya mengundang orang berbuat jahat, apalagi sekarang sudah larut begini, pikirku.&lt;br /&gt;Tiba dipertigaan menuju Meruya aku turun. Lagi-lagi angkot yang kucari agak lama juga datangnya. Karena sudah tidak sabar lagi ingin cepat menuju rumah, angkot nomor berapapun aku naiki. Kali ini aku benar-benar seorang wanita didalamnya. Semuanya pria, kalau tidak salah ada 5 orang. Dipojokkan ada yang sedang tertidur, keliatannya seperti habis minum-minum. Kepalanya keliatan goyang-goyang, seperti orang berzikir. Tapi sepertinya ngga mungkin dia berzikir, masa dengan celana sobek-sobek begitu, pikirku. Ah biarin aja, emang aku pikirin tapi lama-kelamaan jadi kepikiran juga. Hihh…&lt;br /&gt;Tidak lama plang Lurah Meruya terlihat. Segera aku turun! Karena angkot yang aku naiki bukan 03, maka nya aku turun di pertigaan menuju kelurahan meruya. Biasanya mobil yang aku naiki belok kearah sana, tapi mobil yang ini lurus menuju joglo.&lt;br /&gt;Pukul 11.37 pm aku tiba dirumah. Alhamdulillah…ucapku sambil mengusap dada kembali. Pelan-pelan aku membuka pintu agar orang rumah tidak terbangun, tapi tetap saja mereka tau. Om membukakan aku pintu, dia bertanya mengapa aku tidak bisa dihubungin. Maap om, Lowbat, jawabku. Segera aku ganti baju, dan mencuci muka sekalian mengambil wudu untuk solat Isya. Dalam sholat aku bersyukur pada-Nya, akhirnya aku tiba dengan selamat. Karena sudah capek sekali, aku langsung merebahkan tubuh ini. Tidak sempat lagi makan. Ah besok saja sekalian saarapan, pikirku. Sambil memejamkan mata aku memikirkan hari esok, pasti akan seperti ini lagi, pikirku. Berangkat pagi pulang larut malam. Huh…capek, padahal di Lampung juga sering pulang larut malam, bahkan subuh tapi aku tidak pernah takut seperti ini mungkin karena disana “ojek”ku banyak hehehe...:p. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3331252561480349305?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3331252561480349305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3331252561480349305' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3331252561480349305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3331252561480349305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/05/dag-dig-dug.html' title='Dag Dig Dug'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-1754417661931424684</id><published>2007-05-21T19:00:00.000+07:00</published><updated>2007-05-21T19:11:06.162+07:00</updated><title type='text'>MIss U All</title><content type='html'>Malam-malam gini gue masih stand by di ruangan yang bikin gue pusing ini. Seharian gue duduk didepan komputer, entah berapa kali gue udah browsing-browsing situs lowongan pekerjaan dan beasiswa. Tapi ngga ada yang nyantol. Trus udah banyak banget blog-blog temen-temen yang gue buka-bukain trus gue baca-bacain. Setiap gue baca blog kalian, setiap itu juga gue cekikikan sendiri. Ternyata kalau dipikir-pikir kita itu kayak anak kecil ya, ngga inget ama umur. Jadi malu...&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SUMPEH, gue kangen banget ama kalian. Kapan ya bisa ketemu trus kumpul-kumpul lagi. Rencana kita ketemu lagi tahun 2010 itu kesampean ngga ya? Mudah-mudahan sih begitu.&lt;br /&gt;Gue kangen pengen ngobrol ampe pagi, tengah malem nyari makanan. Kalian nyari nasi uduk, gue nyari ketoprak, secara gue ngga begitu doyan yang namanya uduk. Gue juga kangen pengen gonjrang-ganjreng, jadi biduan tengah malam. Walaupun rada-rada fals, tapi lumayan buat nyamuk-nyamuk pada nyingkir.&lt;br /&gt;Walaupun sekarang gue sering pulang malem, tapi gue ngga pernah ampe subuh kayak dulu. Trus sendiri! Kasian ya gue...&lt;br /&gt;Gimana kabarnya kalian ya? Udah pada mikir lulus kuliah ngga ya? Ato masih kayak dulu? ya..pokoknya mudah-mudahan kita bisa berjumpa lagi. Miss U All friends &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-1754417661931424684?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/1754417661931424684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=1754417661931424684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/1754417661931424684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/1754417661931424684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/05/miss-u-all.html' title='MIss U All'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-6149205419436341672</id><published>2007-05-19T14:40:00.000+07:00</published><updated>2007-05-21T14:46:27.563+07:00</updated><title type='text'>GAPTEKMA</title><content type='html'>Masih cerita kerumah nenek. Teman ku Oke emang doyan makan, padahal kita semua baru saja makan berat kira-kira dua jam yang lalu. Tapi katanya perut dia sudah keroncongan lagi.&lt;br /&gt;Huh…dasarnya perut karet&lt;br /&gt;Untung sebelum  kerumah nenek, aku tadi mampir dulu ke Alfa Mart untuk beli oleh-oleh, didalamnya ada mie instant.&lt;br /&gt;“Eh, masak mie yuk? Kayaknya enak deh makan mie dingin-dingin begini” ajak Oke pada kita.&lt;br /&gt;“Ah lu mah ngga dingin aja enak makan apalagi dingin-dingin begini. Dasar..” seru Hardi.&lt;br /&gt;“Nggak tahu nih, perut gue laper lagi”&lt;br /&gt;“Maka nya jangan pelihara cacing!”&lt;br /&gt;Walaupun ngomel, tapi tetap saja kita semua pergi ke dapur juga.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di rumah nenek tidak ada kompor gas, jangankan kompor gas, kompor minyak saja tidak ada. Mereka lebih senang dengan tungku, orang disini menganggap tungku lebih murah, praktis, hemat BBM dan tentunya lebih mengenal dengan istilah “Asalkan dapur tetap mengepul” ya iyalah karena masak apa saja pasti keluar asap. bukan hanya asap, efeknya juga memberikan kesan pada langit-langit dapur, hitam kelam.&lt;br /&gt;Dari kami berlima, sudah kewajiban para laki-laki untuk membuat api. &lt;br /&gt;Tapi emang dasar gagap teknologi lama (GAPTEKMA), hamper satu setengah jam api nggak nyala-nyala juga. padahal udah segala cara, sampai-sampai muka si Bawuk jadi tambah bawuk kena asap tungku.&lt;br /&gt;Nenek ku sudah menawarkan jasanya untuk membuatkan api, tapi dasar lagi-lagi sok tau dan sok pinter, bantuan nenek kita tolak.&lt;br /&gt;“Wios mak, ulah-ulah. Emak istirahat wae, abdi ge tiasa”&lt;br /&gt;Setelah hampir dua jam akhirnya api itu nyala juga. Padahal Cuma satu orang yang mau masak mie, tapi yang repot sampai lima orang.&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan repot, bahasa halusnya mungkin lebih pada gagap teknologi lama. Tungku kan termasuk teknologi juga, Cuma karena teknologi itu sudah ada penggantinya jadi kita semua melupakannya.&lt;br /&gt;Maka nya kalau sudah ada yang baru, jangan lupakan yang lama.&lt;br /&gt;Karena kita hidup juga kan tidak terlepas oleh jaman sebelumnya. betul?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-6149205419436341672?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/6149205419436341672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=6149205419436341672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/6149205419436341672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/6149205419436341672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/05/gaptekma.html' title='GAPTEKMA'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3024670111531738782</id><published>2007-05-19T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T17:49:42.548+07:00</updated><title type='text'>Bad Guide...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RxiDJjUzftI/AAAAAAAAABY/A1PlUO1-xs0/s1600-h/ina057-kecil.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RxiDJjUzftI/AAAAAAAAABY/A1PlUO1-xs0/s320/ina057-kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122988776258502354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Khe pokoknya lu siap-siap. Kita dari sini berangkat pagi banget, lu tunggu dimana?”&lt;br /&gt;“Di Kebon Jeruk aja. Okeh, gue tunggu tapi jangan kelamaan ya ntar gue bisa bego”.&lt;br /&gt;Kira-kira begitu percakapan ku dengan Oke via SMS. Memang sampah teknologi ini, begitu kawanku Iduy menyebutnya, memberikan manfaat juga walaupun kadang-kadang sering menjengkelkan kalo sedang dibutuhkan tiba-tiba tidak ada sinyal atau lowbat atau loadingnya lemot.&lt;br /&gt;Esoknya, pagi buta aku bangun. Orang dirumah masih tertidur, aku sudah buru-buru mandi. Orang rumah bangun tidur, aku sudah sarapan. Hari ini aku sudah prepare semua perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari baju dalam dan baju luar, sikat gigi, handuk kecil, perlengkapan cantik hingga charger si sampah.&lt;br /&gt;Hari ini aku ke Subang, atau tepatnya kami berlima, Aku, Oke, Ina, Eko dan Hardi pergi ke Subang, mendatangi Meli, teman kami yang kamis lalu menikah, sekalian maen kerumah nenek. Sudah dua tahun aku tidak pulang, gimana kabarnya embah disana ya?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam berlalu…&lt;br /&gt;Dua jam berlalu…&lt;br /&gt;Tiga jam berlalu…&lt;br /&gt;Hingga akhirnya jam setengah sebelas sampah teknologiku berbunyi.&lt;br /&gt;“Khe kita dah nyampe tol Cikupa, lu siap-siap ya. Berangkat dari sekarang!”&lt;br /&gt;“Hah baru nyampe CIKUPA? Gue pikir kalian udah nyampe bali. Gue udah siap dari tadi subuh tauk!”&lt;br /&gt;“Sorry khe, si Bawuk nya baru bangun”&lt;br /&gt;“Ya udah lah ntar aja ngomonginnya, gue berangkat sekarang”&lt;br /&gt;Sampai di Kebon Jeruk mereka sudah menunggu, sengaja kubiarkan begitu biar tau gimana rasanya menunggu. Didalam mobil, kepala si Bawuk (panggilan sayang kita ke Eko) aku jitak-jitak.&lt;br /&gt;“Gila ya kalian!jam segini baru berangkat. Bokap gue dah neleponin terus nih dari pagi. Bilangin jangan sore2 berangkat ke kerumah nenek gue nya, ya lu tahu sendiri kan nenek gue rumahnya di atas gunung”&lt;br /&gt;“Tau tuh, marahin aja si Bawuk!gue juga udah ready dari jam 5” seru Oke&lt;br /&gt;“Kalo gak bisa bilangdong, biar kita ngga nunggu jadi bego begini”&lt;br /&gt;“Tau tuh, emang neyebelin,” tambah Ina.&lt;br /&gt;“Iya-iya gue yang salah. Ntar gue yang bayar tol nya deh” jawab Eko&lt;br /&gt;“Hah. Emang itu mah kewajiban lu kale!” seru kita bertiga bersamaan.&lt;br /&gt;Kita berlima memang sering begini, jalan-jalan hanya bermodalkan NEKAD. “Yang penting seneng”, begitu slogan kami. Dulu mana pernah kita jalan naek mobil pribadi, yang ada pasti nge-BM (berentiin mobil). Berdebu tapi seneng…&lt;br /&gt;Selanjutnya perjalanan menuju Bandung, jemput Hardi. Untungnya Hardi, sedikit beda dengan si Bawuk. Ngga peka nunggu lama walaupun kita semua gak tahu Hardi udah mandi apa belum. Kalo dilihat dari rambut panjangnya yang kucel itu, sepertinya dia belum mandi.&lt;br /&gt;Kira-kira pukul setengah empat kita sampai di Subang, pertama kita ke rumah Meli. Dia keliatan beda. Mungkin karena sudah menikah ya. Wajahnya cerah sekali!&lt;br /&gt;“Mel kok beda siy? Gimana rasanya married? Enak ngga?” Tanya kita-kita, padahal pertanyaan itu sudah diajukan Eko pertama kali bersalaman dengan Meli, tapi semuanya ikut bertanya lagi. Habis Meli ngga menjawab dengan kata-kata, dia Cuma senyum-senyum (maksudnya apa?)&lt;br /&gt;“Mel kumaha? Ngenah teu?” Tanya Hardi, setelah sekian kalinya.&lt;br /&gt;“Wuih dari tadi nanya terus. Ngenah-ngenah….geus geraan mangkana pada kawin!” jawab Meli, lagi-lagi sambil senyum-senyum. Suaminya, Jarum, sedang mandi jadi Meli habis kita intrograsi.&lt;br /&gt;“trus Mel,…”&lt;br /&gt;Tuutttt…..obrolan selanjutnya di sensor…&lt;br /&gt;Selanjutnya makan-makan. Ini adalah bagian kebersamaan kita yang ngga pernah terlewatkan. MAKAN-MAKAN&lt;br /&gt;Kita berenam memang doyan makan, tapi ada satu yang dikasih makan tapi tetap kurus, ya dia Ina. Dia susah banget kalo disuruh makan, tapi jatah dia pasti kita ambil jadi tetap ngga ada yang namanya SISA.&lt;br /&gt;Makan ditengah-tengah kolam ikan memang asik. Sehabis makan ngga perlu buang sampah, sisa makanan baik tulang maupun daun-daunan cukup tinggal buang saja kekolam nanti juga dimakan ikan.&lt;br /&gt;Lepas magrib kita berangkat menuju rumah nenek di Desa Arjasari. Sebelumnya kita mampir terlebih dahulu ke Alfa Mart, membeli makanan ringan sekedar oleh-oleh untuk nenek.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0v1ulHVTeI/AAAAAAAAACo/agJ3irc5XJE/s1600-h/Foto%28562%29-kecil.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/R0v1ulHVTeI/AAAAAAAAACo/agJ3irc5XJE/s320/Foto%28562%29-kecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137469980531838434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;“Khe yakin nih jalannya?”&lt;br /&gt;“Bener kok, bentar lagi kita pasti ketemu portal. Nah, udah gitu kita belok kiri. Tuh kan itu jembatannya, dulu gue pernah berenti disini nih”.&lt;br /&gt;“Ah lu mah dari tadi ngomongin portal terus. Tapi kok sepi sih khe? Tempat nenek lu dah ada listriknya belum sih?”&lt;br /&gt;“Heh, MAKSUD LU? Ya ada lah, internet aja connecting kok. Kalo disini emang sepi, namanya aja orang gunung. Abis magrib aja mereka pada selimutan. Udah ikutin aja jalan ini!”&lt;br /&gt;Perjalanan semakin jauh, awalnya jalan didepan memang lebar terbuka namun lama-kelamaan jalan semakin menyempit. Perasaan kita berlima jadi nggak enak. Ketika menemukan rumah, kita semua seperti ketemu emas.&lt;br /&gt;Hore….ada cahaya. Dasar gila, pikirku.&lt;br /&gt;“Duh khe mending lu nanya deh, jalannya buntu nih, dan nggak mungkin bakalan nemu portal.&lt;br /&gt;“Ho oh, kayaknya gue ngga pernah lewat sini deh. Buktinya portalnya nggak ketemu-ketemu. Duh jadi serem deh”.&lt;br /&gt;“Udah buruan turun! Dari tadi ni anak ngomonginnya portal terus. Tuh ada warung Tanya gih ma si Eko!”&lt;br /&gt;“Iya…iya..”&lt;br /&gt;Aku dan Eko pun turun dan menghampiri warung yang nggak jauh dari mobil tempat kita berhenti.&lt;br /&gt;“Pak punten. Upami bade ka desa Arjasari jalannya palih mana nya?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Arjasari? Anu caket Sangkali? Atuh eta mah kudu ka luar jalan heula neng. Engke jalan luruss..wae munggi ka Ciasem, eneng ka kulon. Teras wae neng ka luhur,” jawab bapak itu, sayang aku tidak sempat berkenalan.&lt;br /&gt;“Oh muhun pak, Sangkali. Engke mun ti Ciasem bade ka Arjasari sampe mendakan portal nya pa?”&lt;br /&gt;“Oh enya-enya neng, muhun. Langsung wae ka wetan aya portal engke teras ka luhur”&gt;&lt;br /&gt;“Eh, lu tuh dari tadi portal terus,” bisik Eko padaku.&lt;br /&gt;“Kan gue bilang, patokannya tuh portal tauk!” jawabku sambil berbisik.&lt;br /&gt;“Sawios pa ari kitu mah. Haturnuhun pisan,” kata ku dan Eko sambil pamit.&lt;br /&gt;Mobil pun kita putar balik. Jam ditangan masih menunjukkan pukul delapan, tapi keadaan disekeliling seperti sudah jam dua belas malam. Gelap banget, Cuma suara angin saja yang terdengar. Yang tadinya aku, Ina dan Oke tidur-tiduran kini jadi duduk tegak. Kita berdempet-dempetan.&lt;br /&gt;Sudah empat orang kita tanya, namun jawabannya sama dan kita tetap belum menemukan jalan benarnya. Mungkin mereka tidak berbohonga, hanya saja kita sendiri yang sok pinter, ngga tahu arti kulon, wetan, kidul tapi nggak pernah nanya.&lt;br /&gt;“Gue nggak ngerti kidul itu sebelah mana sih. Boro-bor kidul, wetan aja gue nggak tau. Mereka pikir kita ini bawa kompas kali ya,” kata Eko.&lt;br /&gt;“Eh lagian kalo lu bawa kompas, lu tahu artinya wetan itu apa?”&lt;br /&gt;“Nggak!”&lt;br /&gt;“Ya kita juga salah nggak nanya wetan, kidul ama kulon itu apa artinya,” kata Ina.&lt;br /&gt;“Udah-udah nggak sah ribut, mendingan kita ikutin aja jalan ini, sapa tahu ini jalan ke Ciasem. Seinget gue, dari Ciasem kita belok kiri terus jalan terus ampe nemu portal,” jawabku.&lt;br /&gt;“Ya ampun ni anak doyan banget ngomong portal ya”.&lt;br /&gt;Mobil terus berjalan, dan akhirnya jalan menuju Ciasem ketemu juga. Kita pun belok kiri langsung dan perjalanan kembali masih jauh.&lt;br /&gt;“Jangan kebut-kebut Ko, nggak lama lagi ada portal kita belok kiri”&lt;br /&gt;Belum sempet mereka jawab, portal yang ku maksud ketemu juga.&lt;br /&gt;“Tuh kana pa gue bilang, disini tuh ada portal. Percaya kan sekarang? Nah sekarang kita jalan terus ampe ketemu desa. Rumah nenek gue nggak jauh dari rumah pertama”&lt;br /&gt;“Ya..ya…ya…” seru mereka berbarengan.&lt;br /&gt;Lagi-lagi desanya nggak ketemu juga.&lt;br /&gt;“Khe mana nih? Gila ya kampong lu, gue heran bokap lu bisa kenal ama nyokap lu gimana caranya ya? Kok bisa gitu loh”&lt;br /&gt;“Yah…sama aja ama kayak kita gini. Awalnya nyasar juga kale”&lt;br /&gt;Hahahaha….&lt;br /&gt;Nggak berapa lama, kampong nenek akhirnya ketemu juga. Sepi banget…ya maklum lah jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.&lt;br /&gt;Sesampainya tiba di depan rumah aku langsung turun, parahnya lagi nenek nggak mengenali ku.&lt;br /&gt;“Saha iyeu na?”&lt;br /&gt;“Emak iyeu Rieke. Sareng rerencangan ti serang”&lt;br /&gt;Oooo…..&lt;br /&gt;Habis badanku dipeluk-peluknya. Rerencangan ku pun begitu, eh maksudnya teman-temanku pun begitu. Habis dipeluk-peluknya.&lt;br /&gt;Huh…akhirnya sampai juga kerumah nenek.&lt;br /&gt;Maklum sudah dua tahun aku tidak pulang kampung, dan sebelum-sebelumnya aku tidak pernah pulang malam-malam begini. Kita ini emang selalu modal nekad.&lt;br /&gt;Kejadian ini sudah dua kali aku alamai, jadi guide yang tidak baik. Setelah sebelumnya aku juga pernah mengajak ketiga temanku, dan lagi-lagi nyasar hehehe…&lt;br /&gt;Peace guy..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3024670111531738782?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3024670111531738782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3024670111531738782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3024670111531738782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3024670111531738782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/05/lagi-lagi.html' title='Bad Guide...'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RxiDJjUzftI/AAAAAAAAABY/A1PlUO1-xs0/s72-c/ina057-kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-4934780855731777021</id><published>2007-05-18T12:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-18T17:34:00.806+07:00</updated><title type='text'>Untung ada si Untung</title><content type='html'>Belum sampai 200 meter perjalanan lewat dari tol pondok gede, kira-kira 100 meter didepan mobil kami, kijang coklat mengeluarkan debu dan asap dari ban belakangnya.&lt;br /&gt;“Eh ko apa tuh?”&lt;br /&gt;“Wah kayaknya bakal jatoh deh jatoh…yah tu tu tu…kan dia guling-guling. Ya..ya…ya dia jatoh deh”&lt;br /&gt;“Set serem banget, duh meledak gak tuh? Minggir-minggir ko, kita liat dulu sebentar. Tu orang didalem pada selamet gak ya?”&lt;br /&gt;Sebenarnya kejadian itu mengerikan, hanya saja kita melihatnya seperti melihat adegan kecelakaan di televisi. &lt;br /&gt;Benar-benar seperti melihat adegan di tivi-tivi, mobil sedang berlari kencang lalu tiba-tiba ban mobil belakang meletus. Putar-putar….kemudian terjungkil terbalik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari mobil keluar asap hitam, untungnya tidak sampai meledak. Kalo meledak mungkin kita yang dibelakangnya bakal kena imbas. Kaca depan mobil pecah total, orang-orang didalamnya keluar lewat kaca itu.&lt;br /&gt;Untungnya lagi, empat orang yang berada didalam mobil itu selamat semua. Ternyata dua diantaranya adalah warga Negara asing. Jalannya terpapah-papah dan untungnya lagi juga mereka tidak ada yang terkena luka berat.&lt;br /&gt;Untung mobil kita tidak sedang ngebut, kalo ngebut pasti udah buntung.&lt;br /&gt;Trus saat itu dijalanan mobil lumayan sepi ngga seperti biasanya yang rame banget. Kalo rame mungkin kecelakaan itu juga berimbas ke kendaraan lainnya. Ya…lagi-lagi untung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-4934780855731777021?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/4934780855731777021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=4934780855731777021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/4934780855731777021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/4934780855731777021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/05/untung-ada-si-untung.html' title='Untung ada si Untung'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7421275896965515785</id><published>2007-05-15T21:50:00.000+07:00</published><updated>2007-05-28T11:09:15.124+07:00</updated><title type='text'>Cuma iseng</title><content type='html'>Malem-malem begini aku masih didepan komputer. Hanya ada empat pria yang juga asik didepan komputer. Ssemenjak siang lagu dalam winamp selalu itu-itu saja. Maklum pemilik dari komputer itu sedang jatuh cinta, jadi Dewi nya Dewa terus mengalun. Entah apa enaknya lagu itu, kata si pemilik komputer pacar barunya bernama Dewi jadi bila ia mendengar lagu itu mengingatkannya pada si doi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari siang aku duduk depan komputer. Tulisanku tidak selesai-selesai, jadi bingung mau nulis apa. Bahan belanjaanku sudah banyak, tapi aku tidak tahu mau masak apa. Jadi sejak siang kerjaanku hanya memilih-milih bahan belanjaan.&lt;br /&gt;Besok aku deadline,jadi aku harus kejar malam ini. Kalau tidak aku bisa kena marah ama si bos. Belum lagi tulisanku yang lainnya, duh...serasa mau pecah saja kepala ini. Maklum bekerja sebagai kuli memang begini resikonya. Demi sesuap nasi, sepotong baju, sepasang sepatu, dan se-voucher pulsa aku rela pulang hingga berlarut-larut malam begini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suasana seperit ini memang sudah terbiasa bagiku. Bahkan belakang memang aku rindukan. Seperti di Teknokra!Malam-malam ngedit tulisan karena minggu ini deadline. Sambil ditemani dengan pria-pria yang bertelanjang dada karena kegerahan dan mendengarkan teriakan lagu khas para layouter.&lt;br /&gt;Ya, sudah lama Aku rindu suasana seperti itu. Menginap di Teknokra dengan ditemani nyamuk-nyamuk yang kebal lotion anti nyamuk.&lt;br /&gt;Disini beda. Tidak ada nyamuk! mungkin ia kedinginan masuk ruangan ini. Jangankan nyamuk aku saja kedinginan dengan ruangan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh kan bener, jadi ngawur. Sebenernya sekarang ini bingung mau nulis apa. Iseng, karena ni malem dah buat aku stres berat. Pagi-pagi udah ngejar orang penting setara presiden, trus buat translate, lalu ke bank trus buat tulisan yang ngga selesai-selesai belum lagi kena omel si bos. huh capek deh...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7421275896965515785?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7421275896965515785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7421275896965515785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7421275896965515785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7421275896965515785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/05/teringat.html' title='Cuma iseng'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-564077152168273307</id><published>2007-04-05T01:07:00.000+07:00</published><updated>2007-04-07T10:37:21.001+07:00</updated><title type='text'>Reuni</title><content type='html'>“Ini Mba Elva, sekarang di Bisnis Indonesia”.&lt;br /&gt;“Oooooo itu…..”&lt;br /&gt; “Yang itu bang Hersebenu Arif, sekarang di ANTV jadi orang penting”.&lt;br /&gt;“Ooooo itu…”&lt;br /&gt;“Lalu yang itu bang Harto, beliau ketua cabang Bank Syariah Mandiri Lampung”.&lt;br /&gt;“Ooooo itu…”&lt;br /&gt;Bla…bla…&lt;br /&gt;Cek..cek..cekk…aku berdecak kagum pada senior-seniorku yang berdiri diatas panggung.&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kami yang masih junior alumni, hanya bisa ber “Oooo itu…”, maklum kita sering mendengar nama-nama mereka namun baru malam itu melihat dan bertatapan serta berkenalan langsung dengan mereka.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya, sabtu lalu atau tepatnya 31 Maret 2007 adik-adikku tercinta di Tenokra mengadakan Reuni Akbar, dengan mendatangkan para senior Teknokra. Mulai dari tahun 1976 hingga 2002. Awalnya aku berpikir acaranya akan BT, karena pasti alumni yang dating hanya segelintir. Tapi malam itu, alumni-alumni yang hanya bisa aku tahu lewat milist teknokra, banyak yang hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar senior-senior ku yang sudah pada sukses, ada yang di politik, ekonomi, media, pemerintahan dan lainnya membuatku bertambah bangga dengan Teknokra. Namun Sabtu lalu, membuatku agak malu juga dengan Teknokra yang telah “membesarkan” diriku. Sudah salah dress code, aku juga belum mampu memberikan “apa-apa” pada Teknokra. Maklum, baru jadi pengangguran.&lt;br /&gt;Tapi aku sangat bangga dengan adik-adikku, yang bisa mempertemukan kami semua dari berbagai decade, mulai dari angkatan tua hingga muda &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Applause&lt;/span&gt; untuk TEKNOKRA!!&lt;br /&gt;Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan, saat kalian mengadakan Reunian Akbar kembali, aku bisa hadir ditengah-tengah kalian dan sukses seperti senior-senor ku saat ini (amin). &lt;br /&gt;LUV U TEKNOKRA &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-564077152168273307?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/564077152168273307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=564077152168273307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/564077152168273307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/564077152168273307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/04/reuni_05.html' title='Reuni'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-7356216246920489384</id><published>2007-04-01T15:04:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T18:01:13.328+07:00</updated><title type='text'>Gunung Pulo Sari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-GeuYJVMI/AAAAAAAAAAM/ifFJnod9wKw/s1600-h/fix4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-GeuYJVMI/AAAAAAAAAAM/ifFJnod9wKw/s400/fix4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048401569709118658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila kabutnya turun lagi nih, cepetan yuk!” ajakku.&lt;br /&gt;“Ka, keluarin senternya dong!” pintaku pada Ka’Andi.&lt;br /&gt;“Senter ngga bawa. Lilin aja ngga bawa,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Terus lighting kita gimana dunk? Agak tebel nih kabutnya. Trus nesting bawa ngga?”&lt;br /&gt;“Ngga bawa. Kompor aja ngga bawa. Kan tadinya kita mau ke Badui, jadi ngga bawa-bawa yang kayak gituan”.&lt;br /&gt;“Hah! Jadi ngga bawa apa-apa nih. Jangan bilang kalo kita ngga bawa tenda ya, kita mau tidur dimane bro?” seru ku. Mendengar preparation untuk hiking kurang, aku agak-agak risih juga.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Udah ngga usah ribut, didepan ada gubuk tuh, sapa tau ada orang nya. Sekarang jam berapa khe?” Tanya Iduy.&lt;br /&gt;“Lima lewat lima belas,” jawabku “Dah cepetan yuk!” padahal diantara mereka aku yang paling lambat jalannya.&lt;br /&gt;“Kayaknya dulu ngga lewat-lewat kayak ginian deh. Yakin ini pasti kesasar,” celetukku.&lt;br /&gt;“Shutt! Ngga boleh ngomong gitu,” seru Ka’Andi.&lt;br /&gt;“Eh Astagfirullahhalaizim”.&lt;br /&gt;“Wooiiiiiii………….,” Teriak Dede&lt;br /&gt;Jangankan ada yang membalas sahutan, gema suara sendiri saja ngga kedengaran karena kabut sore itu memang tebal sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dua minggu yang lalu, atau tepatnya 18 Maret 2007, ketiga bro-bro ku datang ke Serang. Mereka adalah Iduy, Dede dan Ka’Andi. Awalnya mereka berniat untuk naik ke Gunung Karang (Pandeglang), tapi aku sarankan ke mereka untuk ke Badui. Karena menurut kawanku yang sudah pernah kesana, di Gunung Karang tidak ada apa-apa.&lt;br /&gt;“Katanya sih disana Cuma ada tujuh sumur gitu aja. Dah gitu kecil-kecil lagi sumurnya. Tapi kita juga ngga bisa ke Badui, kata kawan ijin kesana ribet, ngga bias cepet. Dah kita ke PS aja yuk!” ajakku.&lt;br /&gt;“Hah! Kita maen playstation khe?” Tanya Dede&lt;br /&gt;“Ya bukan lah, dasar O’on,” jawabku sembari menjitak kepala Dede.&lt;br /&gt;“Dimana tuh?” Tanya Iduy&lt;br /&gt;“Di Pari, kesononya Mengger. Masih Pandeglang juga kok,” jawabku.&lt;br /&gt;“Lo dah pernah khe?” Tanya Dede&lt;br /&gt;“Udah pernah sih, tapi lama banget. Kalo dari curug ke kawahnya gue apal, tapi kalo dari kaki ke curugnya gue lupa”.&lt;br /&gt;“Tapi jalan dari sini kesana tau kan?” Tanya Ka’Andi.&lt;br /&gt;“Ya iyalah, secara gue orang sini gitu loh, hehehe…”.&lt;br /&gt;Dengan menjabat sebagai Guide, aku ajak mereka bertiga ke Gunung Pulo Sari yang terletak di Desa Cileuntung Kecamatan Pari Kelurahan Mengger Kabupaten Pandeglang. (kayaknya sih urutannya gitu ;p)&lt;br /&gt;Setelah jalan kaki cukup jauh dari Pari, akhirnya kita sampai di Desa Cileuntung pukul setengah tiga sore. Beristirahat sejenak di warung Emak. Disebut dekimian karena setiap pendaki yang mau ke PS pasti mampir diwarung ini, walaupun Cuma untuk nyelonjorin kaki doang. Tadinya kita ngegunain bahasa sunda biar terdengar akrab dengan Emak, tapi kayaknya Emak tau kalo kita “sunda gadungan” jadi setiap pertanyaan kita dijawabnya dengan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;“Emak mah anaknya banyak neng. Kalo pada mau keatas (gunung PS) pasti mampir kesini dulu. Ada yang udah lama ngga kesini juga pasti inget,” kata si emak.&lt;br /&gt;Tubuhnya kecil mungil, dari suaranya dan cara ia berbicara, kelihatan kalo Emak orangnya ramah dengan siapa saja.&lt;br /&gt;Warungnya juga terbilang kecil, satu ruangan dibagi tiga sekat, satu ruangan untuk para pendaki istirahat, disediakan juga alat solat didalamnya. Satu ruang yang lainnya adalah dapur dan ruang lainnya yang agak besar tempat ia menyimpan jajanannya.&lt;br /&gt;Emak memang kelihatan banyak “anak”nya, beberapa bendera Pencinta Alam terpampang di dinding warung Emak. Kata Emak itu semua pemberian “anak-anak” nya. “Banyak anak kan banyak rejeki,” katanya sambil mengupas pisang untuk dijadikan molen.&lt;br /&gt;“Kalo mau minum mah ambil-ambil aja, ngga usah malu-malu,” seru Emak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwarung Emak sudah ada beberapa pendaki yang beristirahat. Ada yang baru akan naik sama seperti kita berempat, ada juga yang baru turun dari “atas”.&lt;br /&gt;Setelah kita cukup beristirahat, lepas Ashar kira-kira setengah empat kita mulai jalan menuju kaki Gunung PS. Dari jauh terlihat kabut tebal menyelimuti sebagian Gunung PS.&lt;br /&gt;Sawah yang melintang dikanan-kiri jalan membuat kita berhenti untuk foto-foto terlebih dahulu.&lt;br /&gt;“Duy, backgroundnya mesti keliatan. Pake timer aja biar lo juga bias masuk,” seru Dede sambil menunjuk Gunung PS.&lt;br /&gt;“Sip!” bales Iduy.&lt;br /&gt;1..2..3…click cheerrr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-Hp-YJVOI/AAAAAAAAAAc/qyQ-VWAhX1I/s1600-h/fix5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-Hp-YJVOI/AAAAAAAAAAc/qyQ-VWAhX1I/s320/fix5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048402862494274786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Curug Putri, Kawah, Puncak Pulo Sari”. Begitu kata-kata yang tertulis pada papan yang berdiri sebelah kiri jalan. Mengarahkan kita untuk belok kekiri. Itu berarti kita telah sampai di kaki gunung. Dari kata-kata itu berarti untuk mencapai camp di kawah, kita semua harus melewati curug terlebih dahulu. Setelah sampai di kawah, baru kita bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.&lt;br /&gt;Ternyata setelah mulai mendaki, banyak cabang jalan menuju Curug Putri, ada yang agak kekiri dan satu lagi kekanan. Tanpa memperdulikan jalan yang kekiri, kita semua langsung berjalan kearah kanan, menuju persawahan penduduk. Sawah yang dibuat terasering, laut yang membentang serta Gunung Asepan yang etrletak disamping Gunung PS membuat kita semua terlena, dan membiarkan kaki ini berjalan menuju kearah sana.&lt;br /&gt;“Yakin khe lewat sini?”&lt;br /&gt;“Kayaknya sih gitu. Perasaan dulu pernah kesini deh,” jawabku.&lt;br /&gt;Namun setelah berjalan lebih dari satu jam, suara air curug semakin tidak terdengar. Lereng gunung pun semakin tajam. Batas perkebunan petani sudah terlewati dan jarak pandang mata hanya beberapa meter, akibat kabut yang tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Kayaknya ngga lewat-lewat ginian deh,” seruku.&lt;br /&gt;“Gue pikir kita udah ampe puncak. Cuma bedanya ngga lewat curug,” ungkap Iduy.&lt;br /&gt;“Ngga mungkin! Kalo mau kepuncak kita mesti lewatin kawah dulu,” jawabku sambil mengeluh. Rasanya kaki ini sudah tidak mau diajak untuk berjalan lagi. Tapi kalo dilihat dari lerengnya, rasa-rasanya kita memang berada dipunggung puncak.&lt;br /&gt;“Udah kita potong kompas aja!” celetuk Dede.&lt;br /&gt;Tanpa ada yang menjawab, ia berjalan kekiri. Mengganti arah berjalan kita yang awalnya kekanan.&lt;br /&gt;Sampai tak berapa lama kemudian, gubuk petani terlihat. Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan didalamnya. Jam ditangan sudah menunjukkan lima lewat tiga puluh. Itu berarti tiga puluh menit lagi waktu Magrib akan tiba dan itu berarti juga gelap akan meneyertai perjalanan kita.&lt;br /&gt;“Gini aja deh. Mending malam ini kita minep digubuk ini dulu. Secara lighting kita juga ngga ada, udah gitu kabut makin tebal. Besok kalo cuaca baik kita terusin lagi perjalanan. Pokoknya patokannya curug kan khe?” saran Iduy. Belum sempat ku jawab, Ka’Andi sudah membalasnya.&lt;br /&gt;“Udah kita lanjutin perjalanan aja. Lumayan masih agak keliatan. Ntar kalo emang ngga ketemu jalan, kita balik lagi kesini,” jawab Ka’Andi.&lt;br /&gt;“Ya udah kalo gitu gue browsing dulu ama Dede. Lo ma Rieke jalan pelan-pelan aja. Ntar kalo gue dapet jalan, balik lagi,” ujar Iduy.&lt;br /&gt;“Tapi lo mesti teriak-teriak duy. Ntar yang ada malah kita pisah lagi,” jawabku agak risih juga mendengar ide Iduy.&lt;br /&gt;“Shutt ngga boleh ngomong gitu,” seru Ka’ Andi.&lt;br /&gt;Akhirnya kita semua berjalan lagi. Iduy serta Dede berjalan paling depan. Karena jalan menuju arah kekiri agak menurun, jadi perjalanan kita pun sedikit lebih cepat. Iduy sudah berlari didepan dan Dede membuntutinya. Sedang aku dan Ka’Andi berjalan cukup santai, sambil berteriak-teriak.&lt;br /&gt;“Woiiiii….De, Duy…,” teriakku&lt;br /&gt;“Wooiiii…juga…,” sahut mereka.&lt;br /&gt;Kira-kira duapuluh menit perjalanan, suara curug mulai terdengar. Itu berarti perjalanan kita mengarah kesana. Dan tak lama terdengar suara orang berbicang-bincang.&lt;br /&gt;“Ka denger suara orang ngga?”&lt;br /&gt;“Iya. Kayaknya dibawah udah curug deh”.&lt;br /&gt;Woiii…De, Duy…&lt;br /&gt;Tak berapa lama aku dan Ka’Andi sudah sampai ditempat Dede dan Iduy berdiri. Ternyata mereka berdua sedang berbicara dengan seorang bapak tua dan seorang bocah laki-laki.&lt;br /&gt;“Muhun bah, kita semua teh kasasar. Tadina bade ka curug, tapi malah nyasab kadiye,” ujar Iduy yang kembali menjadi “Sunda gadungan”.&lt;br /&gt;Bapak yang dipanggil abah ini tubuhnya kurus, dari perawakannya ia berumur berkisar 70an. Beruntung kita semua bertemu dengan dia, walaupun awalnya Iduy dan Dede sempat agak ketakutan juga, karena pakaian abah yang mirip jawara dengan muka yang tertutup syal layaknya ninja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita semua mengikuti ia berjalan, beberapa menit kemudian kita sampai digubuk abah. Disana telah ada beberapa pendaki yang memang sudah turun dari kawah. Kita pun berkenalan, dan mereka sedikit kaget mendengar kita semua berasal dari Lampung. Karena rata-rata dari mereka semua berasal dari daerah Pandeglang.&lt;br /&gt;“Oh harusnya kalian jangan kakanan lewat sawah, tapi agak kekiri. Padahal dari kaki kecurug tuh ngga lama lho,” seru pria yang terakhir kita kenal bernama ompong.&lt;br /&gt;“Trus kalian masih mau ke kawah? Kalo kita baru aja turun, habis disana dingin banget. Kabutnya juga tebel pisan”.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-HDuYJVNI/AAAAAAAAAAU/2PkLE8P0zsM/s1600-h/fix3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-HDuYJVNI/AAAAAAAAAAU/2PkLE8P0zsM/s320/fix3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048402205364278482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abah pun menyarankan agar kita beristirahat digubuknya saja. Namun setelah berunding kita sepakat untuk meneruskan perjalanan hingga ke kawah.&lt;br /&gt;“Nanggung bah udah nyampe sini,” Seru Iduy.&lt;br /&gt;Karena kita semua tidak membawa senter, abah pun menyarankan kepada anaknya beserta dua orang dari mereka untuk mengantar kami hingga ke kawah.&lt;br /&gt;Baju dibandan sudah basah semua , belum lagi ditambah gerimis yang sejak magrib tadi belum juga usai, membuat tubuh ini basah kuyup. Dengan disertai dua buah senter dan satu buah korek, kami berjalan beriringan menuju curug baru setelah itu naik kembali menuju kawah yang derajat kemiringannya hingga 60 derajat.&lt;br /&gt;“Ambil kanan…ambil kanan…kiri jurang!” seru Ompong memberi komando.&lt;br /&gt;Kami semua pun berjalan menghindari kiri, karena bila selip sedikit saja kita semua jatuh ke jurang.&lt;br /&gt;“Tahan Pong, istirahat dulu,” seru seseorang dibelakangku.&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan kira-kira satu setengah jam kami sampai di kawah. Tenda yang berdiri dipaling depan menyambut kedatangan kami. Mereka adalah pendaki dari Pandenglang yang sempat berpapasan dengan kami di warung Emak tadi sore.&lt;br /&gt;Kami tidak dapat melihat dengan jelas ada berapa tenda yang beridir di kawah hari itu. Setelah mencari lahan yang cukup datar, kami pun mendirikan tenda dibelakang tenda orang yang akhirnya kita kenal adalah para pendaki dari Tangerang.&lt;br /&gt;Gerimis sudah mulai reda namun kabut tetap masih tebal. Baju yang basah kuyup membuat tubuh ini menggigil kedinginan, bahkan Iduy mengaku kalau telapak tangannya sudah mati rasa. Namun tak berapa lama tenda pun berdiri dan kami bersama pendaki dari Tangerang membuat api unggun, sambil menyeruput kopi panas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-MguYJVQI/AAAAAAAAAAs/ow-9mSISKF0/s1600-h/fixo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-MguYJVQI/AAAAAAAAAAs/ow-9mSISKF0/s320/fixo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048408201138623746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Keesokkan pagi baru keliatan jelas kalau hari itu ada banyak tenda yang berdiri. Bahkan kabarnya ada dua tenda yang nge-camp di puncak sejak hari kemarin. Karena kami tidak membawa kompor dan nesting, maka kami memasak mie dengan menyeburkannya ke air belerang yang mendidih. Orang sekitar biasa menyebutnya “memancing” ala PS. Tidak perlu kompor, tidak perlu nesting apalagi minyak tanah. Cukup mie diremuk-remuk lalu diberi air dan diikat dengan seuntai tali kemudian kita celup-celupkan di air belerang yang mendidih, mie rebus ala PS sudah siap saji. Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama pula, hanya beberapa menit saja kita sudah bisa menyantapnya.&lt;br /&gt;“De, foto dunk gue lagi mancing! Keliatan mie nya ya. Aneh juga masak mie pake cara begini, hee..,” ujar Iduy.&lt;br /&gt;Clikk…jeprett&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-J4-YJVPI/AAAAAAAAAAk/KtzPTziUikM/s1600-h/fix6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-J4-YJVPI/AAAAAAAAAAk/KtzPTziUikM/s320/fix6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048405319215568114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu roll film telah kita habiskan untuk foto-foto dikawah. “Tenang, masih ada satu roll lagi,” ujar Iduy.&lt;br /&gt;Sekitar pukul sepuluhan kita beres-beres. Tendapun kita rubuhkan dan mulai membakar sampah-sampah bekas tadi malam. Pendaki asal Tangerang sudah “turun” dari pukul sembilan pagi tadi. Ada beberapa tenda yang masih berdiri namun sebagian besar mereka juga “turun” hari ini. Selain berkenalan dengan pendaki Tangerang, kami pun berkenalan dengan Tari, wanita perantau yang ternyata memiliki kampung di Lampung juga, atau tepatnya didaerah Talang Padang Tanggamus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RhPpJa7oD7I/AAAAAAAAAA0/ZZrmas1pjck/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_pX96U0DkEvE/RhPpJa7oD7I/AAAAAAAAAA0/ZZrmas1pjck/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5049635955269963698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ternyata perjalanan pulang menuju curug tidak memakan waktu lama. Mungkin karena tadi malam kita semua kecapean karena tersesat, jadi perjalanan curug-kawah seolah-olah lama sekali. Sesampainya di Curug ada banyak pendaki yang sedang mandi. Kita pun berhenti untuk berfoto dan main air. Disana kembali kita bertemu dengan Tari. Ujungnya ia pun ikut pulang menuju kaki gunung bersama-sama kami.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sesampai di warung Emak, kita beristirahat cukup lama. Seperti biasa “anak-anak” Emak sedang duduk didepan warung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Makan dulu yuk?” ajak Ka’Andi pada kami. Kecuali aku, mereka semua makan siang dengan mie buatan Emak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Baru sekitar pukul dua siang kita bersiap-siap untuk pulang ke Serang, dan ijin pulang pada Emak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Ati-ati di jalan. Kalau kesini lagi mampir ke Emak ya,” ujarnya sambil menepuk-nepuk pundak kami. Kami pun masuk kedalam mobil angkot menuju Padeglang baru setelah itu dilanjutkan ke Serang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kurang lebih satu setengah jam perjalanan menuju Serang. Cukup lumayan untuk memejamkan mata di dalam mobil.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Huhh..perjalanan yang lelah, namun sangat menyenangkan. Sayang, tidak seluruh foto kami yang tercetak dengan bagus, tapi kenangan itu pasti akan selalu ada. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mudah-mudahan kita bisa bersama lagi...&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fotografi oleh :&lt;/span&gt; &lt;a href="http://cadavercorporate.blogspot.com/"&gt;deemonz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-7356216246920489384?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/7356216246920489384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=7356216246920489384' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7356216246920489384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/7356216246920489384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/04/ps.html' title='Gunung Pulo Sari'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_pX96U0DkEvE/Rg-GeuYJVMI/AAAAAAAAAAM/ifFJnod9wKw/s72-c/fix4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-3561446424807880510</id><published>2007-03-27T12:21:00.000+07:00</published><updated>2007-04-07T10:34:51.682+07:00</updated><title type='text'>Ndeso</title><content type='html'>Sudah beberapa hari ini kita di "jejelin" ama berita masuknya Laptop ke gedung MPR/DPR. ampe-ampe di infoteiment aja sering ditampilin berita "masuk nya laptop" ini.(yaiyalah  secara banyak juga gitu loh artis yang jadi anggota) jadi wajar kalo masuk tayangan hot gosip.&lt;br /&gt;beberapa hari lalu juga saya mendapat email dari seorang senior di Teknokra, yang isinya kurang lebih seperti ini:&lt;br /&gt;HUMOR ANGGOTA DPR DAN LAPTOP&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Mba, laptopnya salah."&lt;br /&gt;CS            : "Salah gimana pak?"&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Laptopnya nggak mau hidup."&lt;br /&gt;CS            : "Sudah tekan tombol power pak?"&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Tombol powernya sebelah mana mba?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?"&lt;br /&gt;CS            : "Nggak bisanya kenapa?"&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar."&lt;br /&gt;CS            : "Pesan errornya apa pak?"&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di &lt;br /&gt;                 addressnya, nggak muncul gambar sama sekali."&lt;br /&gt;CS            : "Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?"&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet&lt;br /&gt;                 explorer)."&lt;br /&gt;CS            : "Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa,&lt;br /&gt;                 lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin &lt;br /&gt;                 settingnya ada yang salah."&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "ISP itu apa sih mba?"&lt;br /&gt;CS            : "Wah ini sih 50 x 2 pak.."&lt;br /&gt;Anggota DPR   : "Apa tuh mba?"&lt;br /&gt;CS            : "CAPE' DEH!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****** &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Mba' saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?"&lt;br /&gt;CS           : "Nggak bisa kenapa pak?"&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter"&lt;br /&gt;CS           : "Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf."&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Oooo...oke deh.., saya coba dulu." &lt;tunggu beberapa menit&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka&lt;br /&gt;                8 atau ejaan delapan?"&lt;br /&gt;CS           : "Maksudnya?"&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau &lt;br /&gt;                tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf 'delapan'."&lt;br /&gt;CS           : "Ketik ini aja pak..C Spasi D."&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Apa tuh?"&lt;br /&gt;CS           : "CAPE' DEH !!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Mba' kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?&lt;br /&gt;CS           : "Ada dvd playernya kan pak?"&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Sebelah mana tuh mba?"&lt;br /&gt;CS           : "Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan &lt;br /&gt;                discnya keluar."&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Ooooo.... yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin."&lt;br /&gt;CS           : "Kok bisa patah?"&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Saya kira tempat buat naruh gelas minuman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Komputer saya rasanya kena virus"&lt;br /&gt;CS           : "Virus apa tuh pak?"&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan &lt;br /&gt;                kennot fain printer."&lt;br /&gt;CS           : "Itu mungkin salah setting pak."&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang &lt;br /&gt;                nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop,tetap&lt;br /&gt;                aja dia terus-terusan "searchng printer not found." Kayanya webcamnya&lt;br /&gt;                rusak,nggak bisa lihat printer."&lt;br /&gt;CS           : "Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.."&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Lho..kok begitu?"&lt;br /&gt;CS           : "TAPE DEH !!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?"&lt;br /&gt;CS           : "Bapak cari aja di google."&lt;br /&gt;Anggota DPR  : "Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis."&lt;br /&gt;Capeeek deeehhh..... ......... .... !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat percapakan anggota DPR dengan custemer Service diatas, miris juga ya.orangkota kok ndeso? mendingan tukul yang murni ngaku seorang ndeso karna dirinya memang berasal dari deso.&lt;br /&gt;belum lagi kemarin pagi salah satu televisi swasta menayangkan kisah seorang bocah kelas 5 SD yang tidak berani masuk sekolah karena dimarahi oleh kepala sekolah nya, lantaran dirinya ketauan berjualan koran memakai seragam sekolah (katanya itu bukan cerminan bangsa Indonesia)&lt;br /&gt;dilematis sekali bangsa ini ya, kalo dipikir-pikir memang CAPEK DEH&lt;br /&gt;puas...puas...begitu kata tukul&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-3561446424807880510?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/3561446424807880510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=3561446424807880510' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3561446424807880510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/3561446424807880510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/03/ndeso.html' title='Ndeso'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-8894545113579797880</id><published>2007-03-27T11:20:00.000+07:00</published><updated>2007-03-27T12:20:04.270+07:00</updated><title type='text'>akhirnya</title><content type='html'>akhirnya setelah sekian lama, gue bisa up date juga ni blog&lt;br /&gt;pertama-pertama gue ucapin terimakasih banyak buat my bro (*#&amp;*^) yang telah memenuhi permintaan tolong gue. thanks so much bro&lt;br /&gt;selanjutnya gue juga mau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk para pengunjung blog gue, sorry banget blog nya terlalu legaaa....&lt;br /&gt;maklum masih suka itung-itungan untk dateng ke warnet heheh...&lt;br /&gt;ok selanjutnya terserah anda sekalian&lt;br /&gt;silakan melihat-lihat blog yang tidak seberapa ini,&lt;br /&gt;mudah-mudahan gue bisa terus menulis lagi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-8894545113579797880?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/8894545113579797880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=8894545113579797880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8894545113579797880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/8894545113579797880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2007/03/akhirnya.html' title='akhirnya'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-116313838945203685</id><published>2006-11-10T12:33:00.000+07:00</published><updated>2007-04-07T10:39:25.415+07:00</updated><title type='text'>si Karpet biru</title><content type='html'>Ngga kerasa masa jabatan ditekno dah mau kelar.kalo di inget kaya nya baru kemaren aku dilantik menjadi pengurus,e ngga taunya dah empat taun lebih aku 'bercengkrama' dengan karpet biru ditekno.mulai dari karpet itu berwarna abu-abu hingga berganti biru tetap menjadi idaman buat penghuni yang biasa minep ditekno.walaupun ada kamar kos,dengan kasur empuk tetap saja tidak akan mengalahkan si karpet biru.maklum karpet itu sudah ibarat spring bed buat anak-anak tekno.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;banyak fungsi yang dimiliki karpet biru, itu selain untuk tidur,kami juga biasa makan2 diatasnya.walaupun kepala sekretariatan sering mengomel agar jangan membuat kotor karpet tetapi tetap saja bukan masalah buat kami.walaupun kotor karena bekas makanan,kalau malam tiba tetap karpet biru itu lah yang menampung kami tidur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;saat rapat malam,karpet itu pula yang menjadi alas kami berdebat.sekarang karpet itu sudah robek-robek tapi kami tidak kehilangan akal.disaat kami mengundang kawan2 dari organisasi lain untuk berdiskusi bagian yang robek itu sering ditutupi dengan tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karpet itu banyak memberikan fungsi walaupun dalam kondisi yang penuh dengan robekan.mulai dari sitting,eating,sleeping,meeting dan ing-ing lainnya.pokonya tidak sedikit karpet biru itu memberikan kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulan depan teknokra suksesi,saat nya angkatan kami 'meninggalkan' si karpet biru.sudah waktunya angkatan dibawahku yang meneruskan kenangan dengan si karpet biru.agar karpet biru terus dikenang,dan tidak pernah berhenti kerja dan fungsinya.&lt;br /&gt;apalagi untuk adik-adik magang ku yang baru,aku berharap kalian mulai berkenalan dengan si karpet biru,agar bisa merasakan karpet biru bisa menjadi empuk layaknya spring bed di kamar kita yang hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-116313838945203685?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/116313838945203685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=116313838945203685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/116313838945203685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/116313838945203685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/11/si-karpet-biru.html' title='si Karpet biru'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-116230070953727110</id><published>2006-10-31T19:53:00.001+07:00</published><updated>2007-04-07T10:40:15.027+07:00</updated><title type='text'>Bingung</title><content type='html'>delapan hari menjelang lebaran aku pulang ke serang.sebenarnya agak-agak ngga enak hati juga sih ninggalin temen-temen yang lagi sibuk ngejar terbitan di teknokra.tapi mau gimana lagi,mama telepon aku terus-terusan.mungkin beliau tau kalo anaknya sudah tidak ada kuliah jadi ia menyuruhku untuk cepat pulang.walapun dari awal ramadhan ia sudah memintaku untuk pulang,tapi alasan "mengerjakan skripsi" menjadi jurusku untuk menjawab pertanyaan mama.&lt;br /&gt;bukan karna aku tidak mau pulang,tapi selain ada tanggungjawab diteknokra aku juga mengingat ongkos untuk pulang tidaklah sedikit jadi kupikir sekalian aja lebaran.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;namun sesampainya dirumah aku seperti tidak punya saudara.kedua orang tuaku,nenek,bibi,paman semuanya selalu bertanya "kapan selesai kuliah?" "skripsinya cepetan diselesain!" "pokonya kalo skripsi belum selesai jangan pulang dulu!"&lt;br /&gt;aneh kan?bikin bete sih.&lt;br /&gt;jadi bingung,dilain pihak aku disuruh pulang dilain pihak aku juga disuruh jangan pulang.ternyata mereka menyuruhku pulang hanya untuk memastikan kapan aku selesai kuliah...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;belum lagi saat lebaran tiba.semua sanak saudara yang datang hampir 99 persen menanyakan hal yang serupa.aku memang memakluminya,mungkin karna skripsi ku telah kutunda satu tahun.jadi wajar kalo mereka menanyakan "kapan aku selesai?"&lt;br /&gt;sebenarnya sudah beberpa kali aku memberikan jawaban.walau ku bilang data skripsi yang kupakai agak sulit,tetap saja mereka tidak mau tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasa tidak enak juga dengan mereka yang terus memberiku support.belum lagi tanggung jawab kepada orang tua juga.lusa aku kembali pulang ke lampung,sebenarnya sudah sejak senin aku mau pulang,tapi mama menahanku untuk tinggal lebih lama.&lt;br /&gt;mama kadang buat aku bingung,disuruh tinggal lebih lama dirumah tapi aku juga disuruh cepat menyelesaikan skripsi agar cepat lulus.huh capek dech...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-116230070953727110?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/116230070953727110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=116230070953727110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/116230070953727110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/116230070953727110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/10/bingung.html' title='Bingung'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-115719236195735262</id><published>2006-09-02T17:09:00.000+07:00</published><updated>2007-04-07T10:43:33.064+07:00</updated><title type='text'>tukang tipu</title><content type='html'>beberapa hari yang lalu aku berjalan di sekitar Pasar Tengah. aku sendiri tidak tau mengapa pasar ini disebut Pasar Tengah, mungkin karena letaknya diantara dua pasar yakni pasar bawah dan pasar bambu kuning.&lt;br /&gt;bukan hanya padat oleh banyak pedagang saja, namun gedung-gedung kantor perbankan juga banyak berdiri di kawasan Pasar Tengah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali pada perjalananku di sekitar kawasan Pasar Tengah. kebetulan siang itu ada tukang buah-buahan keliling mangkal disamping gedung salah satu bank disana.teman pun mengajak untuk membeli buah jeruk. tawar menawar pun terjadi antara kami dengan penjual buah-buahan itu, sampai akhirnya harga jeruk yang semula 8 ribu rupiah sepakat dengan 6 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;abang tukang buah itu cukup humoris, berbagai joke ia keluarkan, kita pun tertawa.sambil memasukkan jeruk kedalam plastik abang itu terus mengajak kita mengobrol, karena memang abang itu cukup asik untuk diajak bincang-bincang.uang 20ribu pun aku keluarkan dari dalam dompet, kulihat uang saku ku tingga 10 ribu lagi.&lt;br /&gt;abang jeruk pun memberikan kembaliannya.tiba tiba teman ku mengajak buru buru naik angkot.kembalian yang tadi abang jeruk itu kasih aku masukkan di kantong depan tas.sesampianya didalam angkot,aku bermaksud memasukkan uang tadi kedalam dompet.ternyata e ternyata abang itu nipu, kembalian yang seharusnya ia kasih 14 ribu yang ada hanya 4 ribu rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesal aku dibuat abang tukang jeruk itu.bukan hanya masalh uang kembalian itu tapi abang itu ternyata sengaja mengajak kita semua obrol untuk mengelabui agar kita lengah.&lt;br /&gt;karena penasaran dua hari setelah kejadian itu kami kembali ke tukang abang buah-buahan itu.saat itu kami membeli mangga yang harganya 13ribu rupiah untuk 2 kilo.abang itu kembali mengajak kami semua ngobrol. rupanya ia lupa dengan wajah aku.selembar uang 50ribu pun kami keluarkan untuk bayar buah itu.dan ternyata benar,setelah kami cek uang yang ia berikan kurang 10 ribu.&lt;br /&gt;abang itu pura pura 'bego' ketika kami bilang kembaliannya kurang 10ribu dan karena kesal dengannya mangga yang sudah ia masukkan kedalam palstik pun kami kembalikan dan uang 50ribu yang ia pegang kami ambil kembali.&lt;br /&gt;kami pun langsung berbalik arah dan masuk kedalam angkot.abang itu teriak marah-marah tapi tidak kami pedulikan.&lt;br /&gt;esoknya saat kami kembali lewat jalan itu abang tukang buah-buahan itu sudah tidak ada.kata tukang becak sih bilangnya pindah ke pasar bambu kuning.&lt;br /&gt;yah..mudah mudahan sih dia ngga nipu lagi.&lt;br /&gt;makanya hati hati bila kalian bertemu dengan orang yang 'gacor' suka ngobrol karena siapa tau barang bawaan anda lenyap.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-115719236195735262?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/115719236195735262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=115719236195735262' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115719236195735262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115719236195735262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/09/tukang-tipu.html' title='tukang tipu'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-115501413648845072</id><published>2006-08-08T11:48:00.000+07:00</published><updated>2007-04-07T10:42:45.939+07:00</updated><title type='text'>Susahnya Mau Sekolah</title><content type='html'>kira-kira tiga minggu yang lalu aku pulang ke Serang. karena sudah beberapa hari mama di rumah selalu menelepon dan menanyakan kapan pulang keserang. akhirnya dengan meninggalkan pekerjaanku diteknokra, aku pamit pada punggawa2 teknokra, yudi, erik and doni.&lt;br /&gt;sesampainya diserang, aku baru teringat kalau adikku baru akan  masuk  sekolah menengah pertama. sekalian kasih selamat padanya  karena lulus ujian aku berikan  ia hadiah.ya..ngga mewah2 amat sih, hanya sekotak peralatan menulis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;mama bercerita kalau ia baru saja bayar daftar ulang sekolah adikku.ketika mendengar jumlahnya aku sedikit kaget juga yakni Rp2 juta, padahal sekolah adikku negeri.kalau pada jaman aku dulu mungkin jumlah sekian sudah bisa masuk kuliah, bahkan masih ada kembaliannya kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata mama jumlah sekian sudah beserta baju dan buku.lalu aku bilang mengapa tidak pakai buku Oki saja. Oki adalah adik sepupuku yang duduk dikelas 3 SMP.aku pikir pelajaran yang diberikan sama dan pastinya buku yang dipakaipun sama.namun mama bilang setiap anak wajib untuk membeli buku disekolah.guru disekolah itu bilang kalau buku yang terdahulu sudah tidak bisa dipakai lagi.dan lagi pula setiap sekolahnya menggunakan buku yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;mendengar berita itu aku tambah kaget.sudah mahal buku yang dibeli tidak bisa diturunkan pula.apa maksudnya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum lagi saat aku mendengar cerita dari bibiku(mamanya Oki) saat ia membayar buku untuk anaknya disekolah.sekolah negeri memang tidak membayar SPP karena ada dana BOS, namun tetap saja murid diharuskan membayar uang bangunan yang padahal dari semenjak aku SMP bangunan sekoalh itu hanya sedikit mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah dipikir-pikir, itu berarti mamaku yang sudah mengumpulkan buku pelajaran milik aku mulai dari SMP hingga mau masuk kuliah keliatan sia-sia.tadinya dipikir bisa  diturunkan untuk adik saat ia sekolah nantinya tapi keliatannya lebih baik disumbangkan ketaman bacaan aja kali ya.tapi kalo disekolah saja sudah tidak terpakai apa anak-anak mau membacanya.mudah-mudahan sih mereka masih punya semangat buat baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya ampun bagaimana ini pendidikan di negara tercinta kita.mau sekolah aja sulitnya minta ampun.apalagi mau kerja.mau sekolah sampai wajib belajar sembilan tahun saja susah apalagi sampai kebangku kuliah.diindonesia kan pekerjaan dilihat dari ijasahnya dan sedikit yang dilihat dari skill.sudah tidak bisa terbayangkan lagi bila orang-orang yang tidak mampu ingin bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katanya sekolah negeri itu untuk sekolah rakyat.boro-boro sekolah rakyat yang ada juga sekolah bikin melarat dan hanya untuk orang-orang kaya saja.&lt;br /&gt;maap bila berkata berlebihan, saya hanya menangis saja bila melihat anak-anak yang dipinggir jalan itu masih mengais-ngais sambil mengangkat-angkatkan tangannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-115501413648845072?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/115501413648845072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=115501413648845072' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115501413648845072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115501413648845072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/08/susahnya-mau-sekolah.html' title='Susahnya Mau Sekolah'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-115252864440290420</id><published>2006-07-10T17:01:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T15:47:32.020+07:00</updated><title type='text'>i love 24</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/1600/IMG_0022.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/320/IMG_0022.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/1600/IMG_0021.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/320/IMG_0021.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  terinspirasi oleh kisahku bersama-sama teman di pantai mutun. kadang kalo teringat suka ketawa-ketawa sendiri.&lt;br /&gt;awalnya aku benci mendengar kata "pantai" saat mayna, teman seangkatan diteknokra berkata "Eh kita maen ke pantai yuk?ke mutun aja.yuk...yuk...yuk".&lt;br /&gt;duh pantai lagi, udah kayak film dono aja sukanya pergi kepantai. yang lebih parah lagi, pantai yang dituju lagi-lagi 'mutun'. padahal baru sebulan yang lalu kru teknokra maen ke pantai mutun, masa belum ada hitungan dua bulan udah mau kesana lagi.&lt;br /&gt;"ada alternatif lain ngga sih selain pantai, panas banget nich"&lt;br /&gt;"pantai kan murah. lagian kalo ketempat lain pasti ngabisin duit"&lt;br /&gt;huh...lagi-lagi duit. kendala dari kebanyakan manusia emang duit. tapi walau begitu rencana ke pantai mutun tetap berjalan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kumpulnya angkatan 24 teknokra untuk pergi kepantai itu adalah sekalian melepas heni yang sudah tidak lagi berdomisili di lampung. ia sudah berkemas untuk pulang ke kotanya yaitu Serang. walaupun diadji dan dwi juga sudah tidak lagi berkecimpung di teknokra namun mereka masih tinggal di lampung, jadi besar kemungkinannya masih bisa ketemu. tapi kalo heni kan mesti nyebrang pulo dulu baru bisa ketemu dan kumpul&lt;br /&gt;kurang lebih satu jam perjalanan empat kendaraan roda dua melaju menuju arah hanura padang cermin. aku-dwi,mayna-diadji,heni-yudi dan diova-erik.&lt;br /&gt;kira-kira pukul setengah lima sore kita tiba disana. mayna dan diadji sudah sampai terlebih dahulu. sedang yang lainnya belakangan.&lt;br /&gt;kamera hasil pinjaman diam-diam, aku keluarkan dari dalam tas. maklum petinggi teknokra kebanyakan ada disana, jadi atas seijin yudi selaku pemimpin umum aku bawa kamera digital canon itu.&lt;br /&gt;ceprett...ceprett...ceprett...&lt;br /&gt;kebanyakan dari kita emang gila poto, mulai dari pose angkat kaki kiri, kaki kanan, ampe pantat menungging. alhasil hasilnya pun berantakan.tapi walau begitu kita semua senang.&lt;br /&gt;usai lepas magrib, kita semua adakan permainan. 'truth or dead' keluar dari mulut Mayna."pake kacang-kacang pendek aja"&lt;br /&gt;setuju tisak setuju permainan itu dimulai. dengan dikomandoi aku, tangan-tangan delapan orang tarik ulur.&lt;br /&gt;"kacang-kacang pendek yang panjang tidak jadi" semua tangan menjulur kedepan, kecuali tangan diova.&lt;br /&gt;waaaa..........suara ribut keluar dari mulut tujuh orang lainnya. "diova kena"&lt;br /&gt;karena setuju tidak setuju harus nurut, diova pun menyerah. berbagai macam pertanyaan mulai dari privasi ampe provokasi dilempar ke diova.&lt;br /&gt;permainan ini direkam oleh yudi dengan hp baru nya. nokia comunicator yang baru dibeli tiga hari sebelumnya. kaya yudi walau ngga ada pulsa yang penting keren.&lt;br /&gt;diova pun tersipu-sipu malu saat menjawab satu pertanyaan dari heni. tapi kita semua berjanji semua jawaban dan pertanyaan yang kita keluarkan sore itu tidak akan dipublikasikan. kecuali hanya comunicator yudi yang bisa mengingkarinya.&lt;br /&gt;hingga jam ditangan menunjukkan pukul 07.30, kita semua berhenti bermain. diakhir permainan yang direkam itu, kita memberikan kesan dan pesannya. "mudah-mudahan kita semua bisa berkumpul lagi empat tahun mendatang, dengan waktu yang sama, tempat yang sama, permainan yang sama dan tentuny dengan cerita yang berbeda"&lt;br /&gt;ya empat tahun lagi, mudah-mudahan Tuhan masih memberikan kita semua jodoh untuk bertemu dan berkumpul lagi.&lt;br /&gt;sepulang dari  sana kita makan di  Ratu. dan lagi-lagi ketawa  mengiringi makan malam kita.&lt;br /&gt;huh..hari yang tidak akan pernah aku lupakan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-115252864440290420?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/115252864440290420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=115252864440290420' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115252864440290420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115252864440290420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/07/i-love-24.html' title='i love 24'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-115173251903801337</id><published>2006-07-01T12:41:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T15:52:35.266+07:00</updated><title type='text'>Telepon Malam</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kriiing…..  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudah kesekian kalinya &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; kecil ku berbunyi. Kulirik jam weker disamping tempat tidur. 02:12&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ahh…enggan aku mengangkatnya. Biasanya bunyi telepon pada jam-jam tidak wajar seperti itu hanyalah dari orang-orang yang iseng. Atau sekedar ingin telepon gratisan. Maklum, banyak orang yang rela begadangan hanya untuk menanti waktu &lt;i style=""&gt;off speak&lt;/i&gt; agar bisa menelepon murah atau bahkan gratisan. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kriiing...&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; ku berbunyi.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Ya ampun, mau ampe jam berapa sih orang itu?” &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan nada menyerah akhirnya Hp itu aku angkat.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Akhirnya kamu angkat juga”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terdengar suara Andi diujung &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sudah ketebak. Walaupun nomor yang tertera di layar Hp tak kukenal tapi aku tau kalau itu dari dia. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pria bermuka seluler. Bagaimana tidak, setiap ada produk GSM yang menawarkan iming-iming &lt;i style=""&gt;free talk&lt;/i&gt; atau telepon murah, langsung ia beli. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dasar tukang tidur. Baru jam segini udah molor”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hah! Apa katamu?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hehe…becanda neng. Sorry ya ganggu malam-malam begini”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Ini udah bukan malam lagi. Tapi dini hari tau!”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Iya…iya…sorry deh ganggu dini hari kayak gini”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dasar muka gratisan. Udah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; aku tutup ya”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Eh tunggu dulu. Bates gratisannya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; ampe subuh nanti”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Please… temenin aku ngobrol dong. Kalau bukan gratisan mana mungkin aku telepon kamu”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Ok…ok…alesannya masih seperti kemarin-kemarin. Laen kali yang bisa lebih masuk akal napa”.&lt;/p&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan mata setengah terpejam aku mendengarkan ia cerita. Banyak hal yang selalu ia ceritakan. Mulai dari teman, kuliah, kecengan wanitanya sampai ayah ibunya yang selalu tidak akur. Yang aku heran lagi, setiap hari ada saja cerita yang aneh-aneh.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kemarin siang aku mimpi dapet beasiswa keluar negeri lho. Mau tau ngga apa yang terjadi? Ayah ibu ku ngga jadi cerai”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kamu mimpinya siang bolong sih. Jadi ngga nyambung gitu, apa hubungannya beasiswa dengan ayah ibu mu yang ngga jadi cerai?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Abisnya kalo malam aku sibuk nelepon. Jadi jatah tidurku baru ada kalo siang. Wajar dong kalo mimpinya siang bolong”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Huh…lagi-lagi aku kalah.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Andi memang bisa kalo buat orang menyerah. Ia selalu berkata kalo ingin pergi keluar negeri. Dikampusnya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Andi termasuk mahasiswa yang cukup pintar. Berbagai lomba ajang bertukaran pelajar selalu ia ikuti, namun dari kesekian kalinya itu tidak ada yang ia dapatkan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi bukan Andi namanya jika mudah menyerah. Minggu lalu ketika ditelepon, ia bercerita kalo ia baru saja membuat semacam karya tulis sebagai syarat untuk mendapat beasiswa belajar di Jepang. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kita liat saja nanti, aku pasti dapatkan beasiswa itu. Pengumumannya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; Senin besok”. Dengan semangat ia selalu bangga akan dirinya. Namun semangat pantang menyerahnya tidak dapat ia terapkan pada ayah ibunya. Sudah hampir enam bulan ayah ibunya pisah ranjang. Andi tinggal dengan ibunya. Ia selalu bercerita kalo ibu sering menangisi ayah. Ibunya selalu ingin mereka rujuk kembali dan membangun kembali keluarga mereka. Tapi sayang keinginan ibu Andi hanyalah harapan hampa baginya. Andi bercerita kalo dirinya hanya bisa memberikan semangat pada ibu. “Hari yang ibu nantikan itu pasti akan tiba”, Andi selalu berkata itu pada ibunya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Andi adalah teman bermain, teman bertengkar dan teman tempat aku bercerita. Sejak duduk bangku sekolah dasar ia sudah menjadi sainganku. Namun walau begitu ia selalu memberiku &lt;i style=""&gt;support&lt;/i&gt; untuk maju. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejak kecil ia sudah sering dikirim menjadi duta sekolah, hanya saja cita-citanya untuk sekolah ke luar negeri tidak pernah kesampaian. Andi memang pintar, pikirku.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memasuki sekolah menengah atas Andi mendapat nilai tertinggi di sekolahku, namun tiba-tiba saja ayah Andi dipindah kerjakan keluar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; di Jogya. Sekeluarga mereka pindah kesana, termasuk Andi juga ikut pindah sekolah.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lagi-lagi Andi selalu menjadi yang terunggul, segala macam beasiswa ia ikuti hanya saja beasiswa untuk sekolah keluar negeri selalu gagal ia dapatkan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bunyi azan subuh mendengung dikejauhan. Itu berarti telah dua jam lebih Andi menelepon ku. Pantes telingaku panas.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Duh waktunya udah mau habis. Kamu masih disitu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; Wi?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“He eh”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Eh abis ini kamu jangan tidur. Mending juga kamu ambil wudu”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Iya…iya…,” jawab ku malas. Kadang-kadang Andi juga membuat ku kesal dan menjengkelkan. Ceramahnya kadang terkesan sok tau, namun ku akui ia sudah menjadi Andi yang dewasa sekarang ini. Walaupun ia satu umur dengan ku, tapi aku selalu menganggapnya seperti kakaku sendiri. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Udah dulu ya Wi. Besok lagi aku sambung”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Ngga usah! Makasih banyak!” sebelum ia sempat berkata salam, Hp ku matikan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Besok malam Hp ngga akan aku aktifkan, biar cowo edan itu ngga bisa ganggu tidurku terus-terusan, pikirku. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena sebagian tidurku terganggu, akhirnya ku putuskan seharian untuk tidur sepulas-pulasnya. Mumpung &lt;i style=""&gt;weekend&lt;/i&gt;, pikirku. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak terasa seharian aku jadi putri tidur. Kembali ku lirik weker disamping tempat tidur. 02:12.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hah serius nih, udah kayak mati suri aja, pikirku. Buru-buru aku ambil wudu untuk solat duhur.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Baru saja aku selesai solat, tiba-tiba &lt;i style=""&gt;Handphone&lt;/i&gt; kecilku berbunyi.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kriiing...&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nomornya tidak ku kenal, tapi aku tau pasti kalo ini nomor yang biasa meneleponku pada jam-jam tidak wajar.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mau apa lagi anak itu, tumben dia nelepon siang-siang. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; apa lagi? Masih kurang puas ya gangguin orang malem-malem, sekarang gantian ganggu siang-siang”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Ini Dewi ya?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lho kok suaranya beda, ini bukan suara Andi. Kalo Andi ngga mungkin bicara sesopan itu. Tapi ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; nomor yang tadi malam Andi pakai untuk meneleponku.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Iya betul. Ini sapa ya?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya Sondi temannya Andi. Kamu udah liat TV atau baca berita?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Lho emangnya kenapa?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Betul juga, seharian aku jadi putri tidur mana mungkin aku sempat nonton TV atau baca Koran. Aneh juga orang ini, pikirku.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Maap, aku baru aja bangun tidur. Jadi belum sempat liat TV atau baca berita. Memangnya kenapa?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Jadi kamu belum tahu kalau tadi pagi Jogya kena gempa. Gocangannya lumayan besar. Saat kejadian itu Andi sedang tertidur. Dan kamu jangan kaget ya Wi, Andi meninggal seketika. Ia tertimpa reruntuhan”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hp dia aku temukan digenggamannya. Aku ngga tau mesti hubungin siapa lagi, nomor terakhir yang ada dipanggilannya hanya nomor kamu. Untung saja ibunya hanya luka ringan, ayahnya juga baik-baik saja. Sekarang mereka semua ada bersamaku di tenda pengungsian”.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Spontan tubuhku lemas. Aku tak kuasa lagi mendengar Sondi bercerita. Hp di tangan ini terlepas begitu saja. Andi meninggal!&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Wi…Wi…kamu masih disitu ngga?”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hallo…hallo…”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak kupedulikan suara Sondi yang memanggil-manggilku. Hingga akhirnya telepon itu berhenti berbunyi. Yang kupedulikan hanyalah Andi. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bibir ini tidak lagi berucap, lidah pun seperti tak berasa. Tadi pagi adalah percakapan terakhirku dengannya. Kenapa mesti menjadi yang terakhir?. Terakhir kuingat Andi menantikan jawaban beasiswanya Senin besok. Terakhir kuingat Andi ingin sekolah keluar negeri. Terakhir kuingat Andi ingin ayah ibunya akur dan terakhir kuingat ia belum sempat mengucapkan salam padaku pagi tadi. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata mimpinya disiang bolong itu benar-benar nyata. Bencana itu membuat ayah ibu Andi menjadi akur, mungkin kini mereka menyesal. Namun bukan pergi ke luar negeri yang ia dapatkan tapi pergi jauh selama-lamanya. Kenapa mesti dia yang harus dikorbankan?&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mulai hari ini dan selamanya tidak akan lagi terdengar suara dia yang menjengkelkan itu. Walaupun menjengkelkan tapi aku merindukannya. Aku rindu dering Hp kecilku di malam hari. Aku rindu keisengannya. Aku rindu ceramah-ceramahnya yang sok tahu itu. Aku rindu semuanya. Aku rindu Andi...&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;U’ll never know till its gone&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-115173251903801337?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/115173251903801337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=115173251903801337' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115173251903801337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115173251903801337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/06/telepon-malam.html' title='Telepon Malam'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-115173244227150396</id><published>2006-07-01T12:33:00.001+07:00</published><updated>2006-07-01T12:40:42.280+07:00</updated><title type='text'>IT Make All be Easy</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;IT Make All be Easy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Direct to era modern trade, we all claim to thingking make progress and open our eyes.we all know, that technology very important on the way our live. &lt;p class="MsoNormal"&gt;Information Technologi make everything can be fast and efisien. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;If I can take some words from TH Chowdary on Info-Tech Advisor to the Government of Andhra Pradesh, Hyderabad. Information is knowledge and knowledge is power. Knowledge plus experience is wisdom and it is the wise use of information that gives advantage to those who have information. So information and technology always have relation.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;The last, interspace always be first our problem to connection with relation. But now, with technology it’s all not to be problem again. Information Technology holds significant potential for facilitating network our activities. For example, technology give us information exchange and making joint our decision. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;There is not one activity of humans or their Government that would not benefit by using IT for efficiency, economy and effectiveness. One of effect technology is education. Quality education is a universal goal. My campus in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;University of Lampung&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; has been made solution for academic. Every semester we always &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;fill draft study planning for our lector. Before my campus using IT, there are many problem that we find. For example, lectors have many schedule, so we always difficult to met our lector.&lt;/p&gt; But after that, we only can fill our studi planning with email or internet. So if lector can’t be find we just give her/his email. &lt;p class="MsoNormal"&gt;Just as chemical or metallurgical or electrical technologies enable the processing of raw materials into usable goods, to satisfy man's and societies' needs so does Information Technology&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(IT) help the storage, processing, transmission and exploitation of information to satisfy a person's, company's, society's or government's needs for information.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pioneer &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Lampung&lt;/st1:placename&gt; in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt;  of &lt;st1:placename st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; group enough famous. For example, for computer service, my campus has begin on 1981. in that years my campus builded computer centre (Pukom). Computer centre has job for administrasi of academic. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;And then, on 1986. my campus was build net local (LAN) in computer centre (Puskom). It had job for using modern technology. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Lampung&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; give the best cervice, especially on tool which using by us. That’s can proof, computer centre (Puskom) include in &lt;em&gt;University Wide Program &lt;/em&gt;on project &lt;em&gt;Development of Undergraduate Education &lt;/em&gt;(DUE). That’s project begin on 1996.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;With DUE project, on 1997 my campus build backbone of computer net University of Lampung to all building my campus, email, internet and System Information Academic (SIAKAD) which have based web to serve academic of administration with online. As not to be more that propagations can be executioner for my campus to face era Information Technology modern. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;After last years on 2003, computer centre (Puskom) had finishing their work that build basis of infrastructur Information Technology (IT) and System Information (SI) on give best service which useful more techology modern. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;However, we currently have little understanding about how and under what conditions that Information Technology would make a difference. Like Roth and Sanders says &lt;/span&gt;technology believers perceive no intrinsic obstacles to total quality assurance using information technology in higher education&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-115173244227150396?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/115173244227150396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=115173244227150396' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115173244227150396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/115173244227150396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/06/it-make-all-be-easy_30.html' title='IT Make All be Easy'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-114918482069546867</id><published>2006-06-02T00:49:00.000+07:00</published><updated>2006-06-02T01:00:20.703+07:00</updated><title type='text'>waktu</title><content type='html'>"Satu detik yang lalu adalah masa lalu". masa lalu adalah sejarah. sejarah adalah sesuatu yang tidak boleh kita ulang hanya boleh kita lihat.&lt;br /&gt;"Esok adalah masa depan". masa depan adalah sebuah tujuan. dan tujuan adalah sesuatu yang harus dicapai.&lt;br /&gt;bagaimana dengan hari ini?&lt;br /&gt;menurut little chicken "To day is  new day"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-114918482069546867?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/114918482069546867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=114918482069546867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/114918482069546867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/114918482069546867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/06/waktu.html' title='waktu'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-114873210495948668</id><published>2006-05-27T19:01:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T23:55:16.993+07:00</updated><title type='text'>Pendidikan 'Gratis'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/1600/anjal%20.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/320/anjal%20.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih sepuluh bulan lalu. Saat saya akan pergi meliput bersama dengan kawan di sebuah daerah yang cukup ramai penduduknya di Bandarlampung, ditengah jalan atau tepatnya di lampumerah bundaran walikota bandarlampung, saya dihampiri oleh anak kecil, umurnya berkisar tujuh tahunan. tiba-tiba saja menyodorkan mangkuk. "Mba belum makan mba...," katanya dengan muka yang penuh belas kasih.&lt;br /&gt;saya rogoh kantung celana, seribu rupiah saya taruh kedalam mangkuk dan dua buah permen."Mau?" sambil saya menyodorkan permen kepada anak itu. diambilnya permen itu namun pandangan matanya tetap awas kepada saya. Kemudian ia berlari ketengah jalan raya bergabung dengan teman-teman se'propfesi'nya. kembali saya panggil, untuk kali ini saya mencoba bertanya nama dan asal tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Anak itu mengaku bernama Samson, berasal dari Gudang Agen, sebuah daerah di teluk Bandarlampung. umurnya tujuh tahun, namun ia mengaku asik dengan pekerjaan sehari-harinya itu. Meminta-minta!&lt;br /&gt;Saat ditanya sekolah, ia menggelengkan kepala. Katanya "Emak ngga punya duit!"&lt;br /&gt;Bukan hanya Samson yang belum mengenyam bangku sekolah, tapi Yuli kakak kandung Samson yang satu profesi juga menggelengkan kepala saat ditanya tentang sekolah, bahkan Yuli yang berumur tiga belas tahun itu sudah mempunyai anak kecil. Sepertinya Zaki (anak yuli) juga akan berprofesi sama nantinya dengan Yuli.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Saat kecil bila teman orang tua kita datang, dan bertanya "Mau jadi apa kalo sudah besar?" jawaban seperti pilot, dokter, pramugari dan insinyur sering diucapkan oleh anak-anak, namun apa yang terjadi saat saya bertanya pada Samson dan Yuli. Jangan kan pertanyaan "Mau jadi apa kalo sudah besar?" pertanyaan "Mau makan apa besok?" saja tidak bisa mereka jawab.&lt;br /&gt;Pemerintah mewajibkan pendidikan belajar sembilan tahun. Segala iming-iming pendidikan gratis, orang tua asuh dan lainnya. tapi semuanya itu belum sampai dan dirasakan oleh Samson serta kawan-kawan.&lt;br /&gt;Bukan pendidikan gratis yang dibutuhkan, tapi sekolah gratis. Mulai dari bayar SPP, bayar baju, bayar bangunan, bayar buku dan bayar-bayar lainnya.&lt;br /&gt;buat apa SPP gratis, kalo masih diminta bayar ini itu. bahkan ada siswa yang nekat bunuh diri lantaran malu ditagih terus-terusan oleh sekolah karena belum membayar praktek keterampilan dua ribu lima ratus rupiah.&lt;br /&gt;lalu dimana letak wajib belajarnya?&lt;br /&gt;Pemerintah sendiri kurang tegas kepada orang tua akan arti pentingnya pendidikan. saat ini, tidak ada orang tua yang kena sangsi bila anaknya tidak bersekolah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sebulan lalu, kembali saya melintasi lampu merah bundaran walikota. Rupa Samson tidak saya temukan, tapi Samson-Samson lainnya semakin bertambah. alamak....masa generasi muda terus menerus seperti ini. benar kata Pram, Indonesi memang butuh reformasi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-114873210495948668?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/114873210495948668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=114873210495948668' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/114873210495948668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/114873210495948668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/05/pendidikan-gratis.html' title='Pendidikan &apos;Gratis&apos;'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28827553.post-114872537165819630</id><published>2006-05-27T17:15:00.000+07:00</published><updated>2006-05-27T19:44:40.990+07:00</updated><title type='text'>Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/1600/photo%20tabek%20017.jpg"&gt;u'll never knows till its  gone&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/1600/photo%20tabek%20017.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3985/3059/320/photo%20tabek%20017.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Menyesal memang tidak ada diawal" kiranya seperti itulah lirik lagu dari seorang artis ternama Indonesia. bukan artis itu yang akan saya bicarakan namun coba simak arti dari sebuah lirik itu? itulah yang dinamakan perjalanan hidup. "if u want to know how u'r future, let we see what are u doing now" terlintas juga makna yang sama dengan lirik diatas. intinya think about it again, again and again.&lt;br /&gt;Dalam bertindak, melangkah atau apapun itu selalu harus pertimbangkan. seperti yang biasa saya lakukan. "U'll never knows till it gone" itulah semangat yang saya punya untuk apapun. Biasa saya gunakan sebagai pemikiran untuk melakukan sesuatu,layaknya sebuah perjalanan hidup,jangan sampai menyesal menjalaninya.&lt;br /&gt;Bukan hanya berfikir lebih dari dua kali tetapi seribu kali, karena menurut lirik lagu dari salah seorang artis lagi "Hidup hanya sekali, satu kali...".&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28827553-114872537165819630?l=riekepernamasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/feeds/114872537165819630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28827553&amp;postID=114872537165819630' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/114872537165819630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28827553/posts/default/114872537165819630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riekepernamasari.blogspot.com/2006/05/hidup.html' title='Hidup'/><author><name>Rieke Pernamasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02416182487256583615</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_pX96U0DkEvE/TOIGvNJlysI/AAAAAAAAAOg/EgTOaXGIHL0/S220/DSC00478.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
